selasar-loader

Apakah situs sejarah penting untuk diselamatkan?

LINE it!
Answered Mar 02, 2018

Belakangan sering terjadinya penggusuran situs-situs sejarah terkhusus bangunan-bangunan sejarah dengan berbagai macam alasan, kejadian ini banyak mendapat kecaman terkhsusu dari para seniman dan pecinta sejarah, fenomena ini juga ada yang menanggapi bahwa kenapa harus kecewa toh ketika situs ini masih ada saja juga tidak terlalu banyak yang perduli atau ini hanya seolah menjadi instrumen belajar saja yang sudah ketinggalan zaman. Apa tanggapan kalian mengenai hal ini?


Kebanyakan situs situs yang dirusak atau digusur di Indonesia merupakan situs yang hanya "satu satunya" di Indonesia. Mengapa perlu di selamatkan? Karena situs tersebut merupakan bagian dari sejarah kita. Situs situs menjadi bahan penelitian yang hasilnya dapat menyumbang kerangka kesejarahan bangsa. Situs situs juga menjadi bentuk identitas bagi manusia masa lampau atau mungkin juga manusia sekarang.

Selain itu situs situs arkeologi atau sejarah, dapat didaftarkan untuk menjadi cagar budaya. Ketika benda/bangunan/struktur tersebut sudah ditetapkan menjadi cagar budaya, maka akan dilindungi oleh UU no.10 tahun 2011. Kalaupun tidak maka situs dapat diperlakukan sebagai "diduga cagar budaya" yang mana dalam undang undang juga mendapat perlindungan yang sama.

Namun dalam kasus tertentu, tentu akan ada pengecualian. Sebagai contoh, dalam pembangunan waduk Jatigede di sumedang terdapat beberapa situs yang akan hancur bila waduk dibangun. Oleh karena itu, karena waduk merupakan kepentingan orang banyak. Maka situs mau tidak mau harus diselamatkan atau direlokasi. Sebelum pembangunan dilaksanakan, Situs harus direkam dalam segala aspek, baik lokasi, bentuk, ukuran dan lain lain. Dalam ilmu arkeologi, kegiatan ini disebut juga salvage archaeology atau rescue archaeology,

118 Views
Write your answer View all answers to this question