selasar-loader

Apa saja kerajinan dari kardus yang unik dan populer?

LINE it!
Answered Mar 20, 2018

Kardus merupakan wadah yang digunakan untuk membungkus barang yang kita beli. Tidak terhitung jumlahnya berapa banyak kardus yang kita miliki di rumah sebagai sampah karena tidak digunakan. Namun ternyata di luar sana banyak yang membuat kerajinan dari kardus yang menjadi unik dan populer. Apa saja kah?


Fani Widianingsih
Love to learn, learn to love

Kerajinan dari kardus sepertinya sesuatu yang tidak jauh-jauh dari masa pertumbuhan saya. Kala SD dulu, saya mengikuti ekstrakurikuler tari. Kala berlatih tari kuda lumping (jaran), kami disuruh membuat kuda lumping yang dibuat dari kardus. Seru itu. Ada yang kudanya besar sekali, ada yang lebih menarik: bentuknya lebih mirip cacing daripada kuda. Langsung jadi bahan bully sekelas, hahaha!

Pertanyaan kerajinan dari kardus satu ini juga membuat saya teringat pada salah satu ujian yang pernah dialami ketika SMP. Waktu itu, ada mata pelajaran bernama kerajinan tangan dan kesenian (KTK). Ujian akhirnya lebih menarik dari yang saya kira; membuat prakarya dari bahan kardus secara berkelompok! Saya yang waktu itu terobsesi menjadi pilot tempur langsung berinisiatif membuat miniatur lapangan udara. Ada hanggar pesawat, runway, dan tentu saja pesawat tempur dari kardus. Kami bisa menjadi sangat asyik tanpa kehadiran mobile legends saat itu, hehehe. Modalnya hanya kardus bekas yang diolah dengan menggunakan kreativitas!

Yang pertama kali dibutuhkan adalah cetak birunya. Kamu bisa mendapatkannya dari majalah atau print saja gambar yang ada di internet, salah satunya Pinterest. Biasanya dengan menggunakan keyword jet fighter papercraft, kamu bisa mendapatkan gambar-gambar dari Pinterest seperti ini,

vqvWL1JYYgt0FJ4clcY_bIOizrdWtUzB.jpg

seperti ini,

pplG7yXs6AWEvpl4o0cBPyAZfRiP08Ee.jpg

atau seperti ini.

lRO74y9HJy5ntpAYIjH9TdXRFQxI3LwX.jpg

Waktu itu, saya menggunakan bahan dari majalah Angkasa, kalau tidak salah. Ini adalah majalah yang segmentasinya dirgantara. Para pecinta pesawat wajib beli majalah ini. Waktu itu, saya terobsesi membuat pesawat Rusia yang desainnya futuristik, namun pengembangannya sangat lambat akibat terhambat krisis ekonomi. Namanya adalah Sukhoi Su-47 Berkut.

Seperti ini penampakannya.

seiCnjVVLOH-t8jI-m3WJj5rujjHUF7z.jpg stackexchange.com

Setelah itu, cetak biru yang sudah dipilih ditempelkan saja ke permukaan kardus kemudian digunting. Dengan demikian, pekerjaanmu akan relatif lebih mudah dibanding harus ukur sana-sini dulu.

Oh ya, bisa juga kamu fotokopi jadi beberapa kali dengan perbesaran tertentu. Biar tidak mudah sobek, kamu bisa minta tukang fotokopi untuk memfotokopi dengan menggunakan kertas buffalo yang lebih kuat. Harga bisa lebih mahal, tapi tidak sebanding dengan kepuasan yang dihasilkan, tentunya.

Setelah itu, ya tinggal lipat sana-sini mengikuti ketentuan gambar. Namun harap diingat, tidak semua bisa akurat dalam segala sesuatunya. Kadang, kamu perlu melakukan sejumlah improvisasi agar hasilnya lebih ciamik nan memuaskan. Untuk kokpit pesawat, misalnya. Agar kokpit tampak lebih nyata, kamu bisa menggunakan plastik transparan yang biasanya digunakan untuk menjilid makalah. Gunting sesuai tampilannya. Lalu tempelkan perlahan menggunakan lem. Tapi pastikan dulu body pesawat sudah dicat. Waktu itu, saya mengecat pakai pylox agar hasilnya bagus. Benar-benar DIY alias do it yourself deh, pokoknya!

Mungkin teman-teman akan berpikir, apa bedanya menggunakan plastik? Cuma kokpit saja, kok.

It is very different, my friend. Bagi saya, kokpit ibarat mata bagi pesawat. Begini bedanya.

729-XvJulN5au_2768P6J8sAUuZler25.jpg aircair.com

YffTTHxtMJNCex7RTEHnIO7tgBkgYEh1.jpg templates-for-websites.com

Saya jadi berpikir, kalau seseorang ingin melepaskan diri dari adiksi telepon seluler, ketika ia ingin belajar mindfulness karena mudahnya ia terdikstraksi oleh sesuatu (terutama denting notifikasi dari ponsel), kegiatan-kegiatan semacam ini sebenarnya sangat bisa dilakukan. Selain produktif, jiwa kita juga menjadi jauh lebih tenang karena terhindari dari racun media sosial berupa nyinyir politik netizen yang "maha benar", hehehe.

Ayo bikin! :-D

223 Views
Write your answer View all answers to this question