selasar-loader

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

LINE it!
Answered Dec 26, 2017

Andre Basrija
Accounting Student of UNPAD | Awardee Rumah Kepemimpinan Bandung

Menurut Saya, dua hal penting yang terlibat dalam keputusan 'POLIGAMI' adalah mampu dan siap. Kedua hal ini haruslah datang dari kedua pihak. Dan menurut saya, seorang wanita yang tidak ingin dipoligami dikarenakan mereka merasa tidak mampu atau tidak siap, ataupun keduanya. Menurut saya, tidak mampu di sini dapat diartikan dengan tidak mampu menahan kecemburuan saat sang suami sedang bersama isterinya yang lain, tidak mampu menahan prasangka bahwa suami memiliki rasa sayang yang lebih terhadap isteri yang lain, tidak mampu untuk menganggap isteri yang lain sebagai kakak atau adik, tidak mampu jika mendengar cibiran orang-orang tentang dirinya dan suaminya, tidak mampu menjadi isteri sebaik isteri yang lainnya (dibanding-bandingkan), dan tidak mampu untuk ikhlas secara penuh. Dan tidak siap disini dapat diartikan dengan tidak siap jika cinta suaminya dibagi-bagi, tidak siap jika waktu rumah tangganya tidak penuh dengan sang suami, tidak siap menerima bila nanti sang suami tidak mampu berlaku adil, dan tidak siap dengan alasan pasti sang suami untuk melakukan poligami.

Poligami sendiri bukanlah ibadah wajib, tapi diperbolehkan atau dianjurkan. Dengan status 'non wajib' ini maka wanita punya hak sepenuhnya untuk melakukan atau tidak. Meskipun banyak kebaikan di dalam poligami, tapi jika syarat-syaratnya tidak dapat terpenuhi maka pada akhirnya kebaikan itu akan sulit untuk didapatkan dan justru akan menimbulkan kemudharatan. Jadi, untuk keputusan yang berat ini haruslah dipertimbangkan secara baik dan dipikirkan secara matang, semata hanya untuk Ridha Allah SWT.

(Jika ada yang salah mohon dikoreksi, hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran dan benak saya :))

244 Views
Write your answer View all answers to this question