selasar-loader

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

LINE it!
Answered Mar 22, 2018

Zulfian Prasetyo
Melahirkan beberapa judul buku komedi, cerpen, dan puisi.

Yang dimaksud dalam 5W 1H adalah sebuah rumus yang terdiri dari unsur-unsur dalam menulis berita. Seperti yang dikatakan Kang Pepih Nugraha, ini adalah rumus buatan Rudyard Kipling. Rumus ini menjadi semacam panduan tidak hanya dalam menulis isi berita, tetapi juga dalam membuat judul berita.

Penggunaan 5W 1H juga merupakan tolok ukur bagi kelengkapan sebuah berita. Jika sebuah berita bisa menjawab semua unsur pertanyaan 5W 1H, maka ia dapat dikategorikan sebagai berita yang lengkap.

  • Who (Siapa): Siapa yang melakukan? Siapa yang mengadakan? Siapa yang terlibat? Unsur ini biasanya berupa nama orang atau lembaga. What (Apa): Apa yang dilakukan seseorang/lembaga? Kejadian apa? Apa yang dikatakan? Ini adalah unsur yang cukup dominan dalam menentukan isi berita.
  • Where (Di mana): Di mana tempat kejadian perkara (TKP)? Di mana tempat berita itu terjadi? Di mana seseorang membuat pernyataan?
  • When (Kapan): Kapan peristiwa itu terjadi? Hari apa? Tanggal berapa? Bulan apa? Siang atau malam? Pukul berapa?
  • Why (Mengapa): Mengapa peristiwa itu terjadi? Apa penyebabnya? Apa tujuannya? Kenapa suatu acara diadakan? Kenapa seseorang mengucapkan pernyataan itu?
  • How (Bagaimana): Bagaimana ceritanya? Bagaimana kejadiannya? Bagaimana prosesnya? Ada apa saja? Ini adalah rincian dari sebuah berita yang bersifat melengkapi unsur-unsur sebelumnya. Bisa pula dijadikan alat untuk menjahit berita agar lebih mengalir dan dalam.

 

gHEGMspZEdQvN_uY6iAC2rx-madGPNa-.jpg

Yang tidak kalah penting dalam menulis berita ialah kaidah piramida terbalik. Teman saya yang merupakan wartawan salah satu media terkemuka menjelaskan tentang ini pada suatu hari.

Piramida terbalik adalah bangunan yang menyatukan unsur-unsur 5W 1H. Bayangkan bentuk piramida, namun dalam posisi yang terbalik. Semakin lebar bidangnya, semakin penting nilainya. Artinya, unsur teratas (yang bidangnya paling lebar) adalah tempat untuk informasi paling penting. Biasanya, paragraf pertama dan kedua. Semakin ke bawah, informasi yang diberikan semakin kurang penting.

Mengapa demikian?

Karena kalau informasi paling penting diletakkan paling bawah, attention span manusia yang cukup terbatas bisa membuat informasi itu jadi tidak terbaca, entah karena bosan maupun karena teralihkan oleh hal-hal lain. Karena itulah, informasi paling penting biasanya diletakkan di paragraf-paragraf awal.

Alasan kedua dalam penggunaan piramida terbalik adalah untuk memudahkan editor menyunting suatu berita sehingga berita yang tadinya terlalu panjang bisa disunting tanpa harus kehilangan inti beritanya. Jadi, selain memudahkan pembaca, memudahkan editor juga.

Rumus 5W 1H dan konsep piramida terbalik sebenarnya bisa juga diterapkan dalam forum tanya jawab seperti Selasar ini. Dalam satu pertanyaan, biasanya ada banyak sekali jawaban dengan versi yang berbeda satu sama lain, tergantung pemahaman orang yang menjawab. Nah, kalau ingin jawabanmu lebih dibaca (punya view lebih banyak), sangat bagus untuk menerapkan 5W 1H dan piramida terbalik ini sambil ditambahkan gambar untuk menarik perhatian pembaca.

Semoga membantu.

126 Views
Write your answer View all answers to this question