selasar-loader

Bagaimana cara membuat cerpen anak?

LINE it!
Answered Mar 05, 2018

Cerpen anak adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk mendidik anak. Membacakan dongeng si kancil untuk anak sebelum tidur, misalnya, adalah salah satu cara yang digunakan orang tua dalam mendidik anak-anak sehingga terbentuk anak yang berbudi pekerti luhur sekaligus melestarikan khazanah dongeng anak Indonesia. Namun, bagaimana caranya?


Selasar Tips
Akun Selasar untuk berbagi tips menarik

Menulis cerpen anak bisa menjadi hal yang menyulitkan. Prosesnya mungkin tidak semudah yang dibayangkan, termasuk bila Anda merupakan orang yang terbiasa dengan kegiatan menulis. Namun demikian, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil selama Anda mengetahui trik-triknya.

Ada 10 tips mudah dalam membuat cerpen anak yang menarik. Simak selengkapnya di sini.

1. Apa pesan moral yang hendak dibahas?

Cerita anak sebaiknya mengandung satu pesan moral saja, karena pola pikir anak masih belum sekompleks orang dewasa sehingga apa yang diceritakan harus bersifat jelas dan mudah dicerna. Pesan moral seperti berkata jujur, misalnya, menjadi tidak cukup kuat berada di ingatan anak yang masih balita bila ditambah dengan dua atau tiga pesan moral lainnya.

Maka dari itu, sebelum membuat cerita pendek, tentukan dulu satu pesan moral yang hendak disampaikan. Dengan demikian, anak yang mendengarkan akan lebih mudah mencernanya. Bila pesan moral dari cerita sukses dipahami, anak tentu akan lebih mudah mempraktikan pesan moral tersebut di manapun ia berada, termasuk di sekolah yang menjadi lingkungan keduanya setelah rumah.

2. Tentukan konfliknya

Jika pesan moral telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan konflik yang hendak digunakan. Anda tidak perlu membuat konflik yang rumit, apalagi berlapis-lapis bak cerita dalam serial Harry Potter.

Buatlah konflik yang sederhana. Biasanya, hal itu bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Jika memiliki anak maupun keponakan kecil di rumah, Anda bisa memperhatikan gerak-gerik mereka untuk mendapatkan konflik sederhana nan mudah dipahami. Perhatikan bagaimana mereka “membuat” masalah, lalu tentukan pesan moral apa yang bisa Anda tawarkan untuk “menyelesaikan” masalah-masalah yang mereka hadapi. Dengan demikian, Anda sebenarnya membuat cerpen anak yang tak hanya mudah dipahami, tetapi juga bersifat menyelesaikan masalah (problem solving).

3. Gunakan Si Kancil

Si Kancil adalah karakter paling terkenal dalam cerita-cerita anak, baik yang berbentuk dongeng cerita maupun cerita rakyat. Pola pikir anak yang masih sederhana membuat mereka kesulitan memahami cerita dengan banyak karakter. Maka, gunakan saja Si Kancil sebagai tokoh utama (protagonis).

Si Kancil juga bisa dijadikan sebagai judul cerita pendek Anda. Anda tentu tidak asing lagi dengan judul-judul seperti “Si Kancil dan Buaya”, “Si Kancil Mencuri Ketimun”, dan sebagainya. Jika memang ingin menghadirkan karakter lainnya, pastikan karakter utamanya tetap Si Kancil sehingga tokoh kancil menjadi teman dalam pikirannya sekaligus contoh, baik itu contoh baik maupun contoh buruk. Pastikan pula tokoh lainnya memiliki dunia yang tak jauh berbeda dengan Si Kancil, misalnya buaya.

OgQ-yTPhhQHaFGtBzdP5XtFQiM8-GK0X.jpgsumber: davidadinugroho.wordpress.com

Dengan demikian, Si Kancil bisa menjadi medium yang Anda gunakan dalam mengantar pesan moral cerpen anak buatan Anda.

4. Di mana tempat cerita pendek anak buatan Anda?

Sebagaimana cerita-cerita pada umumnya, tempat turut menjadi unsur yang penting. Cerpen anak biasanya mengambil tempat di lokasi-lokasi yang familiar alias tidak asing bagi mereka, misalnya taman bermain, sekolah, ruang keluarga, maupun kamar tidurnya.

