selasar-loader

Bagaimana cara mengenali anak yang terlambat bicara?

LINE it!
Answered Jan 10, 2018

Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

Perkembangan bahasa merupakan perkembangan yang penting karena menggambarkan interaksi dari berbagai aspek perkembangan serta dukungan dari lingkungan sosial. Semisal, dibutuhkan perkembangan fisik yang memadai untuk dapat mengeluarkan suara, perkembangan kognitif, dan interaksi sosial untuk memperkenalkan bayi dengan komunikasi bahasa.

Dalam tahap perkembangannya, bayi terlebih dahulu belajar menangkap dan memahami bahasa sebelum mereka mampu mengucapkannya.

Berikut rentang perkembangan bahasa bayi pada umumnya (Papalia et al., 2009):
1. Ketika lahir, bayi dapat mendengar suara, menangis, dan berespon terhadap suara seperti terkejut dan respon refleks lainnya. Tangisan bayi berbeda-beda maknanya. Dapat berarti lapar, gerah, haus, dll. 
2. 1,5 - 3 bulan: cooing dan tertawa. Mengeluarkan suara seperti "aaaah", memekik, dll jika sedang bahagia
3. 3 bulan: bermain dengan menirukan suara-suara sederhana seperti "aaak", "uuu", dll. 
4. 5 - 6 bulan: menyadari pola suara-suara yang sering didengarnya. 
5. 6-7 bulan: menyadari cara pelafalan bahasa yang sering didengar. 
6. 6-10 bulan: babbling sederhana misalnya "pa..pa..ma..ma..bu..bu..". Perlu diingat bahwa ini bukanlah kata pertama karena merupakan suara yang tidak mengandung arti tertentu. Sebagai contoh, bayi belum memahami bahwa kata "pa-pa" berarti ayah mereka. 
7. 9 bulan: menggunakan gesture (berkomunikasi dengan menggerakkan anggota tubuh) untuk berkomunikasi dan senang bermain dengan menggunakan gesture tersebut. 
8. 9-10 bulan: belajar meniru suara-suara yang didengarnya. 
9. 9-12 bulan: mulai menggunakan gesture yang sering digunakan semisal melambaikan tangan, mengangguk, menggelengkan kepala, dll. 
10. 10-14 bulan: menyebutkan kata pertama yang biasanya untuk menyebut suatu benda. 
11. 10-18 bulan: menyebutkan kata sederhana seperti "susu panas", "mama sini", dan kata-kata sederhana lainnya. 
12. 12-13 bulan: mulai memahami fungsi dari penamaan benda-benda. Mulai berkembang kosakata secara pasif. 
13. 13 bulan: menggunakan gesture secara lebih kompleks, misalnya anak akan menaruh gelas kosong ke mulutnya untuk menunjukkan ia ingin minum atau mengangkat tangannya yang menunjukkan ia ingin digendong. 
14. 14 bulan: menggunakan gesture simbolik seperti meniup minuman untuk mengatakan bahwa minuman tersebut masih panas. 
15. 16-24 bulan: mempelajari banyak kata-kata baru, kosakata 50-400 kata, mulai menggunakan kata kerja dan kata sifat. 
16. 18-24 bulan: mengucapkan kalimat pertama, biasanya 2 kata..namun perkembangan ini tidak universal. Ada yang lebih lambat namun akan mengejar ketertinggalannya di tahapan perkembangan selanjutnya (balita). 
17. 20 bulan: lebih sedikit menggunakan gesture, namun lebih banyak memberikan nama ke benda-benda. 
18. 20-22 bulan: berceloteh dengan lebih jelas.
19. 24 bulan: menggunakan frase dua kata, tidak lagi babbles dan sangat ingin banyak berbicara. 
20. 30 bulan: hampir setiap hari mempelajari kata-kata baru, sudah menggunakan 3-4 kata dalam kalimat. 
21. 36 bulan: sudah mampu berbicara lebih dari 1.000 kata.

Sebagai catatan bagi orangtua:
Pada perkembangan bahasa, anak terkadang menyederhanakan kata-kata seperti "ma, mam" untuk mengatakan "ma, aku mau makan" dan terlalu memperluas makna kata semisal mengatakan semua orang yang memiliki uban adalah kakeknya. Hal yg dapat dilakukan orangtua/pengasuh adalah dengan tidak menyalahkan/mendiamkannya, namun memberikan pemahaman mengenai hal yang benar seperti, "oh, adik mau makan ya?" dan "ada orang lain loh yang rambutnya ubanan. Kakek bukan satu-satunya orang yang rambutnya ubanan".

Jadi, sudah sejauh mana perkembangan bahasa anak kita? 

173 Views
Write your answer View all answers to this question