selasar-loader

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru taman kanak-kanak?

LINE it!
Answered Feb 01, 2018

Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia

[Sebut saja 'Manajemen Emosi']

Xqe0GBT_x6MNWmK1JJh3c831Cc5zobsH.jpg

Taman kanak-kanak seperti yang kita ketahui pastilah dipenuhi oleh bocah-bocah kecil berusia kisaran 4-6 tahun. Bocah-bocah kecil yang lucu bin menggemaskan, namun menguji kesabaran di sisi yang lain. Bocah-bocah dengan segala tingkah lucunya bikin rindu, meski tak jarang pula membuat kesal dan sendu. Entah karena tidak mengindahkan peringatan kita, tidak mendengarkan apa yang kita katakan, atau menjadi sangat tidak terkendali saat mereka menangis sambil teriak-teriak untuk mendapatkan sesuatu yang mereka mau. Anak-anak dan segala tingkah laku uniknya.

Maka, dengan segala tingkah laku tidak tertebak yang dimiliki anak-anak khususnya pada rentang usia taman kanak-kanak, siapapun yang berhadapan dengan mereka mestilah memiliki skil khusus. Agar tidak salah langkah, tidak salah dalam bersikap. Dengan begitu, skil 'manajemen emosi', boleh lah kiranya kita perhitungkan sebagai salah satu amunisi menghadapi bocah-bocah kecil yang jika salah-salah sikap kita tak hanya merusak hubungan dengan mereka, tapi bisa mempengaruhi bagaimana mereka di masa depan.

Memilih sikap dan perlakuan tebaik di waktu dan saat yang tepat menjadi hal mendasar bagi siapa saja, terutama guru taman kanak-kanak yang secara intens akan berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Anak-anak dengan kemampuan abservasi dan imitasi yang mereka miliki akan setiap saat menyerap nilai-nilai dan kesimpulan dari beragam pengalaman yang mereka alami. Itulah mengapa kita sebaiknya memeperhatikan betul bagaimana memperlakukan anak-anak yang bisa sangat fruktuatif dan tidak tertebak. Sebab, sekecil apapun tindakan yang kita berikan sebagai respon atas perilaku yang mereka tampilkan bisa berdampak besar pada bagaimana mereka memaknai pengalaman itu nantinya. Memaknai dalam bentuk meniru atau menyerap nilai dan sikap tertentu dari hal tersebut.

Skil manajemen emosi menjadi penting, karena dengan skil ini memungkinkan kita dapat lebih bijaksana dalam menentukan sikap dalam banyak situasi. Misalnya, ketika ada anak-anak yang tiba-tiba menangis setelah sebelumnya adu mulut dengan temannya, apakah kita akan langsung memarahi lawan bicara sang anak? Seseorang dengan skil manajemen emosi yang baik tentulah tidak akan terburu-buru melakukan itu. Melihat salah satu anak menangis dan yang satunya tidak, lalu dengan cepat membuat kesimpulan bahwa yang tidak menangis adalah pelakunya tentu bukanlah hal yang bijaksana untuk dilakukan. Pasalnya, anak-anak memiliki kontrol emosi yang masih berkembang, memiliki kadar ego yang lebih tinggi, dan belum mampu memilah mana yang baik dan buruk, salah dan benar secara tepat. Pengetahuan bahwa anak-anak memiliki karakteristik semacam ini, akan menambah kebijaksanaan kita dalam memilih tindakan dan memungkinkan skil manajemen emosi tadi tumbuh lebih baik. Saat situasi di atas, ada baiknya kita bertanya pada sang anak tentang apa yang menyebabkan ia menagis dan bagaimana jalan ceritanya hingga ia bisa menangis. Ingatlah untuk juga bertanya hal yang sama pada temannya, karena dengan begitu kita dapat kesimpulan cerita yang lebih utuh. Terakhir, ajaklah mereka untuk merefleksikan apa yang terjadi, dan bimbinglah untuk saling bermaafan. Cara ini lebih bijak ketimbang kita langsung memarahi anak yang tidak menangis, karena bisa jadi kesalahan memang terdapat pada keduanya atau malah pada anak yang menangis itu sendiri. Menanyakan jalan cerita kepada kedua belah pihak juga tak kalah penting, agar keduanya sama-sama mendapat rasa keadilan karena mendapat kesempatan menjelaskan dengan sudut pandang mereka. Jika kita langsung menyuruh mereka meminta maaf atau hanya mendengarkan salah satu saja, ditakutkan hal ini akan berdampak pada bagaimana salah satunya merasa tidak diperlakukan adil dan akan beranggapan bahwa cara (menangis) yang dilakukan temannya lebih mampu diterima dan membuat ia mendapatkan apa yang ia mau.

Jalan pikiran pada kasus tersebut tentu tidak berlaku pada semua anak, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak dapat menyimpulkan, memilah dan menyeleksi hal-hal yang mereka dapatkan dari pengalamannya. Namun, terlebih untuk seorang guru taman kanak-kanak hal ini mestilah jadi perhatian serius. Hal ini karena lamanya waktu yang akan dijalani bersama-sama. Skil manajemen emosi sangat dibutuhkan karena hanya dengan emosi yang tepat sebuah perilaku yang tepat akan mampu dimunculkan.

Skil ini tidak hanya berlaku pada saat menghadapi anak-anak dan emosi mereka yang tidak stabil, tapi juga berlaku bagi guru atau orang dewasa yang dengan banyaknya hal yang diurusi turut membuat emosinya fluktuatif alias gampang berubah. Misalkan saat seorang guru sedang memiliki masalah dalam rumah tangganya, saat bertemu dengan anak-anak dengan berbagai ulah dan perilaku, tentu tidak dapat menjadikan masalah dalam rumah tangganya sebagai alasan memarahi atau menolak anak-anak yang lagi-lagi masih berkembang emosi dan ego-nya.

Meskipun sangat dibutuhkan, skil manajemen emosi ini tentu bukanlah hal yang mudah dan dapat dipelajari dari buku-buku teks. Butuh simulasi yang cukup, waktu dan konsistensi untuk dapat menguasai skil yang satu ini. Tapi tidak masalah, selama kita terus mencoba, selama itu pula kesempatan untuk mendapatkannya, terbuka.

Foto dari Edupost.ID

324 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Dian Fhaatma Thaib
Core Lead Team Psychological First Aid (PFA) F. Psikologi Universitas Indonesia