selasar-loader

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

LINE it!
Answered May 04, 2017

Aviardhansyah Sakrie
Muslim Pembelajar | http://aviardhansyah.wordpress.com

O3487KgWnc5hqTtxrtTNF00tAxWSYd6z.jpg

Agility adalah kata yang tepat untuk menggambarkan satu kunci penting sebuah bisnis untuk memenangkan persaingan. Agility adalah kemampuan sebuah perusahaan dalam mengikuti perubahan, semakin cepat ia berubah maka agility-nya akan semakin baik. Perusahaan yang adaptive terutama dimasa-masa yang dinamis saat ini tentu akan cepat memenangkan hati pasar dan mengambil alih pasar kompetitor.

Jika melihat dari 3 pemain utama dari transportasi modern menggunakan SAAS (software as a services), maka sampai saat ini saya masih merasa UBER akan memenangkan persaingan. Mengapa?

  1. UBER termasuk first mover dalam hal transportasi modern sehingga ia mendapatkan first mover advantage. Dalam kurva pembelajaran, UBER telah lebih dahulu masuk di bisnis ini dibandigkan dengan GRAB apalagi GOJEK. Dengan begitu ia akan mencapai titik maturity lebih dahulu dengan segala benefitnya.
  2. UBER beroperasi secara global dengan titik yang lebih banyak dibandingkan GRAB dan GOJEK. Dalam hal ini UBER akan jauh lebih efisien secara biaya operasional dibandingkan GRAB dan GOJEK. Beda halnya dengan GOJEK misalnya, GOJEK berpusat hanya di Indonesia dan merekrut orang-orang terbaik dengan gaji yang cukup besar, ia juga menyewa kantor untuk operasional serta biaya-biaya fixed lainnya. Bandingkan dengan UBER yang hanya membuka representative saja di Indonesia, dan tidak perlu mengeluarkan membayar insiyur serta software engineer di Indonesia karena sudah dihandle secara global. Itu sebabnya ketika kita uji 3 aplikasi tersebut, maka rate termurah akan jatuh pada UBER (biaya normal) dan rate termahal akan ada pada GOJEK mengingat GRAB juga perusahaan global hanya saja tidak sebesar UBER.

Jika dua point ini terus dipertahankan dan UBER terus berinovasi dengan teknologi, maka saya yakin UBER tetap bisa memenangkan persaingan dengan biaya yang paling ekonomis dibandingkan yang lainnya. Sementara GOJEK memiliki keunggulan sebagai produk nusantara yang mana menjadi "biaya tambah" bagi pelanggan ketika menggunakannya. GOJEK harus terus melebarkan sayapnya di seluruh penjuru Indonesia agar biaya fixed cost nya ini terus mengecil seiring bertambahnya jumlah pelanggan di seluruh Indonesia.

ps: biaya murah UBER ini juga menjadi kekurangan/threat bagi UBER sendiri karena driver-driver cenderung ingin mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dengan mencari aplikasi dengan rate yang besar. Setiap naik UBER saya selalu mengingatkan, pada satu titik nanti biaya UBER yang ekonomis ini akan menemukan titik demandnya sehingga akan mendapatkan hasil yang impas ketimbang pindah ke GOJEK dengan rate yang tinggi tapi demand yang rendah, bukan begitu?

Semoga menjawab!

 

sumber gambar: solopos.com

384 Views
Write your answer View all answers to this question