selasar-loader

Bagaimana menghadapi anak yang mengalami kejang-kejang?

LINE it!
Answered Jan 10, 2018

Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

Kejang Demam (KD) adalah bangkitan kejang yang terjadi pada usia 6 bulan s/d 5 tahun, paling sering pada usia 18 bulan. KD sering juga dikenal sebagai step. KD paling sering pada usia 18 bln berkaitan dengan kenaikan suhu tubuh, bukan disebabkan infeksi di otak atau kelainan akut lainnya.

Dua tipe KD: KD sederhana: kejang berlangsung kurang dr 10 menit, tidak ada kelainan fokal, sembuh spontan KD kompleks: lama kejang 10-15 menit, berulang dalam 24 jam, terdapat kelainan fokal. Kejang itu bentuknya macam-macam, bukan hanya kelojotan. Bisa juga keluar busa dari mulut. Ada juga kejang yang bentuknya hanya bengong sesaat atau tangan kakinya sebelah bergerak. Terapi kejang jangka panjang diperlukan bila: 1. Lebih dari 15 menit 2. Kejang berulang dalam 24 jam 3. Kejang fokal 4. Terdapat kelainan saraf sebelum dan setelah KD misal kelumpuhan, retardasi mental dan serebral palsy 5. KD terjadi pada bayi kurang dr 1 tahun Risiko KD menjadi epilepsi bila( 1.5 sd 4.6%) 1. Riwayat epsy dlm keluarga 2. KD kompleks 3. Ada gangguan tumbuh kembang 4. KD muncul pada usia kurang dari 1 tahun Epilepsi adalah kejang berulang berselang lebih dr 24 jam yg timbul tanpa provokasi (misal: demam). Epilepsi sering dianggap stigma: penyakit kutukan, kerasukan, guna2, gangguan mental dsb, sehingga sering disingkirkan dlm pergaulan atau sangat dibatasi dalam berbagai hal dan kegiatan. Terdapat 2 penyebab: 1. Idiopatik( tidak ada lesi struktural otak): paling banyak pada anak-anak 2. Simptomatik(ada lesi stuktural otak) Epilepsi bisa diobati dan bisa sembuh tapi membutuhkan terapi jangka panjang (2 s/d 3 tahun bebas kejang)

172 Views
Write your answer View all answers to this question