selasar-loader

Apa saja 4 bumbu rempah yang paling banyak digunakan dalam masakan Nusantara?

LINE it!
Answered Mar 12, 2018

Jika ingin membuat masakan yang melambangkan Indonesia, terutama pada acara-acara bertaraf internasional, tentu akan menarik jika kreasi kita diolah menggunakan bumbu-bumbu khas Indonesia sehingga terciptalah masakan Nusantara yang berkesan. Apa saja bumbu-bumbunya?


Duljahari Wilakamar
Orang tua yang senang belajar apa saja

Resep masakan Nusantara sehari-hari seringkali menggunakan bahan yang mudah didapat dan bumbu-bumbu yang menggugah selera, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, daun salam. Dan cara membuat atau cara memasak kita pun unik, khas nusantara (ulek, pepes), sehingga terciptalah makan yang enak atau yang lezat, misalnya ikan tenggiri bumbu kuning.

Ikan tenggiri bumbu kuning adalah salah satu contoh dari masakan Nusantara yang kaya rasa. Penyebabnya tentu adalah bumbu rempah yang selain mampu memperkaya rasa, juga memperkaya kantong bangsa-bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda yang datang untuk menguasainya.

Ya, bumbu-bumbu khas masakan Nusantara yang didominasi oleh rempah-rempah adalah kreasi Tuhan yang bersifat magis dan tragis. Selain menciptakan sensasi nikmat di lidah dan hangat di tubuh, rempah-rempah juga secara tidak langsung menjadi penyebab penjajahan di Nusantara, sesuatu yang pada akhirnya membentuk identitas baru bangsa-bangsa di Nusantara menjadi satu bangsa: Indonesia.

Apa saja 5 bumbu rempah yang paling banyak dipakai dalam masakan-masakan Nusantara?

 

Jahe

CQQ2QX3K6LKBIV8X7ko25MtCfN8pYjrX.jpg

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman bumbu yang paling banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Sensasi hangat yang ditimbulkannya membuat jahe banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, mulai dari minuman, bumbu masak, hingga obat-obatan. Kemajuan teknologi membuat jahe kini juga dapat dikonsumsi dalam bentuk permen.

Secara fisik, jahe dicirikan sebagai rimpang yang memiliki ruas-ruas dan menggembung pada bagian tengah ruasnya. Warna jahe ada dua; coklat muda dan merah. Jahe berwarna cokelat muda seringkali digunakan sebagai bumbu masakan Nusantara, sementara jahe merah lebih sering digunakan untuk minuman, mulai dari yang tradisional (wedang jahe) hingga susu jahe yang kini dijajakan di pinggir jalan dan dijual dalam kemasan modern.

Dalam konteks masakan Nusantara, jahe seringkali dipakai sebagai bumbu semur, tumisan, dan masakan berkuah. Sebelum dihaluskan atau ditambahkan dalam masakan, jahe segar biasanya akan dibakar dulu agar aromanya lebih wangi dan tidak beraroma mentah.

Jahe yang bagus biasanya berbentuk utuh dan berkulit mulus. Namun, hati-hati dalam menyimpan jahe. Simpanlah dalam suhu ruangan yang kering dan tidak lembap. Jika tidak, ia nanti malah bertunas.

 

Cengkeh

ukiDOCtQup4Hc82_Qn5wabg2Y8J3dRdi.jpg

Cengkeh dikenal sebagai rempah yang berasal dari daerah Maluku, Ambon. Rempah satu ini mempunyai aroma khas, dan rasanya sedikit rasanya pedas. Cengkeh biasanya digunakan sebagai bumbu tambahan pada beberapa masakan Nusantara.

Cengkeh memiliki aroma kuat, harum, dan hangat. Bagian cengkeh yang sering digunakan dalam masakan adalah bunganya. Untuk memaksimalkan karakter khasnya, terutama aromanya, bunga cengkeh biasanya dikeringkan terlebih dahulu.

Dalam masakan, biasanya cengkeh digunakan untuk hidangan berkuah seperti sup, soto dan gulai. Cengkeh bisa dimasukkan secara utuh, bisa juga dalam bentuk bubuk yang memudahkan dalam hal takaran. Masakan Padang ialah masakan Nusantara yang cukup sering menggunakan cengkeh.

Namun, tidak hanya masakan-masakan Nusantara yang menggunakan cengkeh. Industri rokok pun tidak ketinggalan dalam memanfaatkannya sehubungan dengan kemampuan cengkeh untuk menciptakan aroma yang khas dan kuat. Cengkeh mampu mengangkat kualitas rokok Indonesia jadi mendunia.

 

Lada

sNuWPexhlW6U_GcLU770UKSxnV8IPKzU.jpg

Lada yang juga populer disebut merica adalah bumbu rempah dengan karakter rasa sedikit pahit, pedas, hangat di tenggorokan, serta memiliki aroma yang hangat dan segar pada racikan masakan Nusantara yang dihasilkannya. Tanaman ini sudah ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad lalu. Orang-orang mengenal lada putih dan lada hitam sebagai bumbu dapur.

Biji lada putih berasal dari buah pohon lada yang dikeringkan. Untuk menghasilkan butiran lada putih, lapisan biji lada dihilangkan sebelum proses pengeringan. Lada putih memberi rasa pedas yang kuat namun juga aroma yang ringan pada masakan.

Sama seperti merica putih, lada hitam juga berasal dari pohon lada. Yang membedakan keduanya adalah proses pemetikan dan pengeringannya. Lada hitam dipanen setelah buah matang dan dibiarkan kering di bawah panas matahari. Berlawanan dengan lada putih, lada hitam memberi aroma yang lebih kuat.

Tanaman ini merupakan salah satu komoditas perdagangan dunia; lebih dari 80% hasil lada Indonesia diekspor ke negara luar. Selain itu, lada dijuluki sebagai The King of Spice (Raja Rempah-rempah) karena kebutuhan lada di dunia tahun 2000 mencapai 280.000 ton.

 

Kayu manis

1WmyKsu14kXbatAvmR2WKlFCtvz25EBE.jpg

Kayu manis sebenarnya adalah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas.

Bila lada adalah raja rempah-rempah, kayu manis adalah sesepuhnya. Kayu ini menjadi salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Kayu manis lazim digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu. Ia juga disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Kegunaan kayu tidak melulu sebagai penguat rasa berbagai masakan Nusantara. Rempah satu ini juga digunakan secara tradisional sebagai suplemen untuk berbagai penyakit. Dicampur madu, kayu manis digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit seperti radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.

Kini, kayu manis digunakan tidak hanya dalam resep masakan dan kue serta pengobatan. Ia juga digunakan untuk menambah kenikmatan kopi dalam gerai-gerai minuman kopi seperti Starbucks.

ZpuO7apMQsDiyo8ZsmMcEEdOtqSXxbOX.jpg

Itulah rempah-rempah yang menurut saya paling banyak digunakan sebagai bumbu dalam masakan Nusantara. Ada banyak rempah-rempah lain, tentunya, tapi 4 rempah di atas yang muncul di kepala saya pertama kali.

Semoga sukses dalam mengolah masakan Nusantara nanti.

 

Ilustrasi via Pixabay

235 Views
Write your answer View all answers to this question