selasar-loader

Bagaimana membujuk anak yang tidak mau sekolah agar kembali sekolah?

LINE it!
Answered Jan 04, 2018

Bagaimana cara mengatasi anak remaja usia 12 tahun yg baru masuk smp tapi tifak mau sekolah? Sudah 1 bulan tidak mau sekolah. Dibujuk ga mau..dikasi motivasi ga mau..diiming2i hadiah ga mau..katanya maled aja. Ga mau jawab alasan spesifiknya sekolah. Upaya apa yg efektif dilakukan ortu agar anak mau sekolah?


Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Jawaban pertama : untuk anak usia sekolah (to be cont..)

Anak tidak mau sekolah. Dibangunkan mandi malah nangis. Pengalaman itu barangkali menjadi sebuah hal yang sering ditemukan para orangtua di rumah. Tidak sedikit orangtua yang menyerah, mengalah dan membiarkan anak pada keinginannya untuk tidak berangkat ke sekolah.

Untuk beberapa kondisi yang terlihat ‘anak malas’ untuk sekolah, orangtua kadang ‘menang’ karena anak tidak punya alasan untuk menolak. Akan tetapi, ada beberapa kondisi dimana anak memiliki alasan kuat untuk tidak bersekolah dan di sisi lain orangtua ‘mengiyakan’ misalnya setelah anak beraktivitas cukup melelahkan atau anak mengalami luka. Kondisi tersebut sebetulnya masih dapat dinegosiasikan dengan anak, tentu dengan pertimbangan terhadap kondisinya terlebih dahulu.

Nah, sekarang bagaimana membujuk anak untuk mau berangkat sekolah?

Berikut cara yang dapat dilakukan (jawaban berdasarkan pengalaman pribadi saat membujuk keponakan).

Pertama, periksa kondisi anak. Boleh jadi anak tidak mau berangkke sekolah karena merasa kurang sehat. Tetapi apabila masih dapat bawa ke sekolah atau bahkan anak baik-baik saja tanpa mengalami masalah kesehatan lainnya, cuss lanjut ke misi selanjutnya. Intinya seperti kata Amir Khan di ilm Tri Idiots, “All izz well..” hehe. Anak baik-baik saja. Hanya malas berangkat sekolah dan menjadikan sakit atau apapun (sesuai temuan ortu) jadi alasannya.

Kedua. Tantangan membujuk anak supaya mau mandi. Dalam tantangan ini ternyata memberikan peluang untuk optimalisasi masa kecil anak, yakni mengajak anak mendiskusikan 'why' (kenapa) harus mandi. Kita dapat bercerita tentang bahaya kuman-kuman nakal dan lain sebagainya. Saya sendiri berhasil dalam misi ini. Orangtua dapat menerapkannya sesuai cara masing-masing. Yang terpenting ‘why’ yang disampaikan dapat dipahami oleh anak. Di sini lah kita mulai masuk ke dunia mereka.

Ketiga. Biasanya anak habis mandi ternyata nangis lagi, tetap tidak mau berangkat sekolah. Nah di sini biasanya akan muncul pokok permasalahan kenapa anak tidak mau berangkat sekolah. Ujian kesabaran orangtua salah satunya terletak di sini, apalagi sudah jam 7 (jam masuk sekolah) ditambah orangtua akan berangkat kerja (mungkin full mom akan lebih tidak panik di sini). Kuncinya adalah tetap sabar dan dengarkan anak. Misi kita adalah merekaa mau berangkat sekolah, jadi terlambat pun tak apa asal jangan dipaksa karena akan mempengaruhi psikologisnya yang berdampak pada aktivitasnya sepanjang hari. Prihal terlambat dapat dikomunikasikan dengan baik pada guru. Nah, kita kembali lagi. Ajak anak ngobrol lagi. biasanya akan ketemu permasalahannya dan kita tinggal mencari solusinya. Misalnya, anak merasa kurang enak badan dan takut berdiri lama saat upacara maka anak dapat dibujuk dengan solusi akan disampaikan pada guru supaya anak diizinkan tidak ikut upacara dulu. Dan sebagainya.

Terakhir. Apabila anak akhirnya mau berangkat sekolah, kita dapat memberikan apresiasi atas perjuangannya melawan rasa malas/ketakutan/lainnya yang menyebabkan tidak mau ke sekolah. Misalnya dengan memberikan cokelat yang akan dibagi-bagikan pada teman sekelasnya. Apresiasi menjadi hal penting karena akan berdampak pada peningkatan semangat anak dan apresiasi terhadap dirinya. Terlebih apabila apresiasi yang diberikan sekaligus mengajarkan anak untuk berbagi. Hal tersebut akan melatih dirinya akan rasa berbagi dan menambah hubungan baik pada kehidupan sosialnya di sekolah.

Demikian yang dapat saya bagikan sebagaimana pengalaman saya pada kondisi yang sama dan pengalaman-pengalaman lainnya dalam membujuk anak.

 

Jawaban kedua : untuk anak baru masuk SMP

Adapun kondisi seperti yang dikemukakan pada deskripsi pertanyaannya ini adalah anak yang baru masuk SMP. Usia 12 tahun merupakan peralihan dari usia anak sekolah menuju remaja. Satu ciri identik yang ditunjukkan pada usia remaja adalah kecenderungan lebih nyaman dengan peer group dan kurang bisa berkomunikasi dengan orangtua. Hal tersebut dikarenakan anak baru memasuki fase baru sebagai remaja. Salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua adalah memahami mereka, memahami dunia remaja mereka. Usia ini sangat rentan sehingga pengendalian orangtua sangat diperlukan.

Pada prinsipnya, cara yang dilakuakn dengan anak usia sekolah sama, tetapi cara berkomunikasinya yang perlu disesuaikan. Untuk hadiah pun anak remaja sudah mulai kurang tertarik (tidaak semuanya). Maka apresiasi yang dapat diberikan adalah sesuai dengan yang mereka butuhkan dan sukai tentunya.

363 Views
Write your answer View all answers to this question