selasar-loader

Apa perbedaan mendasar antara detik.com dengan kompas.com?

LINE it!
Answered Jan 19, 2018

Dua situs berita ini adalah yang terfavorit di Indonesia. Menurut Anda, apa perbedaan kedua situs ini?


Zulfian Prasetyo
Penulis dan Editor

Saya akan menggunakan sudut pandang pengguna (user) untuk membedakannya.

Sebagai pengguna (yang maknanya bisa diperluas menjadi pembaca dan konsumen), saya melihat sesuatu dari mereknya. Kata para businessman ulung, merek adalah janji. Anda bisa mengenali ciri khas suatu produk/layanan dari mereknya.

Detik.com

Detik.com mengutamakan kecepatan. Kecepatan loading. Kecepatan pemberitaan. Kalau bisa, keduanya terjadi dalam hitungan detik (mungkin karena itulah mereka menamakan diri detik.com). Intinya, kecepatan adalah napas detik.com, baik dalam hal infrastruktur maupun konten. Lainnya? Abaikan...

...karena itulah Anda harus terima jika tampilannya (user interface/UI) tidak terlalu enak untuk dilihat. Ini adalah tampilan detik.com yang saya dapati dari suatu blog pada 2010.

nbO0aB0nEfyiIlvgImudvfAT2TAemQWu.jpg

Apa yang Anda cermati? Warna-warni yang tidak terlalu nyaman dipandang mata? Iklan di mana-mana?

Sebagai perbandingan, ini adalah tampilan Kompas.com yang juga saya dapat di situs yang sama.

tGaGINAnR7hC45zbLA8MYCTJLy7sOlvU.jpg

Seiring berjalannya waktu, detik.com tampak berbenah. Mereka sepertinya mulai mendengarkan keluhan dari para penggunanya tentang UI yang kurang nyaman bagi mata. Ini adalah tampilan detik.com pada 2018.

rFgkjEmMy3Yh8KbbfqCuZ4htX0lh4Wj-.png

Iya, tampilan sudah lebih baik, meskipun tetap; iklan ada di mana-mana.

Tapi jangan salah, bukan berarti beriklan di detik.com tarifnya murah. Ketika sedang mengelola suatu rangkaian kegiatan, saya pernah menghubungi marketing detik.com untuk menanyakan biaya beriklan di tempat mereka. Ternyata, harganya lumayan juga, hehehe. Kalau tidak percaya, coba minta rate card-nya pada mereka.

Kompas.com

Sementara itu, kompas.com adalah salah satu "anak" dari harian KOMPAS. Artinya, DNA kompas.com ya berasal dari KOMPAS. Karena memakai merek itulah, mereka cenderung menjanjikan kualitas jurnalisme, seperti unsur 5W+1H alih-alih kecepatan dalam menyajikan berita.

Sayangnya, tingkat typo kompas.comĀ  cukup parah. Tidak terlalu parah sih jika yang dipakai adalah standar blog, tetapi menjadi parah jika yang digunakan sebagai acuan adalah standar penyuntingan level KOMPAS. Saya sampai sempat bercita-cita untuk menyunting semua konten kompas.com ketika masih kuliah dulu saking geregetan-nya, hahaha.

Selain itu, kompas.com juga kini menyuntikkan nuansa detik.com ke dalam tampilannya. Banyak iklan, maksudnya. Hehehe.

tBQoahTLbjKgiIhcWssywj4svTS6bdg5.png

Kalau Anda cermati, ada tiga iklan dalam landing page mereka. Ini belum termasuk pop-up ads, ya.

Iklan tentu berkorelasi positif dengan pendapatan. Semakin banyak iklan, semakin banyak pendapatan. Saya kurang tahu kenapa kompas.com jadi banyak iklan. Mungkin karena ingin mandiri secara finansial dari grup Kompas Gramedia. Mungkin, ya.

Pada akhirnya, jawaban ini tidak akan memberikan penghakiman berupa yang lebih baik antara satu dengan lainnya. Lagipula, pertanyaannya juga "perbedaan", bukan "mana lebih baik".

Soal pilihan, itu kembali pada selera Anda, bukan?

393 Views
Write your answer View all answers to this question