selasar-loader

Siapa itu Fiersa Besari?

LINE it!
Answered Mar 18, 2018

Fani Widiaschatzi
Love to learn, learn to love

Siapa yang tak kenal Fiersa Besari? Lelaki kelahiran Bandung, 3 Maret itu memang sedang digandrungi banyak remaja masa kini. Namun, saat mencoba mengetikkan namanya di mesin pencari Google, tidak banyak laman yang menyuguhkan kita perkenalan lengkap soal dirinya. Nah, sekarang, coba kenalan yuk dengan penulis sekaligus musisi asal Bandung ini!

Fiersa Besari, atau yang lebih akrab disapa Bung, adalah seorang penulis buku sekaligus musisi asal Bandung. Seperti yang dituturkan oleh Martina Mochtar di Selasar, saat di kampusnya dulu, Fiersa adalah satu-satunya akang ter-“mencrang” di kampus karena kulit putihnya serta rambut gondrong khas anak band yang sedang hits pada masa itu. Di tahun-tahun terakhir perkuliahan, Fiersa mulai terlihat unik. Fiersa yang semula agak jahil dan senang bergaul, tiba-tiba sering terlihat sendiri di pojok kampus. Gaya berbusananya juga terkesan lebih cuek.

https://4.bp.blogspot.com/-TmESVukPlC8/WM9NIlMHQHI/AAAAAAAAADQ/yGa61aij3Xws0pC04vKmiWMkSa5WlC8PQCLcB/s1600/medkit.jpg fiersabesari.blogspot.com

Setelah menyelesaikan pendidikannya di jurusan Sastra Inggris di STBA Yapari ABA Bandung, Fiersa Besari atau yang juga akrab dengan panggilan Bung ini malah menjauhi disiplin ilmu yang telah ia pelajari dan berujung membuka studio rekaman. Di studio rekaman inilah ia mengenal banyak musisi sekaligus mengembangkan karir musiknya. Bung kemudian merilis beberapa album solo sejak tahun 2012 sebelum mengalami fase patah hati dan akhirnya berkelana keliling Indonesia selama tujuh bulan untuk mencari jati diri. Wah, benar-benar keren, ya, Fiersa Besari ini!

Fiersa Besari dan Lagu-lagu Galau

Berbicara soal karier musiknya, Fiersa Besari aktif bermusik sebagai vokalis band indie postrock Climacteric hingga menelurkan album bertajuk '11:11' (2012) dan berlanjut dua album berikutnya. Kemudian, “Tempat Aku Pulang” menjadi album keduanya. Setelah mengeluarkan album, dia mengeluarkan album buku yaitu Konspirasi Alam Semesta yang berisi 14 lagu, dibarengi dengan naskah albook (album/buku). Bung memiliki hobi membaca sampai dia pun mendirikan komunitas bernama Pecandu Buku.

Fiersa banyak menciptakan lagu bertema cinta dan patah hati. Diksi-diksi yang ia gunakan terkesan sederhana, tapi tetap kaya makna. Musiknya yang easy listening bisa membuat banyak orang ketagihan untuk mendengarkan lagu-lagunya, terutama bagi mereka yang sedang galau dengan asmara.

vepqgBVl-TSzMwGGpJyG8cxaCYsV80xX.jpg pixabay

Kalau kamu mau coba mendengarkan lagu-lagunya, https://tambo.co.id merekomendasikan empat lagu dari Fiersa Besari yang akan selalu siap menemani kegalauanmu.

1. “Juara Kedua”

Lagu ini merupakan single pertama dari album ketiga yang dirilis tanggal 7 Juni 2015. Lagu ini menjadi salah satu lagu yang wajib ada di playlist musik karena lagunya yang easy listening dan diksi-diksi yang digunakan seolah tepat menggambarkan lelahnya seseorang yang terlibat cinta segitiga.

Mampukah kekasihmu setangguh aku
Menunggu tapi tak ditunggu, menahan tapi tak ditahan

Itu adalah kutipan lirik lagu “Juara Kedua”. Lagu ini mengisahkan tentang laki-laki yang telah lama menjalin kasih dengan seorang gadis tanpa sepengetahuan kekasih si gadis. Namun lama kelamaan, dia lelah mencintai gadis itu secara diam-diam. Akhirnya, dia menuntut kepastian dari si gadis. Dia tak ingin lagi hanya menunggu dan bertahan.

