selasar-loader

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

LINE it!
Answered Jan 04, 2018

Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Terlalu banyak cara untuk meraih Surga-Nya. Bersedia dipoligami 'mungkin' salah satunya (iya, apabila dilakukan sesuai syariat). Memilih sesuatu berarti siap dengan segala konsekuensinya. Apabila poligami dirasa justru akan membawa lebih banyak mudhorat (gerbang yang mengantarkan perempuan sakit hati, lalu stres hingga mendzolimi diri dan keluarganya) daripada manfaatnya, mengapa tidak untuk ditinggalkan? toh hukum poligami kan tidak wajib!

Selama ini, masalah poligami menjadi tudingan pada kaun perempuan, menyatakannya sebagai ‘dalil yang ditolak’ dan sebagainya. Coba mari kita simak kembaali salah satu dalilnya :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (Q.S. An Nisa’: 3).

Seringkali kita hanya mengambil ‘potongan ayat’ tanpa menilik lagi lanjutnya. Alih-alih akan membaca tafsirnya. Dalam ayat di atas jelas ditegaskan bahwa, “jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja...” dari ayat tersebut, siapa yang  sesungguhnya ‘menolak’? silakan ditanyakan sendiri pada diri masing-masing. Saat kaum perempuan mayoritas tidak ingin dipoligami dengan pertimbangan mudhoratnya lebih banyak, mengapa tak ada yang mempertanyakan pada kaum lelaki, “siap dan mampukah mereka berpoligami?”

Baik, saya akan mengemukakan beberapa alasan sebagai jawaban dari pertanyaan di atas (sumber tercantum di bawah).

1.     Poligami yang dilakukan lelaki zaman now tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Poligami yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah untuk menyelamatkan perempuan. Yang dinikahi Nabi SAW adalah para janda dan perempuan tua. Nabi SAW juga berlaku adil pada setiap istrinya. Lalu apa kabar dengan alasan poligami lelaki zaman now? Juga pelaksanaannya?

2.     Pengalaman yang tampak

Berbicara stigma terap poligami khususnya di Indonesia, mayoritas menunjukkan pengalaman yang tidak enak. Contoh poligami yang terlihat tidak sedikit yang mencitrakan hal buruk, seperti perlakuan suami, kekerasan, perkelahian, bahkan perlakuakn tidak pantas dari istri muda terhadap istri tua. Hal tersebut menjadi trauma psikologis bagi kaum perempuan yang lambat laun menimbulkan ketakuatn untuk tidak mengalami hal yang sama.

3.     Pemahaman dan kesiapan

Poligami bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu alasan perempuan tidak memilih untuk mau dipoligami adalah belum paham dan belum siap dengan segala konsekuensinya.

4.     Perempuan cenderung mengutamakan perasaan

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa perempuan identik dengan perasaan. Benar apabila dikatakan bahwa ‘tidak ada perempuan yang ingin berbagi hati dan suaminya’. Poligami berarti potensial adanya pembagian hati dan perhatian suami yang memicu perasaan tidak baik pada kaum perempuan. Dan setiap kita tahu bagaimana sulitnya mengelola hati, apalagi mengobati.

5.     Poligami merupakan ibadah yangg tak mudah

Tidak banyak perempuan yang mau berbagi suami dengan perempuan lain. Poligami. Oleh karenanya, ia yang rela dipoligami adalah perempuan yang kuat yang rela mengorbankan perasaannya demi orang yang dicintainya. Karenanya juga kenapa Allah menjanjikan balasan luar biasa terhadapnya karena rela dipologami berarti rela berbagi, berbagi dalam segala hal.

Sekali lagi, tidak banyak perempuan yang ingin dipoligami. Akan tetapi, saat perempuan ingin melindungi suaminya dari dosa zina maka pilihan itu patut dipertimbangkan. Selain itu, keinginan poligami tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada kaum lelaki. Refleksi diri pada kaum perempuan juga menjadi hal yang perlu dilakukan. Itulah mengapa islam juga menganjurkan bagi kaum perempuan untuk mempercantik dirinya di hadapan suaminya. Jangan-jangan poligami juga muncul karena kita sebagai perempuan kurang bisa memposisikan diri sebagaimana mestinya.

Sekali lagi, ada banyak jalan menuju Surga Allah. Dan Allah memberikan ujian sesuai kadar kesanggupan hamba-Nya.

 Referensi :

Isham bin Muhammad asy-Syarif. (2011). Sikap Istri yang Shalihah terhadap Poligami. Pustaka Al Afiyah.

Nailiya, I. Q. (2016). Poligami Berkah atau Musibah. Diva Press.

275 Views
Write your answer View all answers to this question