selasar-loader

Apa pengertian kelebihan gizi dan dampak dari kelebihan gizi bagi kesehatan?

LINE it!
Answered Feb 07, 2018

Amala Rahmatia Putri
Public Health, UI | Awardee Rumah Kepemimpinan Jakarta 8'

Kelebihan gizi pada balita dalam dunia gizi disebut Gizi Lebih, sedangkan pada orang dewasa biasa disebut Gemuk (overweight) dan Obesitas.

Pada balita, status gizi lebih distandarisasi melalui satu bentuk satuan baku yang disebut dengan Z-score dilihat dari indeks Berat Badan/Umur (BB/U). Z-score BB/U ini dihitung dengan rumus (BBanak - BBstandar)/ standar deviasi BB standar. Menurut SK Kemenkes, standar gizi lebih pada balita ditunjukkan dengan nilai Z-score >2,0 SD. Di indonesia, persentase gizi lebih berdasarkan data tahun 2016 menunjukkan bahwa persentase rata-rata nasional balita dengan gizi lebih sejumlah 1,5%, dengan provinsi paling banyak gizi lebih berlokasi di DKI Jakarta dengan persentase 4,4% dan paling sedikit di NTT dan Maluku Utara dengan persentase 0,5%. 

Pada orang dewasa, kita sudah cukup familiar dengan kata gemuk dan obesitas. Gemuk/obesitas ini adalah level status gizi dimana salah satu cara untuk menentukannya adalah dengan menggunakan standar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan hitungan BB/(TB) (dalam meter). Kembali menurut Kemenkes, berikut adalah standar IMT menurut jenis kelamin.

Untuk Perempuan
Kurus : < 17 kg/m2
Normal : 17 - 23 kg/ m2
Kegemukan : 23 - 27 kg/m2
Obesitas : > 27 kg/m2 


Untuk Laki-laki :
Kurus : < 18 kg/m2
Normal : 18 - 25 kg/m2
Kegemukan : 25 - 27 kg/m2
Obesitas : > 27 kg/m

Dampak kelebihan gizi bagi balita pada anak umumnya ringan jika dibandingkan dengan obesitas pada orang dewasa, namun pada kasus gizi lebih dengan derajat yang berat, mungkin dapat disertai dengan gangguan pernapasan, hipertensi, dermatitis dan lain-lain. 

Sedangkan kelebihan gizi (kegemukan/obesitas) pada orang dewasa dapat mengkalilipatkan risiko terkena penyakit tidak menular, seiringan dengan penambahan IMT. Penyakit yang paling sering menyertai kegemukan/obesitas adalah penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke), diabetes, sakit sendi (terutama osteoartritis - penyakit degeneratif yang sangat melumpuhkan pada persendian), dan beberapa jenis kanker (termasuk endometrium, payudara, ovarium, prostat, hati, kantong empedu, ginjal, dan kolon).

Jadi, Dilan, yang berat itu bukan rindu. Tapi menjaga IMT tetap normal agar selalu sehat. :)

 

Referensi:
PSG 2016, Kemenkes RI
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/
http://www.depkes.go.id/index.php?txtKeyword=status+gizi&act=search-by-map&pgnumber=0&charindex=&strucid=1280&fullcontent=1&C-ALL=1
 

 

67 Views
Write your answer View all answers to this question