selasar-loader

Bagaimana cara membuat cerpen anak?

LINE it!
Answered Mar 20, 2018

Cerpen anak adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk mendidik anak. Membacakan dongeng si kancil untuk anak sebelum tidur, misalnya, adalah salah satu cara yang digunakan orang tua dalam mendidik anak-anak sehingga terbentuk anak yang berbudi pekerti luhur sekaligus melestarikan khazanah dongeng anak Indonesia. Namun, bagaimana caranya?


Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Menulis cerpen anak itu sesungguhnya susah-susah gampang atau gampang-gampang susah. Berbeda dengan menulis cerpen bagi remaja atau orang dewasa, kita harus benar-benar memperhatikan target pembaca kita, termasuk tahapan bahasa yang dimiliki pada tahap anak.

Tidak seperti cerpen untuk orang dewasa yang penuh dengan konflik atau alur yang maju mundur, cerpen anak hanya membutuhkan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam segala aspek adalah kunci dalam membuat cerpen bagi anak-anak. Kita sama sekali tidak pelu berbelit-belit memikirkan segala unsur intrinsik agar terkesan menarik.

Untuk itu, ada bebapa hal yang harus kamu perhatikan kalau kamu ingin terjun sebagai salah satu penulis dengan target pembaca anak-anak. Berikut adalah trik sederhana menulis cerpen anak yang harus kamu tahu:

1. Perhatikan usia pembaca

wdk5hzq-kpYNCb9wqBIDG2ZlBrUrXOaw.jpg

Kamu harus tahu berapa usia pembaca kamu. Cerpen yang dibuat untuk anak berumur 4-6 tahu, tentu akan berbeda dengan cerpen yang akan dibuat untuk anak dengan usia 8-10 tahun. Hal paling membedakan dari dua kelompok usia ini adalah penggunaan bahasa. Untuk usia 4-6 tahun, tentu kamu harus membuat cerita dengan kalimat sederhana yang hanya terdiri dari 3-4 kata di setiap kalimatnya. Sedangkan anak dengan kelompok usia 8-10 tahun, sudah bisa mengerti kalimat dengan lebih kompleks sehingga kamu bisa membuat cerpen dengan kisaran 5-6 kata di setiap kalimatnya.

2. Tentukan tema cerita

GZNNjE6CsDpyfKr0BRYJxx7TdzZZ8q-E.jpg

Tema cerita yang kamu pilih untuk membuat cerpen anak, tentu haruslah sesuatu yang tidak jauh dari imajinasi anak. Pastikan itu adalah hal yang dekat dengan keseharian mereka. Jika kamu membuat cerpen dengan tema yang sulit, anak akan mudah bosan atau bahkan meninggalkan cerpen buatan kamu sebelum selesai membacanya. Kamu bisa memilih tema yang erat kaitannya dengan usia anak. Dunia flora dan fauna menjadi salah satu tema favorit dalam menulis cerpen untuk anak loh!

3. Beri penokohan yang unik

2PmtA4EPPTGFANUVKyZ2nfE5gdgTIziF.jpg

Anak itu akan mencari teladan dari setiap hal yang diingatnya. Bukan hanya itu, anak juga kan selalu ingat tokoh yang sangat berkesan di setiap cerpen yang ditemuinya. Ini adalah tantangan kamu. Membuat tokoh yang rajin menabung tentu sangat mudah ditemukan oleh anak sehingga kesempatan untuk diingat anak semakin kecil. Untuk itu, kamu perlu menggali penokohan yang mungkin disukai anak. Satu lagi, karena kamu sedang menulis untuk anak, pastikan tokoh yang kamu buat itu memiliki dampak positif setelah anak mengenalnya yah.

4. Gunakan ide di sekitar

KTWyhwdlwLUAFZZVRbjj8iGlHKzduSXD.jpg

Kamu kesulitan untuk menentukan tokoh seperti apa yang akan ditampilkan dalam cerpen yang akan kamu buat? Merasa kesulitan menentukan tema apa yang cocok untuk anak di dalam cerpen? Atau latar apa yang cocok untuk menceritakan tokoh di dalam cerpen? Kamu tidak perlu menggunakan imajinasimu terlalu jauh. Cukup kembali ke bumi, lihat sekitar. Lihat hal kecil yang mungkin menjadi menarik saat kamu tuliskan di dalam cerpen kamu. Ingat! Upin Ipin menjadi tontonan yang ditunggu anak kecil bukan karena kompleksnya cerita, justru karena cerita yang ditampilkan justru berkisar tentang hal-hal sehari-hari yang di alami anak-anak di usia bermain. So, jangan terlalu jauh berfantasi yah!

5. Bayangkan kita adalah anak-anak

gPIgarX-1SKRzj6HA4wkn-APUkE3rohl.jpg

Ini adalah pakem penting yang harus kamu ingat. Untuk bisa menulis untuk anak, kamu harus mampu menempatkan diri kamu berada di usia mereka yang masih suka bermain dan hidup dengan hal-hal yang sederhana. Pada usia anak-anak, tentu mereka tidak akan mengerti tentang korupsi. Kamu bisa menyederhanakannya dengan bercerita mengenai anak jujur dan tidak jujur misalnya. Sekali kamu mampu membahasakan segala permasalahan sesuai dengan usia anak-anak, kamu akan semakin mahir untuk membuat cerpen yang disukai mereka.

6. Sederhanakan segalanya

0s_t86AbTwR9IS2MqYEFKGfVXaj4oAWu.jpg

Anak-anak tidak akan mampu menyerap pesan secara implisit di usianya saat itu. Untuk itu, nilai atau pesan yang ingin kamu sampaikan, harus dibuat sesederhana mungkin agar mampu ditangkap oleh anak-anak. Kamu tidak perlu menghadirkan banyak tokoh dengan berbagai karakter yang tidak penting, kamu juga tidak perlu membuat latar yang bahkan tidak dikenal oleh anak-anak. Kamu hanya perlu menceritakan isi cerita dengan sederhana. Sesederhana pikiran mereka dalam membaca rangkaian kata. Kalau kamu terlalu sulit membuat cerita jadi sederhana, sepertinya kamu harus lebih sering latihan dan minta pendapat orang mengenai cerita yang kamu buat.

Bagaimana, mudah bukan? Selamat menulis!

277 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored