selasar-loader

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

LINE it!
Answered Jan 13, 2018

Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

Untuk memahami masalah kenakalan remaja, kita harus memahami beberapa aspek dalam perkembangan remaja, secara biologis dan sosial emosionalnya.
secara biologis, perkembangan remaja sedang mencapai puncak pertumbuhan. Kemampuan fisik motorik remaja berkembang dengan sangat pesat, sehingga dapat melakukan banyak hal dengan baik. Kemampuan berpikirnya juga berkembang dengan pesat, dari sebelumnya berpikir kongkrit, saat remaja bisa memahami konsep-konsep abstrak dengan logika yang lebih baik. akan tetapi, bagian pre frontal korteks otak yang berfungsi untuk mempertimbangkan resiko baik buruk sesuatu, masih belum matang. Hal ini menyebabkan kecenderungan remaja untuk mengambil tindakan berisiko, yang kadang mengarah pada kenakalan remaja.
dari sisi perkembangan kemampuan sosial, teman dan lingkungan pergaulan merupakan faktor yang signifikan bagi remaja. penerimaan lingkungan adalah penting dan hal ini berkaitan dengan perkembangan identitas diri. Pengaruh lingkungan, terutama teman sebaya, menjadi hal signifikan yang harus diperhatikan org tua.

Bagaimana cara mengatasinya?
sebenarnya pencegahan dapat dimulai dari sejak usia dini, dengan membangun kedekatan emosional dengan anak. Anak yang memiliki kelekatan emosional (attachment) yang aman dengan orang tua atau keluarga, akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, memandang lingkungan dan dirinya dengan positif dan menjadikan orang tua sebagai sumber nilai dan role model untuk perilaku mereka. Kelekatan emosional ini dapat dimulai dengan membangun kehangatan dalam keluarga, penerimaan yang tulus akan kekurangan dan kelebihan anak, interaksi yang hangat dan berkualitas dari sejak usia dini. Anak yang merasa dekat dengan orang tuanya, akan menjadikan orang tua sebagai sumber terpercaya dan lebih terbuka pada orang tua. Hal ini dapat meminimalisir pengaruh luar karena orang tua mengetahui apa yang dilakukan dan dirasakan oleh anak.
Anak yang tidak memiliki hubungan yang hangat dengan orang tua atau keluarga, akan cenderung mencari sumber lain untuk pemenuhan kebutuhan emosional ini, sehingga rentan terhadap pengaruh buruk dari lingkungan.

Bagaimana jika anak terlibat dalam perilaku berisiko?
hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah melakukan evaluasi diri, menerima kondisi sang anak dan mengajak anak berbicara dari  hati ke hati.
seorang remaja butuh diperlakukan sebagai teman, namun tetap dipandu dalam mengambil keputusan. Peran orang tua berfungsi sebagai mentor sekaligus teman untuk anak. Orang tua dapat mengajak anak untuk sama-sama mengevaluasi dampak dari perilakunya dan kenapa perilaku tersebut terjadi? apa yang sebenarnya anak dapatkan dan butuhkan? apa fungsi perilaku tersebut bagi anak? untuk sarana diterima, memenuhi kebutuhan dasar (jika misalnya mencuri), atau apa?
dengan mengetahui latar belakang perilaku ini, akan lebih mudah untuk menentukan langkah selanjutnya.

sebenarnya kecenderungan anak terlibat dalam perilaku kenakalan remaja, sudah bisa dideteksi sejak kecil. jika anak sering terlibat perilaku berisiko sejak kecil, orang tua perlu segera membawa anak ke profesional untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

 

151 Views
Write your answer View all answers to this question