selasar-loader

Bagaimana membangun Keluarga Sehat dengan pendekatan pelayanan Keperawatan?

LINE it!
Answered Dec 31, 2017

Masyarakat Indonesia memiliki kesempatan dalam kesejahteraan yang sama. Dalam upayanya banyak sekali yang sudah dilakukan salah saunya adalah pengabdian masyarakat. Pengabdian adalah upaya untuk melakusanakan suatu tujuan mulia yang diperlukannya sebuah keyakinan (KBBI, 2016).  Akan tetapi pada prosesnya pengabdian masyarakat di Indonesia masih belum menggunakan beberapa aspek teori komunitas salah satunya adalah teori penerapan asuhan keluarga.  Keluarga merupakan bagian dari sekelompok masyarakat yang memiliki fungsi penting dalam pencapaian masyakat yang sejahtera. Meurut teori bahwa keberfungsian keluarga adalah bentuk konstruk multidimensional yang menjalankan pertumbuhan dan kesejahteraan dari masing-masing anggota keluarga guna mempertahankan integrsinya (Walsh, 2003). Berbagai teori mengatakan bahwa teori keberfungsian keluarga memiliki dampak baik terhadap perkembangan suatu individu dimana individu sehingga penelitian banyak dilakukan untuk mengoptimalkan teori keluarga untuk pemberdayaan masyakat.

 

Penelitian menunjukkan keluarga adalah sebuah institusi sosial utama yang didalamnya terdapat berbagai aspek salah satunya adalah proses parenting yang akan mencapai pembentukan  masing-masing individu (Ferketisch & Mercer (1995) dalam Salonen et al., 2009). Dampak pada pembentuakan masing-masing individu ini sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek untuk membentuk keluarga dengan fungsi yang baik, maka dibutuhkan interaksi yang baik antara anggota keluarga, interaksi anak dengan orang tua yang biasa dilakukan dilakukan di kehidupan sehari-hari. Hal ini menitikberatkan pada fungsi orang tua yang mengatur kehidupan keluarga tersebut, salah satunya adalah bagaimana orang tua mendidik individu dalam bidang pendidikan, sosial dan kesehatan. Pada bidang pendidikan keluarga adalah dengan mengoptimalkan kemampuan parenting untuk menjadi support systems pada individu di keluarga untuk mencapai level kognitifnya, bidang sosial pendidikan yang ditanamkan pada keluarga akan memengaruhi mental anak karena peranan orang tuanya, seperti budi pekerti yang baik yang harusnya dimiliki oleh masing-masing individu di keluarga, dan bidang kesehatan menurut penelitian Clark dan Sommers dalam Purwani Transgweti (1992) kondisi kesehatan yang dialami seorang anak di suatu keluarga dapat berdampak baik apabila hubungan anatara anak dan orang tua memiliki kepuasan satu sama lainnya dan biasanya masalah kesehatan anak seperti penggunaan narkoba adalah bentuk hubungan orang tua dan anak tidak mencapai kepuasan.

 

Menurut teori lain perkembangan yang dimiliki oleh setiap individu di dalam keluarga adalah bentuk terdeferensiasinya aspek kepribadian pada pertumbuhan individu yang sangat bergantung pada sifat genetik, yang tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh pola tumbuh kembang oleh lingkan khususnya akan dipengaruhi oleh perhatian dan kasih sayang antar anggota keluarga untuk membantu dalam meningkatkan kesehatan (Burger & Williams dalam Hamid 2009).

 

Masalah kesehatan pada anak dan remaja menjadi fokus utama dalam melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia yang merupakan sebuah aset penting sebagai penerus kehidupan bangsa. Kesehatan pada anak dan remaja ini sangat penting mengingat proporsi penduduk, 40% dari total populasi adalah anak dan remaja berusia 0-16 tahun, 13% dari jumlah populasi ini adalah anak bersia lima tahun, sehingga aspek kesehatan pada anak dan remaja perlu dijaga untuk meciptakan sumber daya manusia yang berkualitas (Hamid, 2009).

 

Masalah pada setiap individu di keluarga tersebut dapat dimaksimalkan pencapaiannya dengan menerapkan asuhan keperawatan keluarga.  Asuhan keperawatan keluarga dilakukan dengan melakukan pengkajian keluarga yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang keluarga melalui wawancara dan observasi. Data yang biasanya dikaji adalah dengan mengidentifikasi data sosial budaya, data lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga, stres dan strategi koping keluarga, maka dari data tersebut akan dilakukan pengidentifikasian masalah keluarga dan kemudian menetapkan diagnosa keperawatan keluarga yang selanjutnya mengidentifikasi tujuan hasil, intervensi, perencanaan dan evaluasi terhadap intervensi yang telah dilakukan.

