selasar-loader

Bagaimana cara membuat slime yang aman dan mudah bagi anak?

LINE it!
Answered Mar 20, 2018

Slime yang mulai populer sejak 2015 ternyata makin digemari anak-anak. Alih-alih membeli dengan harga yang cukup mahal, rasanya akan lebih hemat jika membuat sendiri. Lalu bagaimana cara membuat slime yang aman dan mudah bagi anak?


Fani Widianingsih
Love to learn, learn to love

Siapa sih yang tidak tahu slime? Hanya dengan dipegang-pegang dan ditarik ulur, mainan bertekstur elastis dan berwarna-warni itu sudah bisa membuat hati penyukanya senang. Karena kepopulerannya, kini slime mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang bervariasi. Sebenarnya, proses pembuatannya pun ternyata cukup mudah. Tidak heran banyak orang yang ingin belajar membuat slime. Tapi sebelum kamu membuat slime, sebaiknya kamu perhatikan fakta-fakta di bawah ini lebih dulu.

gQnwdLqaS0AsvE-B-uJSeWdEPKMZIytt.jpg

Kenalan dulu lebih jauh dengan slime, yuk!

Secara ilmiah, slime masuk ke dalam kategori cairan non-Newtonian. Maksudnya adalah slime memiliki sifat cairan yang tidak mengikuti hukum Newton.

Hukum Newton menyatakan bahwa tingkat kekentalan cairan konstan dan tidak berubah. Misalnya saja, air akan terus bersifat cair dan encer mengikuti dan dan menyesuaikan bentuk wadahnya tanpa dipengaruhi tekanan yang diciptakan pada air tersebut.

Dikutip dari Kumparan, slime tidak demikian. Cairan ini tidak seperti air. Tingkat kekentalannya akan berbeda, tergantung tekanan yang diberikan pada cairan ini. Misalnya, bila tekanannya rendah ia akan mengalir secara perlahan, tapi jika tekanannya tinggi (dibanting, dirobek) ia akan menjadi keras dan tidak cair.

Penemuan slime ini diawali pada tahun 1928, saat model molekul Staudinger dipelajari oleh dua orang ilmuwan, yaitu Meyer dan Mark. Akhirnya pada 1930-an, model molekul Staudinger diterima oleh masyarakat dan mulai diterapkan. Inilah masa penggunaan polimer sintetis dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak saat itu, banyak pabrik menjual mainan berbahan polimer seperti slime selama bertahun-tahun. Mainan tersebut tak hanya jadi hiburan bagi anak-anak dan orang dewasa, tapi juga disebut dapat membantu mengembangkan ketangkasan dan kreativitas.

Awalnya, mainan ini hanya seperti tanah liat yang bisa dibentuk. Wujud dari mainan ini terus berubah dan dimodifikasi seiring berjalannya waktu, seperti penemuan Silly Putty pada tahun 1950-an.

Selanjutnya, pada tahun 1980-an, berbagai jenis mainan slime mulai dipasarkan. Slime tersebut dibuat dari bahan-bahan polimer sintetis, seperti polyvinyl alcohol (PVA) yang dapat ditemukan pada lem cair bening, guar gums atau bubuk yang kaya akan serat, dan sebagainya. Lalu pada tahun 2015, khususnya di Indonesia, slime meraih kepopulerannya sebagai salah satu mainan anak.

Dari manfaat hingga bahaya bermain slime

Meskipun awalnya dipasarkan sebagai mainan anak, tapi permainan ini segera disukai juga oleh orang dewasa. Ternyata, bermain slime dapat mendatangkan banyak manfaat. Khususnya bagi anak, slime bisa berfungsi untuk menumbuhkembangkan karakter diri anak.

Hal itu bisa terjadi karena slime bisa melatih sensorik anak. Semakin sering anak bermain slime, unsur sensorik dalam tubuhnya akan semakin terlatih karena bermain slime berhubungan langsung dengan aktivitas tubuh. Slime juga bisa melatih kreatifitas anak karena memiliki berbagai warna dan tekstur kekentalan yang berbeda.

dAcCxXc7TE6SSBFY78RsjyDzF3e2py6E.jpg

Selain itu, ada juga manfaat lain dari bermain slime, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membuat bahagia

Bermain slime ternyata dapat membantu tubuh kita untuk menghasilkan hormon endorfin. Hormon endorfin ini adalah hormon yang dapat membuat hati kita menjadi lebih bahagia.

