selasar-loader

Bagaimana cara menguasai permainan bola basket dengan cepat?

LINE it!
Answered Mar 07, 2018

Permainan bola basket jadi tren yang tidak luntur di sekolah. Buktinya, selalu ada kompetisi bola basket setiap ada class meeting. Bagaimana cara menguasainya dengan cepat? Haruskah saya berlatih melemparkan bola seperti bounce pass dan chest pass dulu atau langsung memasukkan bola ke ring?


Selasar Informasi
Akun Selasar untuk Berbagi Informasi

Permainan bola basket adalah olahraga berkelompok yang terdiri dari dua tim berlawanan dengan anggota masing-masing 5 orang. Tujuan permainan bola basket adalah memperoleh poin sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke dalam ring lawan.

Dalam permainan bola basket, ada tiga posisi yang bisa diisi oleh kelima pemain. Ketiga posisi itu adalah Forward yang bertugas mencetak poin dan memasukkan bola ke dalam ring lawan, Defense yang bertugas menghadang lawan, serta Playmaker yang memegang peran mengatur alur bola dan merancang strategi permainan.

Jika kamu ingin menguasai permainan bola basket dengan cepat, kuasai terlebih dahulu teknik dasarnya.

Teknik dasar permainan bola basket

Dalam permainan bola basket, ada beberapa teknik dasar yang wajib dikuasai, yaitu dribbling, passing, shooting, pivot, dan rebound. Namun, yang paling penting untuk dikuasai adalah dribbling, passing, dan shooting. Dengan menguasai ketiganya, kamu secara tidak langsung akan mampu menguasai dua teknik lainnya.

Dribbling

Dribbling dalam permainan bola basket adalah teknik menggiring bola menggunakan tangan. Ini adalah teknik paling dasar yang perlu segera dikuasai. Inti dari dribbling adalah kontrol terhadap bola, bertujuan untuk membawa bola menghindari lawan serta mengumpannya pada rekan satu tim.

Penguasaan teknik dribbling yang baik akan memudahkanmu menguasai teknik-teknik lainnya. Nah, penguasaan teknik dribbling dalam permainan bola basket berfokus pada pergelangan tangan yang luwes dan jemari yang mengarahkan putaran bola.

Inti dari dribble dalam permainan bola basket ada di jari, pergelangan tangan, dan lengan. Lebarkan jari untuk memudahkan kontrol terhadap bagian atas bola. Mulai pantulkan bola ke lapangan. Begitu bola memantul ke atas, usahakan tahan dengan memfokuskan kekuatan tangan pada jari, bukan telapak tangan, pada ketinggian setara pinggang. Lakukan berulang-ulang.

Setelah mampu mengontrol bola sambil berdiri, cobalah untuk melakukan hal yang sama sambil berjalan. Lalu, coba dribble bola sambil berlari.

KrP4oRVk7LW1dd1QYYl9D9cq-YEvj2sx.gif

xJzWw5L09JNsg2kAA7Lqh7GnIHXFJM_s.gif

QYu2kcOce9kyuUXJq-WwJz0Kj342OJAx.gif

Usahakan juga agar bola selalu berputar ke arah kita, bukan ke depan karena akan menyebabkan bola sulit dikontrol, kecuali jika kamu sudah lihai dalam dribble dan ingin melakukannya sambil berlari.

Ada dua jenis dribble pada permainan bola basket.

Teknik dribble pertama dalam permainan bola basket adalah dribble tinggi. Teknik menggiring bola ini dilakukan secara cepat untuk memasuki wilayah pertahanan lawan. Dribble tinggi dilakukan dengan berlari atau berjalan cepat ketika pemain yang memegang bola berada jauh dari pemain lawan. Jadi, teknik yang baru saja kamu lakukan di atas adalah dribble tinggi.

ZZkX_i9lpfEFCli_dAzzHZOj91ClTqxm.gif

Lalu, teknik dribble kedua dalam permainan bola basket adalah dribble rendah. Dalam permainan basket, teknik dribble rendah diterapkan untuk mempertahankan bola dari serangan lawan. Teknik ini digunakan ketika pemain berhadapan langsung dengan lawan dan ingin mencari celah ketika lawan tengah lengah.

Caranya, pantulkan bola dengan ketinggian rendah (posisi tubuh membungkuk) sehingga memudahkan kontrol. Dengan teknik ini, kamu akan lebih mudah dan lincah dalam bermanuver sehingga lawan bisa terkecoh.