Anda juga bisa mengambil lokasi yang antah-berantah untuk memperkaya cerpen anak yang sedang digarap. Hutan biasanya menjadi lokasi favorit Si Kancil (Anda pernah dengar cerita Si Kancil di pantai?). Kisah Okky dan Nirmala juga biasanya mengambil latar di hutan.

Jika tokoh utama yang hendak dibuat adalah ikan, otomatis lautan dan akuarium adalah pilihan tempat yang bisa digunakan. Buaya adalah tokoh yang “wilayah mainnya” tidak jauh dari sungai.

Tempat cerita berkaitan dengan karakter yang hendak diceritakan. Karena itu, hindari membuat bingung anak-anak dengan karakter dan tempat yang tidak nyambung dalam proses membuat cerpen anak Anda. Tentu akan aneh bagi anak bila ada buaya yang bisa terbang atau kancil yang hidup di dalam akuarium.

5. Gunakan kata-kata yang sederhana

Anak-anak memiliki perbendaharaan kata yang tidak banyak, apalagi anak yang belum bisa membaca. Karenanya, mohon perhatikan penggunaan kata-kata dalam membuat cerita anak. Pastikan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang sederhana.

Nah, bagaimana cara membuat cerita anak dengan kata-kata yang sederhana. Bukankah setiap anak punya perbendaharaan kata yang berbeda-beda?

Cara paling mudah dalam membuat cerita dengan kata-kata sederhana adalah dengan mengajak bicara anak Anda. Coba ajak mereka mengobrol, tanyakan apa yang mereka alami hari ini di sekolah. Lalu, perhatikan kata-kata yang anak gunakan dalam berbicara. Dari sana, Anda bisa mengukur sejauh mana perkembangan kata-kata yang ia serap.

Sederhana, bukan?

6. Mulai dengan “Suatu Hari”

Ya, “suatu hari” memang kata-kata yang lazim sekali digunakan dalam memulai cerita. Namun demikian, dua kata umum ini sebenarnya memiliki fungsi yang sangat baik.

Apa yang secara refleks Anda lakukan ketika pertama kali mendengar kata “suatu hari”? Bersiap mendengarkan cerita, bukan? Padahal, tadinya Anda tidak berniat untuk mendengarkan cerita.

Begitupun anak-anak. Ketika Anda mengucapkan “suatu hari”, telinga anak saat itu seakan-akan mengirim pesan ke otak untuk bersiap mendengarkan karena frasa “suatu hari” identik dengan awal dari sebuah cerita.

Ngomong-omong, Anda juga bisa menggunakan kata “suatu hari” untuk menarik perhatian mereka, lho! Ketika mereka terbiasa untuk mendengarkan dongeng sebelum tidur namun masih berlarian di sudut-sudut kamar, Anda bisa langsung duduk di samping tidur mereka sambil berkata “suatu hari”. Seketika, mereka akan menoleh dan bergegas menuju tempat tidur mereka untuk bersiap mendengarkan cerita pendek Anda.

7. Raih kembali dengan “Tiba-tiba”

Sangat wajar apabila anak-anak mudah teralihkan konsentrasinya. Otak mereka berpikir dengan cara yang erratic (tidak beraturan) sehingga bisa saja ia memikirkan hal lain ketika cerita Anda dianggap membosankan.

Solusinya adalah dengan kata “tiba-tiba”. Jika Anda memberikan penekanan pada kata ini, rasa ingin tahu anak-anak akan tersulut. Dengan demikian, pikiran mereka akan kembali berada di jalur yang benar. Karena itu, pastikan Anda menyertakan kata “tiba-tiba” dalam cerita yang sedang dibuat.

Hanya saja, pastikan Anda tidak sering melakukannya. Jika “tiba-tiba” sering dikeluarkan, anak-anak akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa saja. Kata “tiba-tiba” pun akan kehilangan daya magisnya.

8. Baca cerpen anak

Membuat cerpen anak sebenarnya bukan hanya sulit untuk penulis pemula, melainkan juga penulis yang telah mahir namun dengan ranah tulisan yang berbeda. Menulis cerpen anak bisa jadi akan terasa sulit bagi profesor Biologi yang begitu produktif dalam menulis jurnal-jurnal ilmiah. Pun demikian halnya dengan dosen ekonomi yang terbiasa bermain dengan diksi-diksi ekonomi dalam proses menulisnya. Prosesnya bisa jadi akan membuat Anda frustrasi.