2. Menyalurkan emosi

Saat bermain slime, kita bisa melepaskan berbagai perasaan, seperti kebebasan, harapan, gairah, keberanian, dan lainnya.

Jika sedang marah atau emosi, kamu bisa segera memainkan slime. Dengan menekan, mengepal, atau menarik-narik slime, semua amarah, rasa kesal, dan perasaan negatif lainnya dapat tersalurkan dengan baik tanpa harus berteriak dan marah-marah kepada orang lain.

qCC291Y8TOD5-sWkU2mjTuZ6M1Gx9wt1.jpg

3. Mengasah kreativitas

Ketika kita sudah mengenal permainan ini, kebanyakan dari kita pasti ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat slime pun tidak susah untuk didapatkan.

Saat membuat slim itulah tingkat kreativitas kita akan dilatih. Biasanya, kita akan mencoba untuk membuat slime dengan variasi yang berbeda agar slime kita kelihatan lebih cantik dan bagus.

4. Menghilangkan jenuh

Kita pasti pernah merasa bosan, jenuh, pusing, galau, dan berbagai hal yang membuat kita tidak semangat. Namun, dengan bermain slime, pikiran kita akan teralihkan dan seketika rasa bosan dan jenuh tadi bisa hilang. Kalau sudah demikian, kita bisa semangat lagi untuk belajar atau mengerjakan hal lainnya.

***

Meskipun bermanfaat, ternyata slime punya cerita gelap juga, lho! Sebenarnya, salah satu bahan untuk membuat slime yang biasa dijual di pasaran adalah boraks. Bahan ini tentu tidak ramah terhadap anak, bahkan terhadap orang dewasa sekalipun.

Sayangnya, masih banyak orang yang seolah tak peduli dengan bahaya yang mengacam dari penggunaan boraks. Tidak heran, sering terjadi luka bakar yang disebabkan kontak langsung antara tangan dan boraks.

Dikutip dari Livescience (dalam Kumparan), ahli luka bakar Staten Island University Hospital di New York, Dr Michael Cooper menyebut sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan luka bakar.

Pertama, lamanya kontak dengan bahan kimia atau sumber panas. Kedua adalah kekuatan dari sumber panas. Terakhir, ketebalan kulit juga berperan, dan anak-anak punya kulit yang lebih tipis.

Menurut Cooper, boraks jarang menjadi pemicu luka bakar parah, mengingat bahan tersebut hanya dikategorikan sebagai iritan ringan. Namun, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, tidak ada salahnya membatasi kontak dengan boraks sebagai antisipasi, dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sesudah memainkan slime.

Selain luka bakar, racun pada slime yang menggandung boraks bisa masuk ke tubuh lewat sistem pernapasan, pencernaan, dan kulit. Coba perhatikan, tak jarang anak kecil memasukkan slime ke dalam mulutnya, bahkan dikunyah dan dicoba dimakan.

Dapat dipastikan, racun-racun itu bisa masuk ke dalam sistem peredaran darah anak. Tak jarang pula perilaku anak yang kerap mencium mainan juga jadi pintu masuknya zat-zat berbahaya. Akibatnya, racun dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan gangguan otak, kerusakan ginjal, dan lain sebagainya.

Cara membuat slime yang aman dan mudah

Setelah mendengar cerita tentang bahaya bermain slime, mungkin kamu jadi enggan bermain slime. Tapi, sebenarnya bahaya itu datang dari boraks yang digunakan sebagai salah satu bahan pembuat slime.

Jadi, kalau kamu masih ingin bermain slime tanpa harus takut akan terkena dampak negatif seperti yang sudah disebutkan di atas, kamu mungkin bisa mencoba membuat slime sendiri dengan bahan-bahan yang aman. Bahkan, kamu bisa membuatnya bersama anak-anak di rumah.

