selasar-loader

Bagaimana agar istiqomah (dalam beribadah) setelah hijrah dari kebiasaan buruk dan masa lalu?

LINE it!
Answered Feb 14, 2018

Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

salah satu yang cukup sulit (baca: memerlukan upaya berlebih) setelah hijrah adalah istiqamah. Perlu kita tahu, banyak sekali hal yang berpotensi mengganggu upaya kita untuk hijrah. Maka dari itu, kita perlu memerhatikan beberapa aspek berikut:

1. Niat dan Komitmen

Mengapa niat? Tentu saja karena niat ini merupakan sesuatu yang berlaku layaknya hati. Ia cenderung labil, tidak tetap senantiasa berubah bila tidak ditegakkan benar-benar. Sehingga, memperbarui dan menetapkan niat adalah hal yang sangat penting. Niatkan selalu segala aktivitas kita, (termasuk hijrah) dengan hanya mengharap ridho Allah semata. Tentu saja, karena itulah sebaik-baik sumber niat, dan sebaik-baik tujuan. Jangan mengaharap elemen-elemen keduniaan terlebih dahulu, seperti jodoh, harta, dan lain sebagainya. Karena, bila kita mendapat Ridho Allah, maka insyaa Allah akan mengantarkan kita menggapai semua yang lainnya. Namun, bila kita mengharap sesuatu dari dunia, maka kita akan kehilangan Allah, yang Maha Memiliki Segalanya. Jadi, yankinkan hatimu, teguhkan langkahmu!

Kelak, niat ini akan menjadi cerminan dari komitmen. sehingga, komitmen dapat terbangun lewat langkah langkah konrit yang dirumuskan oleh diri sendiri dan diimplementasikan dalam dunia nyata. Sehingga, komitmen akan berbanding lurus dengan niatan. Bila niat teguh lagi kukuh, insyaa Allah, komitmenpun demikian.

2. Memilih lingkungan. Lingkungan, tidak dipungkiri, dapat memberikan dampak pada aktivitas kita. Sehingga, pilihlah lingkungan yang sesuai (walau mungkin sulit/tidak ada) dan dapat mendukung aktivitas hijrah kita. Usahakan juga mengajak atau menunjuk akwan dekat kita menjadi reminder atas apa yang akan kita lakukan. Harapannya, segala bentuk aktivitas kita dapat mendukung dan mengokohkan hijrah kita kedepan.

3. Memilih kawan. Kawan, tanpa disadari dan dipungkiri, adalah salah satu faktor pembentuk karakter dalam keseharian kita. sehingga, menmukan kawan yang bisa mendukung hijrah kita akan berdampak pada kuatnya hijrah kita. selain itu, kawan yang sam-sama dalam hijrah, akan senantiasa saling mengingatkan (harapannya), agar sama-sama tidak kembali ke jalan salah yang lebih dahulu suda ditempuh.

4. Ingat masa lalu. Masu lalu yang buruk tak lantas menjadikan masa depan ikut buruk. namun, perlu disadari bahwa asa depan pun, takan berbalik begitu saja dari masa lalu. sehingga, menjadkan masa lalu sebagai refleksi untuk bergerak akan menjadi kunci utama dalam menegakkan hijrah. Ingatlah masa-masa manis namun susah kala kita sedang beribadah puasa, ataupun sulitnya kita merelakan uang dengan jumlah besar untuk infaq, dan lainnya. 

5. Ingat akan balasan Allah, juga pengawasannya. Balasan dari Allah adalah pasti, dan pengawasan dari Allah adalah juga pasti. seharusnya, dengan modal kedua hal tersebut mampu menggerakkan kita agar senantiasa menyiapkan yang terbaik bagi kelak pertanggung jawaban kita. Masalahnya, memang tidak mudah selalu hal yang akan kita hadapi ke depannya. namun, itulah hakikatna hidup di dunia. Tidak mudah, namun insyaa Allah akan ada berkah disana.

berikut beberapa kiat yang bisa disampaikan, semoga dapat berguna

234 Views
Write your answer View all answers to this question