Lagu ini menyiratkan bahwa cinta harus punya kepastian. Cinta segitiga harus diakhiri, walaupun itu akan menyakiti salah satu di antara mereka. Namun, bahagia tanpa harus menyakiti pihak lain adalah pilihan yang harus ditetapkan.

Fhbj6o-NzlBIrIKdmc9TdeFpXbojEhT4.jpg pixabay

2. “Melangkah Tanpamu”

Kalau lagu yang satu ini adalah salah satu lagu dari album pertama Fiersa, “11:11”. Lagu ini mengisahkan seseorang yang merasa menyesal telah meninggalkan kekasihnya. Kini, dia tak tahu harus bagaimana menjalani hidupnya tanpa kekasihnya. Dia berharap ada jalan untuknya yang ingin kembali. Namun, kini dia tak tahu di mana keberadaan kekasihnya sekarang dan kini dia hanya tersiksa dalam rasa rindu. Berikut ini adalah kutipan lirik lagunya. Siap-siap jadi galau, ya!

Aku yang bodoh melepasmu
Hal terbaik yang pernah ada
Di hidupku kini aku tak tahu
Bagaimana cara melangkah tanpamu

3. “Nadir”

Lirik dalam lagi ini pas untuk kamu yang sedang terbayang-bayang mantan. Lagu ini seakan mendukung kegalauanmu, berkisah tentang seseorang yang ingin mengulang masa-masa indah sebelum dia dan kekasihnya berpisah.

Sebelum dirimu pergi
Dan janjimu hilang arti
Lihatlah perjuanganku
Namun jika memang harus
Berakhir sampai di sini
Biar ku berharap dengan hati yang keras kepala

Dari liriknya, "si aku" jelas masih sangat mendambakan kekasihnya. Dia meminta untuk mempertimbangkan kembali keputusan kekasihnya sebelum benar-benar ingin pergi. Dia berharap agar kekasihnya melihat perjuangannya selama ini. Dia akan memohon dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, walau kini dia dan kekasihnya bagai dua orang asing yang tak saling tanya. Waduh, galau maksimal yang tidak terelakkan, nih!

4. “Hingga Nafas Ini Habis”

Meski hidup berat
Kau memilikiku
Ku kan menjagamu
Hingga nafas ini habis

Dari liriknya yang dalam, lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang tak ingin kehilangan kekasihnya. Dia berharap untuk akan selalu bersama, tetap saling memilik dan akan selalu ada di kala suka dan duka selamanya, sampai akhir hidupnya.

Lagu mana yang paling cocok dengan kamu?

Mgj8EkyRy6AJrz19cIPtyxycoCJ3TVym.jpg youtube

Memulai Perjalan Karier sebagai Penulis

Tulisan-tulisan Fiersa kerap diunggah di dunia maya. Publik pun makin mengenalnya. Sejak sebuah buku miliknya yang berjudul Garis Waktu diterbitkan oleh MediaKita (Agromedia Group), dia mantap berkiprah sebagai penulis. "Dari awal musik dulu, menulis itu bagi saya cuma senang-senang saja. Bukan jadi pembaca buku yang gila, tapi intensitas membaca saya sudah lebih baik dari dulu," ujar Fiersa seperti dikutip dari hot.detik.co (20/02/2018).

Pada bulan April 2013, pria yang akrab disapa Bung itu mulai berkeliling Indonesia. Dia mencoba mencari jati diri dan memahami arti dari perjalanan. Selama delapan bulan, Fiersa mulai menjelajah. Penjelajahannya berawal dari kota asalnya di Bandung, lalu ke Sumatera sampai Titik Nol di Pulau Sabang.

Tidak berhenti sampai di situ, perjalannya berlanjut ke Sulawesi hingga akhirnya ia menjejakkan kaki Jayapura di Tanah Papua. Fiersa tak lagi menjadi musisi indie yang mencari keeksisan dan ketenaran dalam berkarya. Perjalanan dan petualangan sepertinya punya ikatan erat, nih, dengan Fiersa! Hasil tulisannya, tidak bisa tidak, dipengaruhi juga oleh pengalamannya selama melakukan perjalanan.

Fiersa sepertinya memang banyak belajar dari orang lain. Misalnya saja, ketika mengunjungi Gunung Sinabung kala itu, Fiersa sampai mengobrol dengan masyarakat sekitar. Atau ketika di Jayapura saat gerakan separatis terjadi, kabarnya banyak yang segera turun gunung dan warung-warung langsung tutup karena takut.