Simak caranya di bawah ini!

Membuat slime dengan tepung kanji

Tepung kanji ternyata bukan hanya bisa digunakan sebagai bahan makanan saja, melainkan bisa digunakan sebagai bahan pembuat slime. Perhatikan langkah pembuatannya berikut ini.

Bahan:

  • 400 ml air bersih
  • 2 gelas tepung kanji
  • 2 sendok teh pewarna makanan (warna bisa dipilih sesuai selera)
  • 150 gr minyak goreng

Cara membuat:

  1. Siapkan bahan yang nantinya akan digunakan untuk mengolah bahan.
  2. Kemudian masukkan semua tepung kanji ke dalam baskom tersebut.
  3. Tambahkan sedikit demi sedikit air ke dalam baskom tersebut, usahakan ada terus mengaduknya agar tak ada gumpalan tepung.
  4. Setelah tercampur rata dengan air, kemudian masukkan minyak goreng dan aduk rata. Anda bisa menambahkan minyak goreng lagi ke dalam adonan hingga adonan menjadi cair.
  5. Selanjutnya, masukkan pewarna yang telah disiapkan tadi. Aduk hingga rata.
  6. Masukkan slime ke plastik, ikat kuat dan slime siap digunakan untuk bermain.

Membuat slime dengan lem povinal

Bahan pokok dari lem povinal ini adalah tepung kanji sehingga bisa juga kamu gunakan untuk membuat slime.

Bahan:

  • 5 lem povinal
  • ΒΌ gelas air bersih
  • Baking powder secukupnya
  • 2 sendok teh pewarna makanan

Cara membuat:

  1. Siapkan baskom untuk tempat mengadon.
  2. Masukkan lem povinal ke dalam wadah berupa baskom; masukkan bersamaan dengan baking powder. Aduk kedua bahan tersebut hingga rata.
  3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar lem dan air tercampur rata.
  4. Masukkan pewarna ke dalam adonan tersebut. Tingkat kecairan bisa anda sesuaikan sendiri. Jika kurang cair, tambahkan air atau jika sebaliknya maka tambahkan lem povinal.
  5. Pindahkan slime ke tempat yang tertutup atau kedap udara. Kemudian, diamkan selama kurang lebih 30 menit, maka slime akan berkembang lagi menjadi lebih banyak.

Membuat slime dengan susu cair

Tidak hanya menyehatkan, susu bisa jadi salah satu bahan pembuat slime. Berikut langkahnya.

Bahan:

  • 1 kotak susu cair (bisa juga dengan susu kental, namun harus ditambah air terlebih dulu)
  • 1, 25 sdm tepung maizena
  • Vanili bubuk secukupnya
  • 2 sendok pewarna makanan

Cara membuat:

  1. Siapkan panci untuk membuat adonan slime.
  2. Masukkan susu cair ke dalam panci yang telah disiapkan. Masak susu cair dengan api kecil.
  3. Sembari menunggu susu cair mendidih, masukkan vanili sambil terus diaduk.
  4. Masukkan tepung maizena dengan terus diaduk. Pastikan tidak ada lagi gumpalan tepung maizena.
  5. Jika adonan slime dirasa kurang kental, anda bisa menambahkan tepung maizena lagi. Akan tetapi jika adonan terlalu kental maka tambahkan susu cair yang telah diseteril terlebih dahulu.
  6. Tunggu adonan hingga mendidih baru kemudian angkat dan dinginkan.
  7. Jika adonan slime sudah dingin, kemudian campurkan pewarna makanan ke dalamnya.
  8. Setelah tercampur rata, kemudian diamkan slime pada tempat yang tak terkena sinar matahari. Sebab sinar matahari bisa merusak adonan slime.

Itulah cara membuat slime dengan bahan-bahan yang aman bagi anak, juga bagi orang dewasa tentunya. Dengan bahan-bahan di atas, kamu tidak perlu khawatir lagi dengan bahaya boraks yang mengancam. Selamat bereksperimen!

R0I3lYcS5xt9xdsdWT8R8bn2oThFGTJG.jpg askmen.com

360 Views
Write your answer View all answers to this question