selasar-loader

Kontribusi apa yang bisa kamu berikan kepada Bangsa dan Negara ini? (sekarang dan yang akan datang)

LINE it!
Answered Jan 26, 2018

SELEKSI BEASISWA AKTIVIS NUSANTARA (BAKTI NUSA)

s8Z9vEMU5ujJBuyy5jK_WsoLgm8tpyLT.jpg

Ketentuan:

- Hanya untuk pendaftar Seleksi BAKTI NUSA 2018

- Jawab dengan minimal 500 kata

- disertai gambar (di atas text jawaban) yang dapat menggambarkan gagasan/ide/pemikiran yang kamu miliki. Maksimal lebar gambar 1000px dan tidak boleh pecah.

- Setelah men-submit jawaban, klik button "edit bio topic". Isi dengan NAMA LENGKAP_FAKULTAS_UNIVERSITAS_CALON PENDAFTAR SELEKSI BAKTI NUSA

- Lengkapi profil akun selasar-mu dengan menambahkan foto profil dan biodata singkat


Alif Ramahurmuzi
Vice External President of HIPOTESA IPB| PM Bakti Nusa 8 Bogor | Ekonom Muda

Kolaborasi Calon Dosen melalui ICDRI : Sebuah Mimpi Mensinergikan Generasi 

 s_1Cx42mE8E11QkP72nY1OG8o_8yf5Vn.png

Memungut sampah di jalan, itu kontribusi

Mengikuti kontes Indonesia idol, itu kontribusi

Menghadiri kuliah, itu juga kontribusi

Lantas kontribusi apalagi yang dinanti?

Mari, kita simak dalam tulisan singkat ini…

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kontribusi berarti iuran atau sumbangan. Sumbangan pembangunan masjid, sumbangan dalam membeli TV di kelurahan, bahkan sumbangan gol Lionel Messi ke gawang Madrid, itu pun kontribusi. Sejalan dengan itu, Gurinto (2002) mengartikan kontribusi sebagai upaya membantu kekurangan atas hal yang dibutuhkan. Artinya, semua penjelasan di atas secara garis besar mengatakan kontribusi adalah keikutsertaan seseorang dalam memenuhi suatu tujuan tertentu.

Dalam dunia pendidikan, kontribusi erat kaitannya dengan sumbangan ilmu, baik secara lisan, tulisan, perbuatan, maupun penemuan. Penemuan garis kemiskinan oleh Sajogyo adalah kontribusi besar dalam ilmu ekonomi. Sama halnya dengan dosen yang mendidik mahasiswa dengan sepenuh hati, juga merupakan kontribusi yang sangat amat berarti.

Sudah lama isu terkait perdosenan di Indonesia tidak pernah dibahas. Padahal, jika kita berbicara “Mahasiswa adalah Agent of Change”, yang mendidik mahasiswa pun sedikit banyak adalah dosen. Isu terkait dosen ini, terasa sudah tidak seksi lagi, melihat rendahnya pertumbuhan dosen tiap tahun yang mendekati 0%. Malah, Badan Pusat Statistik(2015) melansir bahwa jumlah dosen PNS dibawah kementrian agama ditahun 2014 sebesar   11.897 dan sebanyak 12.492 ditahun 2015 yang berarti hanya bertambah 595 dosen. Jumlah tersebut terbilang sedikit karena BPS (2015) melansir jumlah mahasiswa PTN ditahun 2014 sebanyak 391.644 dan 458.613 ditahun 2015 yang berarti bertambah 66.969 mahasiswa. Rasio perbandingan pertumbuhan dosen dengan mahasiswa adalah 595:66969 atau 1:112, tentu jauh dari jumlah rasio ideal yang seharusnya 1:30 sampai 1:45.

Ainun Na'im, Sekretaris Jendral Kemenristekdikti, mengatakan pada tahun 2017 dari 18.000 lowongan CPNS 1431 di antaranya adalah lowongan untuk Dosen CPNS. Jumlah ini pun diakui oleh beliau, masih minim, mengingat dosen-dosen tersebut akan disebar ke 121 PTN di seluruh Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa di saat kekurangan dosen, pemerintah juga mengakali dengan memanggil praktisi untuk menjadi dosen sementara, atau juga melakukan kontrak dengan dosen dalam ikatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun, ada masalah serius  yang jarang dibuka oleh pemerintah, mengapa jumlah pertumbuhan dosen selalu negatif.

Pertama, kurangnya apresiasi pemerintah terhadap calon  dosen. Bagaimana tidak, rekrutmen yang dilakukan 2 tahun sekali menyebabkan calon dosen akan memganggur atau setengah menganggur selama waktu tunggu. Beruntung jika dia berhasil menjadi asisten dosen di suatu kampus, walau dengan honor kecil atau bahkan pernah ada kasus uang honornya diberikan lima bulan sekali.

