selasar-loader

Bagaimana cara membuat cerita cinta romantis?

LINE it!
Answered Mar 19, 2018

Saya ingin menjadi penulis, namun sulit sekali menulis cerita cinta yang romantis. Bagaimana caranya? Mohon bantuan para suhu penulis di Selasar. Terima kasih sebelumnya.


Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Cerita cinta romantis adalah tema tulisan paling disukai di seluruh dunia. Menurut data dari Romance Writers of America, genre ini mampu menghasilkan keuntungan hingga 1,08 miliar dolar per tahunnya. Tentu ini belum termasuk dengan novel-novel selfpublishing yang belum mampu di-track keuntungannya karena tidak melalui penerbit resmi.

Menulis cerita romantis sehingga mampu menyentuh perasaaan pembaca adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki penulis roman. Tidak hanya Romeo and Juliet, Sam Pek Eng Tay, Laila Majnun, juga berbagai romansa hadir memperkaya khazanah dunia fiksi roman di dunia. Hampir di setiap negara memiliki cerita cinta yang melegenda dan menjadi kisah turun temurun yang wajib dibaca oleh genarasi di sana.

m1Cy1_2rnoCzjlke4L7f7eiOHERAS-FL.jpg

Untuk menghasilkan karya dengan cerita cinta yang layak untuk terus dikenang, tentu tidak sembarangan. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian penulis. Menurut Jennifer Lawler, seorang penulis yang telah menulis 15 novel roman dalam berbagai subgenre dan juga mantan editor akuisisi untuk penerbit romansa, ia memberikan beberapa tips khusus kepada para penulis agar mampu menulis cerita romantis yang patut mendapat tempat di hati pembaca. Bagaimana caranya?

1. Baca kisah roman

7fmdyQXOmX9fEG8g72Kd_mVPViLGIlFT.jpg

Tentu sangat mengejutkan jika ada penulis yang ingin membuat genre ini, tetapi ia tidak pernah menjadikan dirinya sebagai pembaca kisah roman. Jika kamu sendiri sebagai penulis tidak tertarik untuk membaca genre roman, bagaimana bisa kamu berpikir kamu akan menulis roman? Tahukah kamu, membaca kisah roman ternyata akan membantu kamu untuk fokus pada subgenre roman apa yang akan kamu tulis. Kamu akan semakin kaya dan mengetahui seluk beluk genre ini karena kamu adalah pembaca yang selalu menbaca genre roman.

2. Ikuti rumusnya

v__NgM1OKJrFpfdy2mv2eoEdcyWlADRA.png

Rumus membuat cerita cinta ini tentu tidak seperti rumus matematika yang kamu pikirkan. Tapi kamu harus mengetahui, saat membaca genre ini, biasanya pembaca mengharapkan beberapa hal, seperti:

  • Seseorang yang dia cintai dan bagaimana dia mampu mendapatkan simpati dari orang yang dicintainya
  • Konflik yang masuk akal. Konflik ini harus mampu menjadi alasan mengapa dia dan orang yang dicintainya tidak bisa bersatu.
  • Bahagia selamanya. Ending seperti ini tidak harus diakhiri dengan menikahnya dia dengan orang yang dicintainya. Namun cerita yang mampu menjelaskan bagaimana sang tokoh mampu menerima segala perbedaan yang terjadi dan berkomitmen satu dengan yang lainnya.

Kira-kira itulah rumus atau kerangka besar yang harus ada pada cerita cinta yang sedang kamu tulis.

3. Fokus pada emosi

UFLBHqP_JcjCN2CPqCYQ2sSSErOZWzJN.jpg

Pada dasarnya pembaca membaca genre ini karena mereka ingin merasakan sesuatu. Roman yang baik memiliki hikmah di baliknya, meskipun terdapat banyak sisi gelap tokoh atau peristiwa yang tidak diinginkan yang ada di dalamnya. Dalam menulis cerita romantis, kamu harus mampu membangkitkan emosi pembaca, membuat emosi pembaca teraduk-aduk karena membaca kisah pengorbangan tokoh untuk orang yang dicintainya. Pastikan cerita cinta ini tidak berkisah mengenai cinta bertepuk sebelah tangan karena cerita cinta yang romantis adalah tentang kisah saling mencintai satu sama lain yang dapat ikut serta mengaduk-aduk emosi pembaca.

4. Jangan “gantung”

U8K3w1ofq2rZ4VFPv6y9wJCLq361qH1C.jpg

Meskipun cerita cinta lebih banyak berkisah mengenai perasaan, menghabiskan banyak waktu untuk berkutat isi kepala tokoh tentu adalah hal yang membosankan. Kamu harus terus menulis sampai mampu membawa cerita pada kesimpulan atau ending yang baik. Kamu bisa membawa cerita lebih hidup dengan memperlihatkan emosi yang dirasakan tokoh saat konflik terjadi.

5. Perhatikan alur!

nw7-ltSkb2KQkJHVP90NVFNw6sRytdE7.png

Jangan sampai kamu menulis roman dengan memberikan perspektif yang melompat lompat dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain pada sebuah alur yang terjadi. Hal ini akan membingungkan pembaca dan pembaca akan kesulitan memahami yang terjadi. Kamu juga sebaiknya tidak terlalu lama mendeskripsikan perasaan tokoh hingga terlalu dalam. Ini sangat menyebalkan karena pembaca akan diajak untuk menyelami isi kepala tokoh terlalu lama tanpa tahu kapan akan mengetahui akhir dari konflik pada cerita cerita romantis yang kamu buat.

6. Perjelas kisah cinta yang kamu tulis

MspFFWQJR32okSWD4SHrq4wSf9Shq3rK.jpg

Di banyak kisah cerita romantis, banyak penulis yang menjadikan sejarah sebagai latar cerita mereka atau tepat-tempat bersejarah sebagai latar tempat yang mendasari berlangsungnya cerita. Hal itu membuat penulis sibuk menceritakan latar sebagai salah satu deskripsi penting dari unsur cerita. Tapi satu yang harus menjadi perhatian kamu, cerita romantis dari tokohmu lah yang utama yang harus kamu sampaikan kepada pembaca. Jangan sampai kamu menulis hal mengenai perjuangan hidup tokoh hingga 50 halaman dan lupa menyelipkan cerita cinta yang harusnya terjadi.

7. Ceritakan ketertarikan antartokoh

x4Xwrms5fYJ6eNBAtEaG5cPcKTcasXP1.jpg

Pembaca perlu diyakinkan bahwa tokoh yang kamu ciptakan memang menarik dan pantas dicintai. Ketertarikan fisik menjadi hal yang penting dibangun dalam menulis roman. Tentu tidak melulu mengenai hal-hal yang berbau seksual, tetapi hal yang mampu meningkatkan kesan pembaca dalam membaca tokoh yang saling mencintai.

Kira-kira itulah tips yang bisa kamu ikuti ketika kamu ingin membuat cerita cinta romantis yang akan disukai pembaca. Jangan lupa, pastikan kamu pernah jatuh cinta sebelum kamu menulis cerita cinta romantis untuk orang lain. Selamat menulis!

331 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored