selasar-loader

Apa saja 3 manfaat kunyit yang jarang orang ketahui?

LINE it!
Answered Mar 12, 2018

Duljahari Wilakamar
Orang tua yang senang belajar apa saja

Masakan Nusantara seringkali menggunakan kunyit sebagai bumbu yang menambah rasanya. Kunyit memiliki ciri-ciri berupa bentuk yang seperti jari tangan lengkap (kulitnya yang bergaris-garis), aromanya sangat khas, dan rasanya sedikit pahit. Kunyit memiliki daging berwarna kuning. Uniknya, daging kunyit mudah melekat di jari-jari tangan dan pakaian, sehingga tidak mengherankan jika kunyit sering dijadikan bahan pewarna makanan seperti tahu atau nasi kuning.

Dalam masakan, kunyit biasanya diolah dengan cara dihaluskan, dibakar, diparut, atau dirajang tipis. Selain rimpangnya, daun kunyit juga sering digunakan untuk menyedapkan masakan, terutama masakan Padang. Masakan lain yang akrab dengan penggunaan kunyit adalah nasi kuning, gulai, pepes, dan ayam goreng.

Meskipun kunyit sangat mudah ditemui dan akrab dengan masakan-masakan Nusantara, namun tanaman ini dipercaya berasal dari kawasan India. Karena itulah kunyit juga digunakan dalam hidangan semacam kari.

Selain sebagai bumbu masakan, kunyit juga sering dijadikan jamu yang dipercaya memiliki segudang manfaat. Kunyit bahkan dikemas bersama asam jawa sebagai minuman modern yang membantu melancarkan haid.

1. Antiinflamasi (peradangan)

Selama ini, madu dipercaya memiliki kandungan antiinflamasi, padahal khasiat kunyit pun sama. Kandungan minyak dalam kunyit telah menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang signifikan dalam berbagai model eksperimental dan penelitian. Khasiat kunyit ini lebih kuat dari minyak atsiri.

Adalah pigmen kuning atau jingga dari kunyit yang disebut curcumin. Curcumin dianggap sebagai agen farmakologis utama dalam kunyit. Dalam banyak penelitian, efek antiinflamasi dari curcumin telah terbukti sebanding dengan obat hydrocortisone dan fenilbutazon sebagai zat antiinflamasi seperti Motrin. Berbeda dengan obat-obatan yang berhubungan dengan efek toksik yang signifikan (pembentukan ulkus, penurunan jumlah sel darah putih, dan pendarahan usus), curcumin tidak menghasilkan toksisitas.

2. Menangkal Rheumatoid arthritis (peradangan sendi kronis)

Radang sendi yang menyebabkan rasa sakit serta kerusakan di bagian sendi disebabkan oleh partikel-partikel radikal bebas. Studi klinis telah membuktikan bahwa curcumin dalam kunyit juga diberikannya efek antioksidan yang sangat kuat. Sebagai antioksidan, curcumin mampu menetralisir radikal bebas, zat kimia yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sel-sel sehat dan membran sel. Hal ini penting dalam banyak penyakit, salah satunya adalah radang sendi, di mana

Kandungan kunyit yang dapat memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi membuat banyak orang dengan penyakit sendi merasa sangat lega setelah mengkonsumsi herbal ini. Dalam sebuah penelitian terbaru tentang pasien dengan Rheumatoid arthritis (peradangan sendi kronis), curcumin dibandingkan dengan fenilbutazon akan menghasilkan perbaikan sendi yang sebanding dalam durasi singkat seperti kaku pada pagi hari dan mengurangi pembengkakan sendi.

3. Mencegah Kanker

Kegunaan kandungan antioksidan curcumin tidak berhenti sampai di situ. Ia juga melindungi sel-sel usus besar dari radikal bebas yang dapat merusak DNA. Proses ini sangat bermanfaat bagi usus besar yang regenerasi selnya berlangsung dalam frekuensi yang cepat, kira-kira setiap tiga hari. Karena replikasi sel ini sering terjadi, mutasi DNA pada sel usus dapat menyebabkan pembentukan sel-sel kanker jauh lebih cepat.

Curcumin juga membantu tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker, sehingga mereka tidak dapat menyebar ke seluruh tubuh yang dapat membuat kerusakan yang lebih parah. Cara utama curcumin melakukannya adalah dengan meningkatkan fungsi hati.

Mekanisme lain yang dilakukan oleh curcumin dalam mengatasi perkembangan kanker adalah dengan menghambat sintesis protein yang dianggap berperan dalam pembentukan tumor dan mencegah perkembangan suplai darah tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan sel kanker. 

U1lXEIEtLV4V9X91c0-_Rr9SoRa3s8_e.jpg

Efek Samping Kunyit

Meski memiliki manfaat utama sebagai antioksidan, bukan berarti kunyit tidak memiliki efek samping. Jika mengonsumsinya secara berlebihan, bukan menikmati manfaat kunyit, kita justru cenderung mendapatkan efek sampingnya bagi tubuh. Berikut adalah 3 efek samping kunyit sebagaimana dilansir dari HaloSehat.

1. Kelainan fungsi hati

Hati memiliki batas kemampuan dalam menetralisir zat-zat yang kita konsumsi setiap harinya.  Meminum kunyit dalam dosis yang tinggi sebenarnya dapat memperburuk fungsi hati dan empedu. Karena itulah, pada penderita yang memiliki kelainan fungsi empedu harus berkonsultasi dahulu kepada dokter karena ramuan ini dapat meningkatkan intensitas gejala pada penderitanya.

2. Anemia

Kunyit mengandung zat yang dapat menghancurkan leukosit (sel darah putih) dan eritrosit (sel darah merah). Mengonsumsi kunyit secara berlebihan, termasuk dalam bentuk ekstrak kunyit, dapat menyebabkan seseorang memiliki jumlah sel darah di bawah batas normal. Dalam jumlah berlebihan, kunyit juga akan menganggu metabolisme zat besi sehingga dapat memicu anemia.

3. Gangguan rahim

Kunyit pada zaman modern dikemas dan dikonsumsi dalam bentuk minuman yang dicampur denggan asam dan gula jawa. Minuman yang berbahan dasar kunyit tidak diperkenankan terlalu sering dikonsumsi karena kunyit dapat menjadikan rahim kering meskipun di satu sisi dapat melancarkan dan meredakan nyeri haid.

Karena dapat membuat rahim kering, kunyit juga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Meskipun dapat melancarkan haid, kandungan pada kunyit dapat menyebabkan kontraksi rahim pada ibu hamil, persalinan prematur, bahkan keguguran. Selain itu, kunyit juga dapat mengakibatkan janin berkembang secara kurang sehat.

 

276 Views
Adhel Joe

betul banget jang lupa kesini juga ya,., https://pakarantiaging.com/  Apr 20, 2018

Write your answer View all answers to this question