selasar-loader

Bagaimana menghadapi anak yang telah mengalami masa pubertas?

LINE it!
Answered Jan 10, 2018

Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

q-yUpxSnlWUF4ADlWqdqbm5_NJ475Y96.jpeg

 

Seperti kita ketahui, pada masa pubertas banyak perubahan yang terjadi pada anak, saat tersebut juga merupakan saat penting pada pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental remaja.

Pubertas pada anak remaja ditandai dengan tumbuhnya tanda2 seksual sekunder seperti tumbuhnya bulu selain di kepala, pertumbuhan payudara pada wanita, perubahan komposisi otot terutama pada laki-laki, perubahan suara, dan sebagainya.

Rupanya pada masa tersebut, terjadi juga yang disebut "growth spurt" kedua, yaitu pertumbuhan cepat, yang pertama adalah saat bayi berusia 2 tahun.

Jadi saat pubertas ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan, terutama tinggi badan.

Oleh karena itu butuh asupan gizi yang sesuai, baik energi, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Pada masa ini, anak perempuan juga mulai mengalami haid, sejumlah mineral terbuang melalui darah haid ini.

Sementara makanan remaja seringkali fokus pada pemenuhan protein dan energi, sehingga mineral dan vitamin sering terlewat. Anak yang kurus dan pendek jelas kekurangan berbagai zat gizi termasuk vitamin dan mineral.

Tapi pada anak yang gemuk, kita sering menyebutnya kekurangan gizi pada obesitas, yaitu kurangnya vitamin mineral dalam tubuh anak obesitas untuk memenuhi kebutuhan yang besar.

Sampai saat ini suplementasi mineral yang diwajibkan oleh WHO hanya tablet besi asam folat (tablet tambah darah) untuk anak pubertas, yaitu 1x tiap minggu di luar haid, dan 1x sehari saat haid selama 3 bulan berturut-turut. Remaja wanita yang kekurangan zat besi dan folat kurang lebih 50% dari populasi indonesia. Dapat dibantu dengan obat penambah darah.

183 Views
Write your answer View all answers to this question