 

Proses hubungan yang baik antar keluarga pada perkembangan setiap individu keluarga menjadi hal penting. Banyak program yang dilakukan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat namun dilapangan masih banyak sumber daya manusia Indonesia yang masih belum baik. Hal ini terjadi karena upaya untuk membangun sebuah konsep pemberdayaan masyarakat tidak berngkat dari akar rumput yaitu keluarga.

 

Disinilah peran penting asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat keluarga untuk memberikan pelayanannya dimulai dari pengkajian sampai tahap evaluasi terhadap permasalahan kesehatan keluarga secara bio, psiko maupun spiritual. Dan sesungguhnya lingkup keperawatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit saja namun di lingkup keluarga, masyarakat serta komunitas, sehingga keperawatan adalah profesi yang memiliki tugas yang sangat mulia dan sangat komprehensif.

 

Daftar Pustaka

 

Friedman, M.M. (2003). Family Nursing Research Theory and Practice 5th Ed. Stanford: Appeton & Lange.

Hamid, AYS (2009). Bunga Rampai “Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa”. Jakarta : EGC


Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Menurut Friedman, Bowden, dan Jones (2013), Keluarga merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya dan perilaku sehat. Untuk membangun keluarga yang sehat, salah satunya dapat dilakukan dengan pendekatan pelayanan keperawatan.

Pelayanan keperawatan adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang holistik terhadap manusia berdasarkan standar dan kode etik yang ditentukan (Berman,  Snyder, & Frandsen, 2016). Holistik berarti bersifat menyeluruh, yaitu aspek kebutuhan manusia secara biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Pendekatan yang dilakukan untuk membangun keluarga sehat adalah dengan keperawatan keluarga (salah satu spesialisasi pelayanan keperawatan).

Keperawatan keluarga adalah asuhan keperawatan berupa pencegahan dan perbaikan kepada keluarga untuk membantu unit sistem keluarga secara mandiri mempertahankan dan memperbaiki status kesehatan fungsi keluarganya (Eugsti, Guire, & Stone, 2012). Keperawatan keluarga diarahkan untuk meningkatkan kesehatan potensial keluarga dan anggotanya dengan cara :

a.     1. menilai kebutuhan dan kekuatan kesehatan individu dan keluarga

b.     2. mengidentifikasi masalah yang mempengaruhi perawatan kesehatan keluarga secara keseluruhan dan yang mempengaruhi anggota individu

c.     3. memberdayakan sumber keluarga

d.    4. memberikan edukasi dan intervensi yang berupa tindakan dalam mempertahankan dan memperbaiki kesehatan keluarga

e.     5. mengevaluasi kemajuan terhadap tujuan yang telah ditetapkan

Langkah-langkah di atas merupakan integrasi fungsi keluarga dengan pelayanan keperawatan yang dikemas dalam keperawatan keluarga. Setiap individu dalam keluarga tentu memiliki keunikan maupun masalah kesehatan masing-masing. Masalah pada setiap individu di keluarga tersebut dapat dimaksimalkan pencapaiannya dengan menerapkan asuhan keperawatan keluarga.  Asuhan keperawatan keluarga dilakukan dengan melakukan pengkajian keluarga yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang keluarga melalui wawancara dan observasi. Data yang biasanya dikaji adalah dengan mengidentifikasi data sosial budaya, data lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga, stres dan strategi koping keluarga, maka dari data tersebut akan dilakukan pengidentifikasian masalah keluarga dan kemudian menetapkan diagnosa keperawatan keluarga yang selanjutnya mengidentifikasi tujuan hasil, intervensi, perencanaan dan evaluasi terhadap intervensi yang telah dilakukan.

 

Refernsi :

Berman, A., Snyder, S., & Frandsen, G. (2016). Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice (tenth edit). New Jersey: Pearson Education Inc.

Eugsti, CS. Guire, L.S, Stone CS, (2012). Comprehensive community health nursing family, aggregate, & community Practice. St. Louis: Mosby

Fiedman, M.M., Bowde, V.R., & Jones, E.G. (2013). Family nursing: Research, theory & practice. New Jersey: Prentice Hall

258 Views
Write your answer View all answers to this question