Namun, hal semacam itu sebenarnya bisa diantisipasi. Langkah awal dan paling mudah untuk membuat cerpen anak sebenarnya bisa dilakukan dengan cara membaca cerpen anak terlebih dahulu.

Carilah penulis cerpen anak atau dongeng yang Anda kagumi. Berkunjung ke situs-situs yang berisi kumpulan cerpen anak juga bisa jadi alternatif. Cara lain, Anda bisa membolak-balik halaman buku cerita rakyat untuk memperhatikan bagaimana cerita yang sebenarnya merupakan legenda yang merupakan tradisi lisan itu dituliskan. Baca dahulu ceritanya, identifikasi pesan moral apa yang hendak disampaikan, perhatikan bagaimana ia memulai dan mengakhiri ceritanya. Perhatikan pula kata-kata yang ia gunakan. Lalu, praktikkanlah temuan Anda dengan cara mulai menulis.

9. Ceritakan kepada si kecil

Jika yang dibuat adalah cerpen anak, tentu cara terbaik untuk menguji tulisan Anda adalah dengan cara menceritakannya kepada anak-anak. Buatlah satu saja cerita anak yang menarik dengan memperhatikan poin-poin di atas, lalu ceritakan kepada Si Kecil.

Perhatikan reaksinya kala Anda membacakan cerpen anak buatan sendiri. Apakah dia merasa tertarik atau sebaliknya? Apakah dia banyak bertanya atau justru meninggalkan Anda seketika?

Jika anak banyak mengajukan kata “kenapa?”, bisa jadi cerita Anda telah mampu membuat ia tertarik. Jika ia terus menatap ke arah Anda, hal itu juga bisa mengindikasikan hal yang sama. Anda juga boleh mencatat ekspresi-ekspresi kecil yang mereka buat kala Anda menceritakan cerpen anak kepada mereka.

Bagaimanapun, anak-anak adalah individu yang jujur. Respons mereka adalah umpan balik yang jujur dalam mengevaluasi kemampuan Anda dalam menulis cerpen anak. Maka, hindari bersikap defensif kala umpan balik yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan. Sekali lagi, anak-anak adalah individu yang jujur.

Teruslah menulis. Ceritakan cerpen anak buatan Anda pada mereka. Catat respons mereka. Lalu kembalilah berlatih menciptakan cerpen anak yang lebih baik. Percayalah, kegembiraan mereka saat mendengarkan cerita Anda akan menjadi penambah semangat yang luar biasa dalam perjalanan menjadi penulis cerpen anak yang handal.

10. Tidak harus cepat selesai

Membuat dongeng/cerita pendek memang bukan pekerjaan yang mudah, terutama bila Anda memang tidak terbiasa menulis sebelumnya. Menentukan pesan moral yang hendak diceritakan saja bisa menghabiskan sebagian waktu Anda, belum lagi rentetan teknis penulisan lainnya.

Anda tidak perlu menghabiskan satu malam suntuk untuk membuat cerita pendek yang menarik. Santai saja. Lakukan secara perlahan. Jika Anda merasa tertekan dalam membuat cerita, hasilnya akan terlihat kala cerita itu selesai ditulis. Betul, cerita menjadi kurang mengalir, bahkan bisa jadi tidak selesai-selesai.

Perasaan rileks sang penulis menjadi unsur yang tidak dapat diabaikan dalam proses kreatif menulis cerita, termasuk cerita anak. Jika penulis cerpen merasa rileks, ide kreatifnya akan mengalir begitu saja dan tercermin dari kata-kata yang ia tuliskan. Sebaliknya, bila ia menulis dalam perasaan tertekan (oleh target, misalnya), membuat satu paragraf saja mungkin akan terasa sama sulitnya dengan membuat waduk Jatiluhur dalam waktu satu malam.

Nah, demikianlah tips yang dapat digunakan dalam membuat cerpen anak. Semoga membantu!

Baca juga:

Bagaimana cara membuat cerita cinta romantis?

Mengapa cerita romantis disukai orang?

Bagaimana cara mengakhiri esai dengan baik?

Bagaimana cara menulis buku yang inspiratif?

269 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Selasar Tips
Akun Selasar untuk berbagi tips menarik