selasar-loader

Mengapa kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan?

LINE it!
Answered Feb 02, 2018

Andini Ika
Mahasiswa Farmasi UI l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 1 Jakarta

r1hk_A1lq_VMxV_ingF_feIUwGgcpZRY.jpgRasa kantuk setelah makan memang seringkali kita alami dan membuat kita menjadi ingin segera tidur. Akan tetapi ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika langsung tidur setelah makan :

Rasa panas di dada (Heartburn)
Saat berbaring setelah makan, tubuh memang dirasa sangat rileks. Akan tetapi sementara tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Langsung tidur setelah makan bisa memicu naiknya asam lambung sehingga menimbulkan sensasi panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan Lebih dari itu. Sensasi panas ini membuat tidur malam Anda tidak nyenyak.

Naiknya berat badan
Setelah makan, maka tubuh akan menerima asupan kalori. Dalam prosesnya, untuk menurunkan berat badan, maka tubuh kita harus melakukan kegiatan yang dapat membakar kalori lebih banyak dari kalori yang masuk ke tubuh. Maka tidur setelah makan akan membuat kalori yang diterima tubuh akan dibakar sangat sedikit sehingga terjadi penumpukkan lemak dalam tubuh. Oleh karena itu, jika sering terasa lapar tengah makan, sebaiknya cobalah mengisi perut dengan makanan sehat seperti salad dan buah, bukan makanan berkalori tingga seperti kue.

Stroke
Hubungan antara stroke dengan kebiasaan langsung tidur setelah makan sebenarnya sudah dilakukan penelitiannya oleh University of Ioannina Medical School di Yunani. Dalam penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 500 orang sehat yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu 250 orang yang mempunyai riwayat penyakit stroke sebelumnya dan 250 orang yang didiagnosis sindrom koroner akut menunjukkan hasil bahwa  tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Sindrom koroner akut adalah jenis penyakit jantung yang paling umum, di mana aliran darah ke jantung menurun yang disebabkan oleh penyumbatan arteri dan dapat mengakibatkan sesak pada dada sampai serangan jantung. Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki jarak paling lama antara makan dan tidur berada dalam risiko terendah untuk terkena stroke. Mereka yang setidaknya makan satu jam sebelum tidur menurunkan risiko stroke sekitar 66%. Sedangkan mereka yang mempunyai jarak antara makan malam dan tidur sebesar 70 menit sampai 2 jam dapat menurunkan risiko stroke sebesar 76%.

149 Views
Write your answer View all answers to this question