Kedua, beban mengajar dosen yang tinggi ditambah dengan tugas penelitian dan pengabdian masyarakat menjadikan dosen-dosen sedikit sekali yang mengkader calon penerusnya.

Ketiga, belum adanya ikatan calon dosen Indonesia menyebabkan kurangnya kritik, saran, serta bantuan, dalam memperbaiki hal-hal terkait regenerasi dosen ini.

Tentu, secara pribadi, kontribusi Penulis yang dapat diberikan saat ini adalah menulis tulisan singkat ini. Selanjutnya, dalam kurun waktu selambat-lambatnya 3 tahun, Penulis akan mengajak para calon dosen se-Indonesia untuk mendirikan dan bergabung dalam Ikatan Calon Dosen Republik Indonesia (ICDRI). Terakhir dan yang paling penting, calon dosen melalui ICDRI dan dosen melalui Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI), beserta pemerintah akan berkolaborasi dalam memperbaiki regenerasi dosen di Indonesia ini, minimal agar kuantitas dan kualitasnya mumpuni.

Secara rinci, pendirian ICDRI memiliki beberapa tahapan. Tahap pertama yang perlu diambil adalah melakukan konsultasi dan meminta kesediaan dosen terdekat Penulis untuk menjadi pembina dalam rangka persiapan pendirian ICDRI ini. Segala hal butuh ilmu dan belajar, untuk itu belajar dari dosen berpengalaman namun berjiwa muda adalah langkah paling dasar yang perlu diambil. Selanjutnya, Penulis akan mengajak sejumlah kecil  mahasiswa dari kampus yang terdaftar di Beasiswa Aktivis Nusantara untuk menjadi pendiri awal. Langkah ketiga, sejumlah kecil pendiri ICDRI ini akan melakukan penjaringan mahasiswa yang berminat menjadi calon dosen melalui BEM-BEM yang setidaknya terdaftar di BEM seluruh Indonesia (BEM SI). Kemudian, ICDRI akan mengadakan konferensi nasional untuk melakukan pemilihan sekretaris jendral setiap wilayah di Indonesia yang tentu pada acara tersebut akan mengundang BEM SI untuk mengajukan kolaborasi dalam hal yang terkait dengan regenerasi dosen dan pendidikan tinggi. Selanjutnya, ICDRI akan aktif menghadiri acara-acara dari kemenristekdikti agar eksistensi kami mulai diakui. Terakhir tetapi bukan akhir, ICDRI akan aktif memberi masukan kepada pemerintah terkait hal-hal yang berhubungan dengan Regenerasi dosen di Indonesia serta turut serta membantu memperbaiki sistem yang ada bersama dengan kemenristekdikti itu sendiri.

ICDRI (Ikatan Calon Dosen Republik Indonesia) adalah Organisasi nonprofit yang bertujuan untuk memperbaiki segala hal terkait regenerasi dosen di Indonesia baik secara daerah, nasional, maupun sumberdaya manusianya. Berangkat dari keresahan yang Penulis sampaikan di atas, kami yakin organisasi ini kelak berdiri bukan untuk mengejar tahta, popularitas, ataupun sekedar ucapan terimakasih. Kejayaan kami dan harapan tertinggi kami adalah terciptanya pendidikan tinggi Indonesia yang lebih baik terutama dari segi regenerasi sang pendidik.

 Kini kata telah jadi kumpulan mimpi

Mimpi mengalir deras dalam hati

Mengarahkan setiap jiwa untuk mengejarnya lewat kontribusi

Kontribusi yang dinanti

Yang mengayomi dan berkolaborasi untuk membangun negeri

Khususnya dalam regenerasi dosen ini

Yuk gabung ICDRI!

 

Daftar Pustaka :

Badan Pusat Statistik. 2015. Jumlah Perguruan Tinggi,Mahasiswa,Tenaga Pendidik 2014 dan 2015 dibawah Kementrian Agama. www.bps.go.id

https://www.jpnn.com/news/menristekdikti-rasio-dosen-dan-mahasiswa-tidak-ideal

Kemenristekdikti. 2017. Buku Laporan Tahunan 2016. Ristekdikti.go.id                                                                                https://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-kontribusi/                                                                                        https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170907011857-282-240000/dibukanya-seleksi-cpns-indonesia-maish-kekurangan-dosen/                                                                                                                                                                  https://www.indonesiastudents.com/4-pengertian-kontribusi-menurut-para-ahli-lengkap/                                                      https://kbbi.web.id/kontribusi.html

 

 

593 Views
Tinia Leyli Shofia Ahmad

Moga bisa diwujudkan n kelak membawa kemaslahatan utk ummat.. Semangattt!!!  Jan 26, 2018

Tinia Leyli Shofia Ahmad

Moga bisa diwujudkan n kelak membawa kemaslahatan utk ummat.. Semangattt!!!  Jan 26, 2018

Write your answer View all answers to this question