selasar-loader

Apa yang Anda ketahui dari penyakit Albino?

LINE it!
Answered Mar 01, 2018

Andini Ika
Mahasiswa Farmasi UI l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 1 Jakarta

Tag3iDIj24TSjyRJ_0x59gxnuEvt6GNa.png

Secara etimologi albino atau istilah kesehatannya albinisme berasal dari kata albus yang dalam Bahasa Latin artinya putih. Albinisme adalah kelainan bawaan berupa ketiadaan atau kekurangan pigmen melanin di kulit, rambut, dan mata. Pigmen melanin adalah zat warna yang memberikan warna gelap padak kulit. Jika melanin dalam tubuh terlalu banyak, maka warna tubuh akan semakin gelap. Begitu pula sebaliknya, jika tubuh memproduksi sedikit melanin maka warna kulit pun menjadi lebih cerah. Sehingga pada orang yang mengalami albinisme, kulit, mata, dan rambut terlihat putih.

Kegagalan pembentukan melanin pada albinesme tersebut dapat  disebabkan oleh ketiadaan atau kerusakan enzim tirosinase, yaittu suatu enzim yang mengandung tembaga dan terlibat dalam pembentukan melanin. Kegagalan ini dapat terjadi secara sempuma atau hanya parsial. Idividu yang sama sekali tidak memiliki pigmen melanin (amelanisme atau amelanosis) dinamakan albino, sedangkan individu yang hanya mengalami kekurangan melanin (hipomelanisme atau hipomelanosis) dinamakan albinoid. Albinisme dapat terjadi pada semua hewan vertebrata, termasuk manusia.

Gejala Albinisme yang terjadi pada manusia pada dasamya ada dua macam, yaitu albinisme okulokutaneus dan albinisme okuler.  Albinisme okulokutaneus terjadi pada mata, kulit, dan rambut, sedangkan albinisme okuler hanya mengenai mata. Kebanyakan penderita albinisme okulokutaneus nampak putih atau sangat pucat karena sama sekali tidak ada melanin yang bertanggung jawab atas terbentuknya wama hitam, coklat, atau kekuningan. Sementara itu, penderita albinisme okuler memiliki mata biru muda dan adakalanya membutuhkan pembuktian genetik untuk mendiagnosisnya. Penderita albinisme, terutama okulokutaneus, memiliki kulit yang sangat rentan terhadap radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Kulit tersebut sangat mudah terbakar jika terpapar terlalu lama. Hal ini karena tidak ada melanin yang berfungsi sebagai pelindung terhadap radiasi ultraviolet.

215 Views
Write your answer View all answers to this question