selasar-loader

Bolehkah wanita menjadi vegetarian ketika sedang hamil?

LINE it!
Answered Jan 04, 2018

Menjadi wanita haruslah bijak, Terlebih pada saat menghadapi masa kehamilan biasanya ada banyak pertanyaan dari kaum hawa cantik bijak ini. Seperti pertanyaan yang satu ini  "Bolehkah wanita menjadi vegetarian ketika sedang hamil?"

eDF9XX5MGbyRXwfqMrVkvOHzISMgxSDc.jpg

Banyak wanita vegetarian khawatir tentang efek makanan yang mereka konsumsi terhadap perkembangan bayi mereka selama kehamilan. Di sisi lain, banyak yang bilang bahwa dengan perencanaan makan yang cermat, sebenarnya mereka tidak perlu khawatir akan hal tersebut.


Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Karena pertanyaannnya boleh atau tidak, maka jawabannya adalah boleh. Tetapi jika pertanyaannya lebih baik menjadi vegetarian selama hamil atau tidak, maka jawabannya adalah tidak.

Saya akan membahas beberapa hal untuk pertanyaan ini, yaitu pentingnya nutrisi yang adekuat terhadap kehaamilan, jenis-jenis vegetarian dan dampaknya terhadap ibu dan janin, serta tips untuk vegetarian selama kehamilan.

1.  Pentingnya nutrisi yang adekuat

Selama masa kehamilan, nutrisi harus menjadi perhatian khusus karena kebutuhan akan gizi tinggi dan perannya terhadap kesehatan Ibu dan janin yang sangat penting. Ditambah kebutuhan energi meningkat pada masa kehamilan sekitar 12 persen. Hal yang menjadi penekanan di sini adalah variasi makanan yang beragam. Vegetarian cenderung menghindari berbagai sumber makanan hewani. Sedangkan apabila ditilik kebutuhan nutrisinya, sebagain besar kandungan nutrisi yang dibutuhkan berada pada sumber makanan hewani, seperti protein, asam folat, zat besi, zinc, vitamin B12, kalsium, lemak, dan lain-lain.

Menjadi sebuah keharusan untuk ibu hamil (maun tidak) untuk mengetahui bahwa kandungan beberapa zat penting yang dibutuhkan lebih besar tersimpan dalam makanan yang bersumber dari hewani (seperti kandungan zat makanan yang disebutkan di atas). selain itu, penyerapan protein, zat besi, vitamin B12 dan lainnya lebih lambat pada makanan yang bersumber dari nabati (tumbuhan) sehingga akan mempengaruhi masa pemenuhan kebuhan tubuh ibu dan janin saat kehamilan.

Misalnya protein. Protein dibutuhkan dalam jumlah yang cukup tinggi karena berperan dalam pertumbuhan janin (khususnya otak). Kualitas protein lebih tinggi didaakan dari sumber hewani seperti daging, unggas, seafood, telur, susu, dan produk susu. Protein hewani mengandung semua asam amino (ada 9) yang sangat diperlukan, sedangkan protein nabati terbatas yang rata-rata mengandung satu asam amino. Sehingga menjadi vegetarian saat hamil memungkinkan nutrisi yang kurang adekuat.

Contoh lainnya adalah zat besi, asam folat, dan zinc. Zat-zat tersebut hampir tidak dapat ditemukan pada makanan sumber nabati. Kandungan tersebsarnya terletak pada daging merah. Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia yang ditandai dengan gangguan fungsi sel darah merah, kelelahan, kurangnya konsentrasi, peningkatan risiko infeksi. Dalam sebuah penelitian dinyatakan bahwa anemia selama hamil meningkatkan risiko perdarahan parcapersalinan, infeksi,ematian, hingga gagal jantung. Bagi janin sendiri, pertumbuhan akan menjadi lebih lambat, perkembangan motorik bayi tidak baik, berat bayi lahir rendah, dan kematian perinatal.

Pada beberapa penelitian lainnya juga mengemukakan bahwa kurangnya asupan vitamin B12 yang sering dialami oleh vegetarian menyebabkan kondisi kongenital pada jann, seperti hipospadia. Juga kekurangan-kekuranganzat nutri lainnya yang lebih tinggi terkandung pada makanan hewani menyebabkan hal-hal fatal (dapat dibaca pada sumber yang tercantum di bawah).

