selasar-loader

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

LINE it!
Answered Dec 13, 2017

Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

Tersebutlah seorang putri bernama Juwairiyah binti Amr bin Hisyam. Ia sudah lama mempunyai ketertarikan pada Islam, namun terhalang oleh ijin keluarganya. Keluarganya merupakan salahsatu yang membenci islam,dan melakukan perlawanan pada Islam dengan terang-terangan. Padalah, ayahandanya, merupakan paman dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Hingga, suatu ketika, selepas ayahnya terbunuh di Perang Padar dari barisan Kafir Quraisy, Allâh memberikan kesempatan padanya untuk masuk Islam.

Perawakannya yang cantik, muda, dan statusnya sebagai muslimah, membuat Juwairiyah menjadi incaran banyak dari banyak pemuda. Beberapa lelaki ingin meminangnya, termasuk Ali bin Abi Thalib, yang kala itu (dan hingga nanti) adalah suami dari Fathimah Az-Zahra, Putri Nabi Muhammad Rasulullah. 

Terhadap keadaan itu, Rasulullah selaku mertua Ali bin Abi Thalib, tidak memberikan ijin dengan sabdanya,
"Sungguh aku tidak mengharamkan yang halal, tapi demi Allah, tidak akan bersatu putri Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan putri dari musuh Allah dalam satu tempat, selama-lamanya“

Ya, Juwairiyah merupakan putri dari Amr bin Hisyam yang juga dikenal dengan nama Abu Jahl, yang merupakan satu di antara orang paling berpengaruh dalam permusuhan terhadap risalah yang Rasulullah sampaikan. Memusuhi Rasulullah, adalah sama halnya dengan memusuhi Allâh swt.

Terhadap hadits tersebut di atas, memang terdapat banyak perbedaan pendapat, akan tetapi, barangkali, berkumpulnya Fatimah dan Juwairiyah dalam satu rumah tangga dengan status yang sama sebagai istri dari Ali bin Abi Thalib yang sekaligus merupakan sepupu dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, akan menyakiti hati ummat Islam secara keseluruhan.

Wallahu'alam bishshowwab

216 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored