selasar-loader

Apa saja 5 jenis anjing yang berasal dari peradaban kuno?

LINE it!
Answered Mar 13, 2018

Saya penasaran dengan anjing ras murni dan kaitannya dengan peradaban kuno. Bisakah sebutkan 5 saja anjing yang berasal dari peradaban kuno?


Selasar Informasi
Akun Selasar untuk Berbagi Informasi

Anjing adalah hewan peliharaan yang menyenangkan dan bermanfaat. Seekor anjing bisa jadi teman yang setia, terutama jika telah tinggal lama dengan majikannya. Karena itulah, pertemanan manusia dan anjing telah berlangsung sejak masa lampau.

Dalam peradaban kuno, anjing lebih dari sekedar teman. Ia adalah rekan berburu yang baik, disebabkan oleh penciumannya yang tajam dan aerodinamika tubuhnya yang memungkinkan ia untuk bergerak cepat dan lincah dalam berburu. Sifatnya yang setia membuat hewan ini dipercaya menjaga tempat-tempat penting. Dalam titik tertentu, hubungan manusia dan anjing bahkan melewati dunia perburuan dan penjagaan; hewan ini juga dijadikan lambang penyebaran sebuah agama dan dirampas dalam peristiwa politik. Karena itulah, manuskrip-manuskrip kuno seringkali menyertakan anjing dalam keterangannya.

Seiring berjalannya waktu, anjing mengalami asimilasi berupa perkawinan antarras. Ini membuat anjing-anjing dengan ras murni dihargai sangat mahal. Tapi, tahukah kamu apa saja anjing-anjing yang berasal dari peradaban kuno tersebut?

 

Egyptian Pharaoh Hound

NqrryM6-uj04TfsDR40F_A7bjHtuOO2c.jpg

Egyptian Pharaoh Hound adalah salah satu ras anjing yang paling tua. Anjing ini merupakan jenis anjing pemburu. Mereka berburu dengan mengandalkan penglihatan dan penciuman. Gerakannya lincah dan gigitannya kuat.

Egyptian Pharaoh Hound berasal dari peradaban Mesir Kuno dan digunakan untuk berburu hewan-hewan seperti antelop. Keberadaan Egyptian Pharaoh Hound dalam peradaban Mesir Kuno dibuktikan melalui gambar anjing ini di dinding makam Pharaoh Antefa II yang berasal dari tahun 2300 SM, dikutip dari Qubicle.

Egyptian Pharaoh Hound dibawa dari Mesir ke Malta oleh para pedagang Phoenician. Di Malta, jenis anjing ini digunakan untuk berburu dan menangkap kelinci. Karena itulah mereka diberi nama Kelb tal-Fenek atau Anjing Kelinci.

Sebagai anjing ras murni tertua, anjing ras Egyptian Pharaoh Hound dihargai hingga $6.500 atau sekitar 91 juta Rupiah.

 

Afghan Hound

-dOkYS6_ueWNI6YHkCSeBtO9B-pqL-jq.jpg

Mesir boleh punya “Anjing Firaun”, namun julukan “raja anjing” justru jatuh pada anjing ras murni yang berasal dari Afganistan. Ya, negara yang menjadi wilayah konflik utama Perang Dingin ini tidak hanya memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga kekayaan hewani yang mengagumkan sejak pandangan pertama. Mereka menamainya Afghan Hound.

Afghan Hound memiliki penampilan sebagai anjing yang elegan. Tulang panggulnya menonjol. Tubuhnya tinggi dan ramping. Lehernya panjang. Bulu panjangnya yang lurus menjuntai akan bergoyang anggun seiring langkah keempat kakinya. Tidak dapat dipungkiri lagi, Afghan Hound adalah anjing yang glamor, peliharaan ideal orang-orang superkaya.

Namun, Amanda O’Neill dalam bukunya, What Dog?, mengatakan bahwa Afghan Hound sebenarnya adalah jenis anjing pemburu yang mengandalkan kecepatan dan penglihatan. Hewan buruannya bukan sekedar marmut atau kelinci, melainkan juga macan tutul dan serigala. Karena itulah jenis anjing ini dapat diandalkan sebagai anjing gembala.

Di dalam sejarah, anjing ini dipercaya telah ada sejak zaman Mesir kuno dan lukisannya ditemukan di dalam suatu gua di Afganistan sekitar 4000 tahun yang lalu dan dimanfaatkan sebagai anjing gembala dan pemburu. Fungsinya baru mengalami pergeseran pada abad ke-19. Kala itu, Afghan Hound yang disebarkan di negara-negara Eropa menjadi binatang peliharaan mewah dan sejak itu, julukan sebagai "raja anjing” mengemuka.

Sebagai “raja”, Afghan Hound cukup supel. Ia mampu bergaul dengan baik bersama hewan-hewan lainnya.

 

Pekines

VsI2_jXzgBzBddBnvJ3DgX6dk4i6r7HB.jpg

Pekines atau Anjing Peking adalah jenis anjing berukuran relatif kecil yang berasal dari Dinasti Tang, Cina, pada abad ke-8. Menurut Caroline Coile (2006) pada bukunya, Pekingese, penelitian menggunakan DNA membuktikan bahwa anjing ini termasuk salah satu ras yang paling tua di dunia.

Pekines adalah simbol keagaaman yang dianggap suci pada masa dinasti Han, Tang, dan Sung. Anjing ini dihormati sebagai lambang penyebaran agama Buddha dari Tibet ke Cina pada tahun 700 SM. Popularitas Pekines bergantung pada Buddhisme. Sebab, pada masa pemerintahan Dinasti Ming, popularitas Pekines sempat menurun seiring dengan penurunan Buddhisme. Walaupun begitu, anjing ini tetap menjadi hewan peliharaan para kasim dan perempuan.

Dinasti Ming dikalahkan oleh Suku Manchu pada abad ke-17. Kemenangan Suku Manchu memberikan dampak bagi populasi jenis anjing Pekines. Buddhisme kembali meningkat dan pemilik gelar “anjing singa” ini kembali dijadikan lambang keagamaan.

Tidak hanya agama, politik juga menjadi latar belakang yang menyertai perjalanan ras jenis anjing ini. Pada tahun 1860-an, Inggris menjarah istana kekaisaran Cina dan membawa beberapa anjing ini ke negaranya.

Pekines adalah tipe anjing pendamping yang berhati-hati. Untuk melatihnya, dibutuhkan konsistensi dan kesabaran karena anjing ini memiliki sifat keras kepala dan mandiri. Anak anjing Pekines terkenal suka bermain. Apabila dewasa, jenis anjing ini lebih tenang dan menyukai jalan-jalan.

Jenis anjing ini juga memiliki karakter yang lebih “priyayi” dibandingkan dengan Afghan Hound. Pekines tidak selalu dapat berdampingan dengan anak kecil dan tidak menyukai permainan yang bersifat kasar. Sifat “priyayi” lainnya dari Pekines adalah tidak cocok bermain dengan anjing lain. Anehnya, jenis anjing ini justru dapat hidup bersama kucing, meskipun tidak dapat dipukul rata bahwa semua anjing Pekines bisa hidup dengan kucing.

 

Sharpei

GyjjBa1PKexh0LtK2-i4JSQU7OWBrUN-.jpg

Sharpei adalah jenis anjing yang berasal dari provinsi Guangzhou, daerah yang terkenal dengan anjing penjaganya. Ciri fisik yang paling mudah dikenali adalah bentuk tubuhnya yang dipenuhi kulit keriput, mengingatkan kita pada jenis anjing Bullldog. Namun, keriput ini akan semakin berkurang seiring pertumbuhannya. Sharpei memiliki lidah berwarna biru kehitaman.

Karena berasal dari wilayah yang terkenal dengan anjing penjaga, Sharpei dianggap sebagai anjing agresif, berkarakter petarung sehingga mampu menjaga dengan baik. Namun, sifat dasar Sharpei adalah pemalas. Ia dijadikan anjing penjaga keluarga kerajaan di Cina karena sifatnya yang setia dan kemampuan bertahannya yang dimungkinkan melalui kulitnya yang tebal. Ini kemudian memunculkan dugaan bahwa jenis anjing Sharpei kerap diberi obat agar tampil agresif.

Adalah Mao Zedong yang membuat keberadaan Sharpei menjadi langka. Sejak berkuasa, ia menumpas semua yang berhubungan dengan kerajaan, termasuk populasi anjing Sharpei. Akibatnya, ras ini pernah tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai anjing terlangka di dunia.

 

Saluki

YVDLDZISEP2gm3xTnua-x5WXi_twmqCd.jpg

Saluki atau Greyhound Persia kemungkinan adalah jenis anjing piaraan yang paling awal di dunia, kemungkinan dibiakkan manusia sejak 7000 tahun yang lalu. Temuan terbaru tentang asal mula Saluki adalah sebuah ukiran kuno yang ditemukan di Tepe Gawra yang kini adalah Irak.

Saluki dikenal luas karena kecantikan, kecepatan, dan ketahanannya. Kualitas ini didapat karena Saluki turut menemani manusia mengembara dengan melintasi wilayah Timur Tengah dari gurun Sahara ke Laut Kaspia. Pengembaraan ini membuahkan berbagai jenis sub-tipe Saluki, dari variasi warna dan kulitnya pada sepanjang daerah-daerah tersebut.

Ilustrasi via 101dogbreeds.com dan wikimedia.org

 

Baca juga:

Apakah anjing Rottweiler sangat berbahaya dan galak?
Jangan Pelihara Anjing Gembala Jerman Sebelum Baca 8 Hal Ini!
Bagaimana cara mudah merawat anjing Mini Pom?

520 Views
Write your answer View all answers to this question