Passing

Kita berlanjut ke teknik mengumpan (passing). Ini adalah teknik dasar kedua. Dalam permainan bola basket, teknik mengumpan pada prinsipnya dilakukan dengan cara melemparkan bola kepada rekan satu tim. Lemparan dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan.

Terdapat enam jenis passing yang sering ditemukan dalam permainan bola basket.

Pertama, Overhead Pass. Teknik ini dilakukan dengan cara melempar bola dengan ketinggian di atas kepala. Overhead passing bisa digunakan ketika kamu sedang dikepung oleh lawan.

gdwzdITg-QGKM3EjePFCeqcotcwgd9Bj.gif

Kedua, Chest Pass. Ini adalah teknik mengumpan dengan cara melempar bola dengan ketinggian di depan dada menggunakan dua tangan. Chest pass bisa kamu gunakan jika ada teman yang berada di dekat kita.

-p3RLtRucASIjbur5uk9DsLZ_uFnxJ1t.gif

Agar tidak mudah terbaca lawan, pemain biasanya menggunakan gerakan tipuan ke arah lain sebelum melakukan chest pass. Kamu juga bisa mengoper teman di depanmu sambil menengok ke arah lain atau mengoper ke samping sambil tatapan mengarah ke depan.

Ketiga, Baseball Pass. Dalam permainan bola basket, baseball pass adalah teknik melempar yang mirip dengan gerakan melempar bola pada permainan baseball. Dengan teknik ini, kamu bisa mengejutkan lawan dengan lemparan tidak terduga.

Keempat, Bounce Pass. Teknik ini dilakukan dengan cara memantulkan bola ke bawah agar bisa diterima oleh rekan satu tim sekaligus menghindari hadangan lawan. Ini adalah kebalikan overhead pass.

4ZJ7zTUPrQWSAEO5nd3CPI0U1-kmIgqr.gif

Kelima, Hook Pass. Hook pass dilakukan dengan satu tangan dengan posisi melipat di atas bahu. Teknik ini digunakan untuk merusak pertahanan lawan.

Terakhir, Under Pass. Ini bukan istilah konstruksi saja lho, ya. Dalam permainan bola basket, under pass adalah teknik mengumpan yang dilakukan dari arah pinggang.

Shooting

Teknik shooting merupakan teknik dasar ketiga yang wajib dikuasai pemain demi mendapatkan poin, terutama jika kamu berposisi sebagai forward. Dalam permainan bola basket, shooting bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan memakai dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

Shooting dalam permainan bola basket dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan menggunakan teknik set shot, jump shot, hook shot, fade away shot, dan slam dunk. Lebih lanjut mengenai teknik ini akan dibahas di bagian bawah artikel ini.

Pivot

Pivot adalah gerakan penyelamatan bola dari jangkauan lawan dengan cara bergerak memutar, namun hanya menggunakan satu kaki. Kaki lainnya boleh berputar, namun tidak boleh melangkah karena ia berfungsi sebagai poros gerakan memutarmu tadi.

Biasanya, gerakan pivot diikuti dengan melakukan 3 gerakan lainnya yakni dribbling, passing dan shooting. (Inilah sebabnya kamu disarankan untuk benar-benar menguasai ketiga gerakan itu terlebih dahulu.)

zCJUREFB1TpAr6KpdMI5DcR9NkDskjh2.gif

Rebound

Rebound adalah gerakan mengambil bola yang sebelumnya gagal masuk ke dalam ring. Gerakan rebound dilakukan dengan cara menangkap atau mendapatkan hasil pantulan dari bola yang sebelumnya gagal masuk ring/keranjang oleh pemain lain, baik pemain dari satu tim maupun pemain dari tim lawan. Pemain dari tim manapun boleh melakukan gerakan ini, baik dari tim yang sama dengan yang memasukkan bola sebelumnya maupun dari tim lawan.

Rebound dibagi menjadi 2 jenis.

  1. Offensive rebound, yaitu gerakan shoot ulang bola yang gagal dimasukkan oleh rekan satu tim
  2. Defensive rebound, yaitu merebut bola yang gagal dimasukkan oleh tim lawan

Jika sudah mampu menguasai teknik-teknik dasar permainan bola basket tersebut, saatnya kamu meningkatkan kualitas permainanmu ke tahap selanjutnya. Caranya, tentu dengan menguasai teknik permainan bola basket level pro!

