selasar-loader

Apakah Anda akan tetap melaksanakan salat jika surga sudah tidak ada?

LINE it!
Answered Dec 14, 2017

Shalat merupakan Rukun Islam yang kedua. Shalat bahkan menjadi motor dari ibadah yang kita kerjakan "Apabila shalatnya baik maka baiklah seluruh amalnya, dan apabila shalatnya rusak maka rusaknya seluruh amalnya." Sebuah konsekuensi pasti, jika seseorang yang tidak melaksanakan shalat akan dimasukan ke dalam nearaka, begitupun sebalikanya orang yang taat melaksanakan shalat akan dimasukan ke dalam surga.


Romli Amrullah
RK7 Makassar | Founder ODTePs Community | Interested in Sharia Banking

eD_dder-NKyEGqH38pmifJDTvNLkzNdn.jpg

Shalat adalah tiang agama, pondasinya adalah dua kalimat syahadat. Tiang agama seorang muslim haruslah kokoh, karena ia yang akan menopang segala aspek yang dibebankan pada dirinya. Berkaitan dengan surga, shalat seorang muslim bukan lah semata-mata untuk mengejar surga melainkan untuk menjalankan apa yang menjadi kewajibannya sebagai seorang hamba demi meraih ridha yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Allah menciptakan manusia dan bahkan jin di muka bumi ini bukan untuk mengejar surga ataupun menghindar dari perihnya siksa neraka. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini semata-mata untuk beribadah, menjalankan segala apa yang di syraiatkan oleh Allah SWT. Ibadah itu pun, tak hanya semata-mata yang telah secara jelas diatur dalam syariat seperti shalat, puasa, haji, zakat dan lainnya, melainkan juga mencakup segala bentuk ibadah yang kaitannya dengan kita sebagai sesama manusia seperti berbuat baik dan tolong menolong dalam kebaikan. Semua itu dilakukan juga semata-mata untuk menggapai ridha Allah SWT. Jadi sekali lagi surga bukanlah tujuan, ia hanya hadiah yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi mereka yang berhasil mencapai tujuan, yaitu ridha Allah semata.

217 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored