selasar-loader

Bagaimana cara membuat cerita cinta romantis?

LINE it!
Answered Mar 05, 2018

Saya ingin menjadi penulis, namun sulit sekali menulis cerita cinta yang romantis. Bagaimana caranya? Mohon bantuan para suhu penulis di Selasar. Terima kasih sebelumnya.


Selasar Tips
Akun Selasar untuk berbagi tips menarik

Cerita cinta romantis adalah tema tulisan yang paling populer di dunia. Ada begitu banyak kisah cinta yang selalu mampu menggugah emosi pembacanya. Beberapa di antaranya bahkan tak lekang oleh waktu, seperti kisah cinta Sam Pek Eng Tay dan Romeo & Juliet.

Menjadi penulis cerita cinta romantis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya adalah persaingan yang ketat dengan banyak sekali karya bertema serupa. Kelebihannya adalah pasar yang sudah ada, sehingga cerita cinta romantis tidak akan kekurangan peminat. Artinya, selalu ada orang dari berbagai jenjang usia yang menggemari genre satu ini.

Lalu, bagaimana cara membuat cerita cinta romantis? Begini caranya.

1. Permainan kata-kata

Cerita cinta romantis biasanya memiliki keunggulan dalam permainan kata-kata. Tentu kata-kata yang dimaksud ialah yang selalu mampu menghadirkan nuansa manis dalam pikiran Anda.

rH6mbxAW1sFxo77bcI3VEr4sGhIwyv6H.jpg

Kelihaian bermain kata-kata tentu tidak diraih dalam semalam, kecuali bila seseorang mempunyai kecerdasan linguistik yang tinggi. Kabar baiknya, Anda bisa melatih kemampuan tersebut. Belajarlah menulis puisi cinta. Baca lagi cerpen cinta romantis yang dulu Anda temui di sebuah majalah. Cari dan catat diksi-diksi cinta yang romantis namun tidak murahan. Pelajari elemen-elemen yang membuat hati Anda tersentuh.
 
2. Bersahabat dengan hujan

Hujan punya semacam kekuatan untuk meresonansikan masa lalu. Ia seringkali mampu membuat Anda teringat pada kenangan-kenangan manis bersama si dia, baik yang masih erat dalam genggaman maupun yang kini telah menjadi mantan.

iWUiHfCp9d6sRBc-_Jp-5wDp7q2mSi5Z.jpg

Beberapa orang penyair menjadi sangat produktif ketika musim hujan tiba. Hujan seakan mampu mengantarkan ilham untuk menulis kalimat-kalimat puitis melalui berbagai sarana menulis, mulai dari pena, mesin tik, hingga komputer jinjing. Anda mungkin bisa meniru proses kreatif mereka.

3. Cari sudut pandang unik

Meskipun sama-sama cerita bertemakan cinta, ada sudut pandang yang dapat dijadikan pembeda antara satu cerita dengan cerita lainnya. Tugas Anda adalah mencari sudut pandang yang tergolong unik. Dengan demikian, cerita Anda akan tampak berbeda dengan cerita-cerita cinta nan romantis pada umumnya.

Namun demikian, hukum ini tidak selalu berlaku. Beberapa kisah cinta yang dianggap romantis bisa jadi memiliki pola yang sama. Artinya, sudut pandang yang ditawarkan tidak unik.

Coba ingat-ingat lagi kisah cinta Anda di sekolah dulu. Adakah pengalaman romantis yang unik dari sana? Kalaupun tidak unik, masa lalu seringkali membawa nuansa yang sangat kuat untuk dijadikan kisah cinta. Bila Anda tidak percaya, lihat saja kesuksesan kisah Dilan yang sukses dan diangkat ke layar lebar. Padahal, isinya “hanya” kisah cinta dua orang anak SMA, sesuatu yang hampir semua orang alami.

Tentu ada sejumlah keunikan yang diangkat cerita tersebut. Tugas Anda adalah mencari dan mempelajarinya.

4. Tulis kegundahan dengan jujur

Cara paling mudah dalam menulis ialah dengan menuliskan hal-hal yang selama ini menjadi kegundahan kita. Kegundahan melahirkan rasa yang lebih kuat. Inilah yang memperlancar proses kreatif seseorang.

Namun, kegundahan itu tidak ada artinya bila Anda tidak jujur dalam menulis.

NzZcQshc985UauEHO_FdeGQAw8CYcZdF.jpg

Jika memang Anda merasa rapuh, ungkapkan saja kerapuhan itu tanpa rasa malu. Toh nanti Anda bisa menyamarkannya dengan nama palsu. Yang jelas, kegundahan bisa menjadi bekal dalam menulis kisah cinta romantis.

5. Definisikan lagi makna romantis

Cinta adalah sesuatu yang absurd. Konsekuensinya, setiap orang punya makna romantisnya masing-masing. Menurut A, seorang pria yang menjemputnya dengan mobil mewah meskipun itu mobil sewaan merupakan sosok yang romantis. Menurut B, tindakan pria tersebut bisa jadi dianggap norak karena definisi romantis di kepala B adalah tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan sederhana. Bukankah Milea menganggap tindakan Dilan yang memberinya TTS pada hari ulang tahunnya itu romantis?

Pada akhirnya, setiap orang memang memiliki definisinya masing-masing tentang makna romantis. Seperti apa romantis menurut Anda?

6. Menjadi pendengar yang baik

Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut pada manusia. Tentu penciptaan ini bukan tanpa arti. Manusia mungkin diharapkan untuk lebih banyak mendengar alih-alih berbicara.

Kebanyakan pemimpin mungkin tampak jagoan layaknya koboi-koboi Amerika karena lebih banyak berbicara daripada mendengar. Padahal, tidak ada salahnya untuk menjadi pendengar yang baik. Dengan duduk di bangku taman tepat di bawah pohon yang rindang seraya mendengarkan keluhan teman Anda yang baru saja “jadian”, Anda bisa menghasilkan satu cerpen cinta romantis.

5IGuuAJlnyboshXdXV3om6KtKefc86Tc.jpg

7. Mulai dari akhir

Ini mungkin terdengar kontradiktif. Kebanyakan penulis baru tampak kesulitan dalam menyelesaikan tulisannya karena ia tidak menentukan akhir (ending) dari tulisannya terlebih dahulu. Padahal, menentukan akhir cerita dapat membantu mereka untuk lebih cepat menyelesaikan cerita sebelum energi kreatif mereka habis.

Cerpen cinta romantis maupun novel romantis biasanya memiliki akhir cerita yang bahagia (happily ever after). Alasannya, kebanyakan pembaca berharap bahwa kedua tokoh yang saling mencintai sudah seharusnya bersatu dan memadu kasih satu sama lain. Contoh untuk kasus ini adalah kisah cinta Cinderella.

Namun, tahukah Anda persamaan antara antara kisah Sam Pek Eng Tay dan kisah Romeo & Juliet?

Jika Anda jeli, keduanya justru berakhir tragis!

Dalam kisah cinta Sam Pek Eng Tay, diceritakan bahwa Sam Pek sakit hati hingga meninggal dunia akibat cintanya pupus di tangan orang tua Eng Tay. Eng Tay yang kemudian diharuskan menikahi perempuan lain pun terhalang oleh badai ketika melewati kuburan Sam Pek. Ia meminta orang-orang untuk menggalinya, lalu memutuskan untuk terjun ke dalam kuburan Sam Pek dan bergabung dengan jasad pria yang dicintainya.

Pun demikian halnya dengan kisah cinta Romeo dan Juliet; Romeo minum racun saat mengira Juliet telah meninggal. Juliet yang terbangun pun memutuskan untuk bunuh diri dengan pisau setelah mengetahui lelaki pujaannya mati karena minum racun.

Akhir yang tragis mampu membuktikan kekuatan dari kisah cinta itu sendiri.

Jadi sebelum Anda mulai menulis, tentukan dahulu jenis akhir cerita yang Anda inginkan. Lalu, yakinkan diri Anda untuk mampu menyelesaikannya dengan baik.

8. Seberapa pantas tokoh-tokoh itu saling mencintai?

Pembaca perlu diyakinkan bahwa tokoh yang kamu ciptakan memang menarik dan pantas dicintai. Kemenarikan fisik menjadi hal yang penting dibangun dalam menulis roman. Tentu tidak melulu mengenai hal-hal yang berbau seksual, tetapi hal yang mampu meningkatkan kesan pembaca dalam membaca tokoh yang saling mencintai.

Selain fisik yang menarik, sifat juga penting. Bahkan sifat yang menarik akan lebih dominan dalam menentukan plot cerita. Dengan sendirinya, ia akan menentukan kesuksesan cerita romantis yang Anda buat. Lagipula, meskipun telah memiliki deskripsi fisik, setiap pembaca tentu memiliki imajinasi sendiri mengenai karakter yang diceritakan. Imajinasi tentang tokoh yang Anda bayangkan belum tentu sama dengan yang orang lain bayangkan. Itulah sebabnya perbedaan deskripsi fisik adalah kekecewaan yang seringkali menyelinap diam-diam di hati para pembaca kala cerita yang mereka baca lantas difilmkan. Maka, buatlah karakter yang cukup pantas untuk saling mencintai.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam membuat cerita cinta yang romantis. Tidak ada cara yang lebih benar atau lebih keliru. Satu-satunya hal yang dapat dijadikan penilaian adalah jumlah pembaca yang menyukai karya Anda.

Namun sebelum memikirkan jumlah tersebut, pastikan dahulu karya Anda telah selesai dibuat, ya!

Semoga berhasil!

 

Baca juga:

Bagaimana cara membuat cerpen anak?

Bagaimana cara mengakhiri esai dengan baik?

Bagaimana cara menulis buku yang inspiratif?

Mengapa cerita romantis disukai orang?

576 Views
Zulfian Prasetyo

Sebenarnya hal-hal yang sudah diberitahukan oleh Selasar Tips ini sudah te o pe be ge te banget sih. Tapi ada satu hal yang perlu sekali untuk dilakukan. Perlu banget. Banget banget banget. 

Satu hal tersebut adalah latihan.
Mau tips segede gaban dan sebanyak buih-buih di lautan (ciailah!) juga tidak akan banyak berguna kalau kita kurang berlatih. Sebaliknya, kalau kita memperbanyak jam terbang dalam menulis, ya sama saja. Kita tidak akan banyak berkembang, hanya pintar menghapal teori saja. Hanya menjadi dosen mata kuliah penulisan tetapi ketika diminta untuk menulis cerita cinta romantis, kita keok. 
Untuk menghindari hal-hal seperti itu (sekaligus mempermalukan diri sendiri terutama kalau kita mengajar atau diminta jadi pembicara dalam seminar penulisan, cobalah untuk melakukan apa yang disebut Malcolm Gladwell sebagai hukum 10 ribu jam (saya dapat ini dari tulisan Uda A.Fuadi di Majalah Gontor dulu).
Apaan tuh hukum 10 ribu jam?
Itu adalah "hukum latihan," sederhananya. Seseorang yang amatir, payah, dan (maaf) bodoh alias tidak pintar bisa menjadi pakar, ahli, dan pintar ketika melakukan hal yang sama terus-menerus selama 10 ribu jam.
Contoh paling sederhananya adalah Naruto. Ini anak paling stupid dan payah di Konoha. Satu-satunya kemampuan dia adalah omong besar. Sisanya, dia tidak lebih dari sebuah tragedi dalam tubuh anak kecil. Tapi begitu remaja, entah karena ingin bersaing dengan Sasuke atau karena didorong oleh cita-citanya menjadi hokage, dia melakukan hukum 10 ribu jam dan ini sehingga kemampuannya pun meningkat secara signifikan.
It is just an anime, I know, but it teaches us so many things, right?
Saya sendiri dulu tidak mengumpulkan tips-tips menulis seperti ini ketika menyadari bahwa ternyata saya senang menulis. Saya cuma berlatih melalui blog (bibirkudalaut.blogspot.co.id). Oh, waktu itu belum di Blogger sih, masih di blognya Friendster bahkan (okay, now you know I am not that young karena masih maenan FS). Begitu ada Facebook, pindah platform menulis di sana. Setelah itu saya memutuskan untuk melepaskan diri dari yang namanya media sosial dan berlatih menulis di Blogger (dulu namanya masih Blogspot). Begitu ada waktu luang di tengah sekolah dan kuliah, saya menulis di blog bibirkudalaut.blogspot.com itu hingga akhirnya di-redirect Google jadi bibirkudalaut.blogspot.co.id
Yah, jadi curhat, kan....
Intinya, berlatihlah. Berlatihlah terus menerus. Capai hukum 10 ribu jam Malcolm Gladwell ini secepat mungkin. Teguhlah dalam menempuh jalan ninja ini (bagian ini entah kenapa agak jijik). Maksud saya, kalau punya cita-cita, cobalah untuk senantiasa menjaga fokus, terus berlatih, dan makan makanan yang bergizi (nggak, saya nggak nyuruh Anda makan So Nays).
Nah, dari latihan itulah kita biasanya mendapatkan semacam insight-insight yang kemudian mengkristal dalam bentuk teori-teori menulis. Ini yang ingin saya beritahu. Tips-tips menulis itu bukan dihapalkan, melainkan dipahami karena ia didapatkan dari serangkaian latihan yang intensif. Makin sering latihan menulis, makin banyak poin-poin tips menulis yang didapatkan.
Saya yakin, kalau hal ini diterapkan terus menerus secara konsisten, membuat cerita romantis bukan lagi perkara yang membuat otak jadi ngebul dan kritis, apalagi sampai bikin hati dan jiwa jadi meringis.
Latihan adalah koentji!
  Apr 18, 2018

Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Selasar Tips
Akun Selasar untuk berbagi tips menarik