Teknik Lanjut Permainan Bola Basket

Teknik-teknik lanjutan (advance skill) dalam permainan bola basket sebenarnya merupakan variasi dari teknik-teknik dasar yang sudah kita bahas sebelumnya. Teknik ini meliputi kemampuan dribble dan shoot. Mari kita bedah satu per satu di sini.

Cross Over

Dalam permainan bola basket, cross over adalah cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. Biasanya, teknik ini sudah banyak diimprovisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain profesional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki sendiri.

Set Shot

Set shot dilakukan dengan cara diam di tempat dan memasukkan bola dengan satu atau dua tangan.

Y4SIfOUqSmHmEsAaioINBZsrssFgRRfm.gif

Jump Shot

Jump shot dilakukan dengan cara memasukkan bola sambil melompat.

3NA3MBod_jBwwVNwMOFgj5W-BF13qG5T.gif

Lay-up Shot

Lay-up shot dilakukan dengan cara memasukkan bola dengan berlari, lalu melompat untuk menembak. Dibutuhkan kemampuan dribble yang baik untuk bisa melakukan teknik ini.

bE8YsmSsIDHmkxPv7QrWErlCVrPAZCpd.gif

Selain ketiga teknik shooting ini, ada pula beberapa teknik menembak lain, yaitu fade away shot, hook shot, dan slam dunk.

Fade Away Shot

Fade away shot adalah teknik mendorong badan ke belakang saat melakukan shoot sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. Teknik ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika keseimbangan badan tidak terjaga, kamu bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA terkenal yang sering memakai teknik ini adalah Michael Jordan. Kobe Bryant juga sering mempraktikkan teknik ini.

Hook Shoot

Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi, jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh. Teknik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan kala membela Satria Muda Britama melawan Garuda Bandung di Final 2009. Akurasi tembakannya mencapai 80%.

Slam Dunk

Slam dunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya teknik ini cukup sederhana. Kamu hanya perlu memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm ke bawah, teknik  ini hampir mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi.

Sampai ke tahap ini, kamu sudah bisa langsung unjuk kebolehan kepada teman-teman. Tapi sebelumnya, apakah kamu sudah mengetahui aturan-aturan dalam permainan bola basket? Jika belum, ada baiknya kamu memperhatikan aturan-aturan dalam permainan bola basket berikut ini, dikutip dari Wikipedia.

Aturan Permainan Bola Basket

  1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
  3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
  4. Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
  5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
  6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
  7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
  9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
  11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
  12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
  13. Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

Bacaan lebih lanjut:

Adolph H, Grundman (2004). The golden age of amateur basketball: the AAU Tournament, 1921–1968. University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-7117-4.
Batchelor, Bob (2005). Basketball in America: from the playgrounds to Jordan's game and beyond. Routledge. ISBN 978-0-7890-1613-3.
Brown, Donald H (2007). A Basketball Handbook. AuthorHouse. ISBN 978-1-4259-6190-9.
Forrest C, Allen (1991). All you wanted to know about Basketball. Sterling publishing. ISBN 81-207-2576-X.
Grundy, Pamela; Susan Shackelford (2005). Shattering the glass: the remarkable history of women's basketball. New Press. ISBN 1-56584-822-5.
Herzog, Brad (2003). Hoopmania: The Book of Basketball History and Trivia. Rosen Pub. Group. ISBN 0-8239-3697-X.
Simmons, Bill (2009). The book of basketball: the NBA according to the sports guy. Ballantine/ESPN Books. ISBN 978-0-345-51176-8.
Naismith, James (1941). Basketball: its origin and development. University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-8370-9.

Pada akhirnya, tidak ada cara yang lebih kuat dalam menguasai permainan bola basket dengan cepat selain dengan mental yang kuat. Mental yang kuat tertuang dalam kemauan yang keras dan teraplikasikan dalam latihan yang konsisten. Semakin konsisten kualitas latihan kamu, semakin cepat permainan ini kamu kuasai.

Demikianlah cara menguasai permainan bola basket dengan cepat. Semoga membantu!

Ilustrasi via bbc.co.uk

 

Baca juga:

Mengapa pengorganisasian kompetisi bola basket lebih baik daripada sepak bola di Indonesia?

Apa saja teknik dasar bola basket yang harus dikuasai?

597 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored