selasar-loader

Apa 3 aplikasi Google Play paling canggih dan berguna?

LINE it!
Answered Mar 12, 2018

Jika ponselmu hanya mampu menampung 3 aplikasi Google Play, apa saja apps yang kamu pilih? Apa alasannya?


Anggun Widiastuti
(Bercita-cita menjadi) seorang Polyglot.

Pertama, saya akan memilih aplikasi Google Translate. Google Translate adalah aplikasi dari Google yang paling berguna selain mesin pencarinya, tentu saja. Tujuan utama dari Google Translate sangat sederhana: memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya. Namun, dari aturan dasar yang sederhana ini, manfaatnya luar biasa bagi saya. It is more than shifting behaviour from turning pages to tapping the screen.

UONzZB1HgkaqnkKhoaJguCS9g_B06fgc.jpg

Kehadiran aplikasi Google Translate buat saya adalah penyelamat dari rasa pegal-pegal dan tas jebol yang menghantui karena terlalu banyak membawa kamus. Dulu setiap mengikuti kuliah bahasa, kita diharuskan membawa kamus demi kelancaran proses belajar. Kalau saya mengikuti beberapa kuliah bahasa dalam satu hari, akan seberapa tebal isi tas saya? Apalagi, saya juga bergabung dalam Komunitas Polyglot Indonesia yang fokus utamanya ialah bahasa.

Yang sedih dari menggunakan kamus tanpa aplikasi Google Translate adalah jika kuliah itu hanya diikuti selama 1 semester sementara harga kamusnya sangat mahal. Sudah keluar uang banyak, dipakainya hanya sebentar. Duh, sayang sekali. Maka dari itu, kehadiran aplikasi Google Translate benar-benar sangat membantu saya yang senang belajar bahasa. Bersyukurlah mahasiswa sastra zaman sekarang yang senang sekali ambil kelas bahasa di luar program strudinya.

Yang paling keren dari aplikasi Google Translate menurut saya adalah perkembangan aplikasinya. Selain bisa mendeteksi bahasa tertentu saat di-input (ketika tidak tahu pasti bahasa apa), Google Translate juga mampu menerjemahkan bahasa melalui scanning foto. Buat saya ini keren banget, sih.

Google Chrome menjadi aplikasi kedua yang saya anggap berguna sehingga layak untuk dipertahankan. Memang, ada browser bawaan ponsel yang bisa digunakan, namun saya tidak terbiasa dengan penggunaannya. Mungkin tampilannya yang menurut saya jadi masalah. Ya, saya merasa asing dengan tampilannya dan lebih terbiasa berselancar di dunia maya dengan aplikasi ini.

Dengan aplikasi Google Chrome pula, saya bisa menghemat space di ruang hape kala ingin membuka Gmail. Jadi, tidak perlu pasang Gmail dan aplikasi surat menyurat lainnya. Saya juga tidak perlu memasang media sosial seperti twitter dan facebook (sejujurnya, saya juga sudah nggak main ini lagi, sih) sehingga terhindar dari notifikasi-notifikasi yang dikirimkannya. Ini membuat saya jadi lebih fokus dalam membaca buku dan membuat soal-soal untuk murid saya.

Aplikasi paling berguna nomor 3 adalah Google Maps. Analoginya sama seperti yang pertama, yaitu kemudahan dalam membawa. Saya tidak perlu bawa peta dan menjadi Dora karena kebanyakan bertanya kepada orang-orang, hehehe.

Akui sajalah, membentangkan peta itu hanya keren di film-film. Dalam dunia nyata, itu sangat merepotkan. Aplikasi Google Maps menjawab masalah itu.

Selain itu, fitur-fitur dari aplikasi Google Maps yang memungkinkan kita menyertakan titik macet dan estimasi waktu perjalanan juga menolong saya. Belum lagi fitur offline yang ditawarkannya. Semua alasan ini sudah cukup membantu saya untuk mempertahankan aplikasi Google Maps.

Iya, memang masih ada Waze sih di Google Play. Toh Anda dapat memilih aplikasi lain sejenis selama menggunakan ponsel Android. Tapi saya kurang nyaman dengan interface-nya. Lagipula, kalau ada satu aplikasi yang terintegrasi dengan ekosistem besar seperti di Google, kenapa harus pakai aplikasi Android yang lain? Ini bukan iklan, ya.

Well, am I a Google fangirl?

250 Views
Write your answer View all answers to this question