"Banyak hal yang membuat saya tertarik dan digali lebih dalam. Saya cari tahu juga peristiwa di belakangnya. Nah, cerita Juang yang diculik kelompok separatis, saya tanya balik ke warga tinggal di sana, kalau diculik gimana, ternyata sesuai dengan plot fiksi yang saya tulis," terang Fiersa seperti dikutip dari hot.detik.co (20/02/2018). Meski begitu, karya-karya lainnya pun banyak terinspirasi dari cerita teman-temannya. Di balik tulisannya, Fiersa pun menyelipkan pesan realisme sosial seperti yang tertuang dalam buku Pramoedya Ananta Toer.

Masih dikutip dari hot.detik.co (20/02/2018), dalam buku-buku yang ditulisnya, Fiersa menuliskan karakter bernama Juang yang merupakan jurnalis idealis yang diculik oleh kelompok separatis. Dalam bukunya, diceritakan peristiwa Gunung Sinabung sampai gerakan separatis yang sedang gencar-gencarnya.

Sejak September 2016 sampai kini, Fiersa sudah menerbitkan tiga buku. Garis Waktu yang memuat pemikirannya berhasil terjual lebih dari sepuluh ribu eksemplar. Buku kedua yang berjudul Konspirasi Alam Semesta diterbitkan dengan konsep album buku (Albuk), dan terakhir, Catatan Juang yang merupakan spin-off dari buku sebelumnya.

Kata-kata yang digoreskan pendiri Komunitas Pecandu Buku itu mampu menghipnotis para penggemar dan pembaca setianya. Tak sembarang kata-kata romantis, secara sederhana tulisannya membawa pesan yang lebih mendalam.

6wQl56FKYXiAxOoE8by4k8PuoVNHG9k1.jpg pixabay

Fiersa Besari dan Kutipan Tentang Kehidupan

Pasti akan ada saatnya kita merasa bahwa kita sedang menjadi hidup yang susah. Atau mungkin ada kalanya kita juga merasa tidak berguna. Mungkin juga suatu ketika kita bingung dengan bagaimana nanti kita akan menjadi; menyesali banyak hal yang telah diputuskan dan berharap ada yang bisa membuat waktu diputar ulang. Tidak bisa dipungkiri, itu adalah salah satu fase menuju kedewasaan.

Kalau kamu mungkin sedang merasakan hal demikian, dan merasa tidak ada orang lain yang bisa kamu ajak berbagi, kamu bisa coba simak kutipan dari Fiersa Besari seperti dilansir dalam Hipwee berikut ini.

Banyak orang yang mengagumi senja, karena senja selalu identik dengan romantisme.
Sementara kamu, apakah pernah mendapatkan hal itu?
Menangis dan kelemahan itu hal yang berbeda. Tergantung bagaimana kamu bersikap setelah usai kesedihanmu!
Setelah putus cinta, cobalah buka kembali hatimu. Karena seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu
Sebelum memutuskan untuk kembali merajut hubungan, tegaskanlah pada dia atau dirimu sendiri: niat menjalin sebuah ikatan?

Tak perlu risau tentang masalahmu, sebab kamu masih mempunyai sahabat yang senantiasa akan sigap di sisimu!
Setelah kamu gagal dalam hubungan asmara dan memilih untuk pergi, harusnya kamu bangga dengan keputusanmu sendiri!
Fokuslah pada mimpi dan cita-citamu. Semakin kamu mengejar, semakin dekat pula dia padamu

Segala hal pasti ada jalan. Sekalipun kamu buntu dan tersesat di antaranya
Sekadar membagi kebahagiaan sih tak masalah, tapi memamerkannya pada khalayak, itu bukan keharusan!
Lagipula, kalau memang berjodoh, suatu saat nanti pasti akan bertemu. Serahkan pada kuasa Yang Maha!

Nah, sekarang, kalau ada yang terlanjur ngefans dengan Fiersa Besari atau ingin tahu lebih banyak lagi tentang dirinya, kamu bisa follow langsung Twitternya di @FiersaBesari, baca blognya di tempatakupulang, subscribe YouTubenya di Fiersa Besari, dan follow Instagramnya di @fiersabesari. Buat tambahan aja, nih, seperti kata Martina Mochtar, Fiersa adalah sosok dengan deretan karya puisi, musik, buku, 7000 lebih pengikut Youtube, belasan ribu pengikut di Facebook, 165K pengikut Instagram dan apresiasi-apresiasi lainnya.

Terima kasih dan salam!

 

2884 Views
Write your answer View all answers to this question