2. Jenis-jenis vegetarian dan implikasinya selama kehamilan

Tidak semua vegetarian memiliki risiko tinggi sesuai uraian di atas. hal tesebut dipengaruhi lagi oleh jenis-jenis dari vegetarian itu sendiri (meskipun pada umumnya non vegetarian mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan semua jenis vegetarian). Vegetarian terdiri atas :

a.Vegan : keompok vegetarian yang sama sekali tidak mengkonsumsi semua makanan hewani dan turunannya seperti daging, telur, madu, royaljeli, yogurt, susu, dll.

b.Vegetarian Ovo : vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi telur.

c.Vegetarian Lacto : vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi susu.

d.Vegetarian Lacto-Ovo : vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi turunannya seperti telur, susu dan produk olahannya seperti yoghurt, keju, butter milk, dan produk turunan susu & telur lain.

Kelompok vegetarian yang paling berisiko adalah vegan karena sama sekali tidak mengkonsumsi sumber hewani juga turunannya. Sedangkan ketiga jenis vegetarian lainnya munn masih dapat memenuhi kebutuhan zat nutrient dari sumber hewani karena masih mengkonsusi telur (tinggi protein), susu (tinggi kalsium), dan lain sebagainya. Dalam beberapa penelitian juga menekankan tipe vegan-vegetarian yang memiliki ririsko tinggi mengalami defisiensi zat besi dan dampak-dampak serius lainnya (misalnya kongenital).

3.  Tips untuk Ibu hamil yang tetap memilih menjdi vegetarian

Seperti jawaban di atas, apabila pertanyaannya bolehkah menjadi vegetarian atau tidak maka jawabannya boleh. Akan tetapi, penting menjadi perhatian khusus bagi Ibu dan keluarga terhadap pemenuhan nutrisi yang tidak dapat ditolerir selama masa kehamilan. Karena vegetarian mengkonsumsi makanan yangkurang bervariasi, terlebih sumber hewani yang kaya akan nurisi yang dibutuhkan ibu selama hamil, maka satu-satunya jalan adalah mengkonsumsi makanan (yang terkategori sumber nabati) dalam jumlah yang lebih banyak dan harus dibarengi dengan suplemen sesuai kebutuhan yang kurang terpenuhi dari sumber nabati. Misalnya suplemen vitamin B12, zat besi, asam folat, kalsium, dan lain-lain.

Oleh karena itu, menjadi vegetarian maupun non vegetarian selama hamil sebetulnya tidak ada larangan berdasarkan hasil penelitian. Akan tetapi meningkatnya kebutuhan nutrisi pada ibu hamil menjadi alasan kuat untuk direkomendasikan ibu memilih untuk menjadi non vegetarian.

Saat wanita memilih akan menjadi Ibu, maka konsekuensinya dia tidak lagi memikirkan diri sendiri, tetapi juga generasi yang akan dilahirkan. Menjadi vegetarian memang hak setiap orang, termasuk ibu hamil. Tetapi menjadi non vegetarian adalah pilihan bijak untuk melahirkan generasi sehat.

 

Referensi :

1.Wennberg, A.L., Lundqvist, A., Hogberg, U., Sandtrom, H., Hamberg, K. (2012). Midwifery Journal : Wome’s experiences of dietary advice and ditary changes during

2.Lee, Amelia., Newton, M., Radclife, J., and Belski, R. (2017). Women and Birth Journal : Pregnancy Nutrition knowledge and experience of pregnant women and antenatal care clinicians. Elsevier.

3.Mahajani, K. And Bhatnagar, V. (2015). Journal of Nutrition and Food Sciences : comparative study of prevalnce of anemia in vegetarian and non vegetarian women of udaipur city. Rajashtan.J Nutr Food Sci S3: 001. Doi: 10.4172/2155-9600.S3-001.

4.Ministry of health. 2008. Food and Nutrition Guidelines for Healthy  Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.  Wellington: Ministry of Health.

5.Vilela, A.F., et.al. (2016). Journal of maternal and chil nutrition : deitary pattern by cluster analysis in pregnant women. USA. DOI: 10.1111/mcn.12353.

6.Koebnick, C, eta.l. (2004). Journal of nutrition : long term ovo lacto vegetarian diet impairs vitamin b 12 status in pregnant women. J. Nutr. 134: 3319-3326, 2004. Netherland.

7.Visenta, et.al. (2016). Journal of nutrition : low serum vitamin B12 concentrations are prevalent in a coho of pregnant canadian women. American society for nutrition.

8. Foster, et.al. (2015). Zinc status of vegetarian during pregnancy. Nutrients 2015, 7, 4512-4525; doi:10.3390/nu7064512.

9.Marangoni, et.al. (2016). Maternal Diet and Nutrient Requirements in Pregnancy and Breastfeeding. MDPI.

10.Pawlak, et.al. (2017). How prevalent is vitamin B12 deficiency among vegetarians. Nutritions reviews.

11.Piccoli, et.al. (2015). International Journal of Obstetrics & Gynaecology : Vegan–vegetarian diets in pregnancy: danger or panacea?. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.

211 Views
Write your answer View all answers to this question