selasar-loader

Bagaimana mengatasi bullying di sekolah?

LINE it!
Answered Dec 13, 2017

jsvTcddu5TqclvU0rJ0m1wck30VdAkaP.jpg

Pada anak banyak perilaku bullying bersumber pada hal-hal sederhana seperti tidak memakai sepatu futsal original pada saat berolahraga atau sekedar karena kesalahan-kesalahan kecil lainnya. Menurut sebuah studi oleh National Institutes of Health, banyak anak di kelas 6 sampai 10 memiliki teman sekelas yang di-bully atau mem-bully mereka, kadang-kadang juga melalui dunia maya (sosial media) atau melalui telepon seluler.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa 53,6 persen menjadi korban bullying secara verbal, 51,4 persen bullying relasional dan 13,6 persen "cyber-bullying" via komputer, telepon seluler, atau perangkat elektronik lainnya.

Bagi anda Ibu & Bapak tentunya harus tetap waspada dan manbawasi anak anda terlebih bagik seorang ayang yang merupakan media pria sosok pelingung keluarga. Berikut adalah tanda kelemahan yang mereka dapatkan, penting juga untuk mengawasi tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa anak Anda mungkin menjadi korban bullying di sekolah

  • Enggan untuk pergi ke sekolah
  • Ada upaya untuk menghindari pergi ke sekolah
  • Hilangnya harta benda atau uang berulang kali
  • Tanda-tanda perkelahian
  • Merasa rendah diri
  • Depresi
  • Cemas

Saya mengenali beberapa ciri atau prilaku anak yang mengalami bullying disekolah, namun dengan pengetahuan saya ini ternyata saya belum bisa secara efektif menangani / mengatasi permalsalahan ini. Bila dari rekan-rekan semua ada yang memiliki pengalaman atau referesi penanganan terhadap anak yang dibully.


frgq1P6JG2RSqFACKY-HcJeRDXzCp1sY.jpg

Cara Mengatasi Bullying di Sekolah
Sebagai orang tua yang pasti adalah anda harus memiliki kedekatan dengan anak anda, jangan sampai terjadi hubungan cinta jarak jauh antara orang tua dan anak. Karena semakin dekat anda dengan sibuah hati semakin mudah pula mengetahui & membantu permasalahan yang dialaminya.

Bullying adalah situasi yang kompleks, karena melibatkan tidak hanya korban dan pengganggu tapi semua orang yang mengamati yang secara tidak sengaja mendukung intimidasi tersebut.

Intervensi tidak bisa hanya dengan korban, menyadari bahwa peran sekolah itu penting karena banyak sekolah sekarang memiliki program yang menangani keseluruhan ancaman intimidasi. Ini juga akan melibatkan teman sebaya dan personil sekolah dalam mengakhiri bullying di sekolah.

Sementara itu, Orang Tua harus tahu bahwa pengganggu cenderung menargetkan anak-anak lain yang kurang mendapat dukungan sosial, kurang tegas dan kurang percaya diri. Cara terbaik untuk membantu anak Anda mengatasi bullying di sekolah adalah dengan mencoba keterampilan berikut:

Ketegasan.
Anda bisa menggunakan role-playing untuk mengajarkan anak Anda agar lebih tegas. The Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMSHA) mengatakan bahwa mengajar anak-anak Anda menjadi tegas berarti mengajar mereka untuk:

  • Bagaimana mengetahui kapan seseorang bersikap agresif, bossy, atau kasar
  • Tidak ada salahnya untuk mengatakan "tidak"
  • Percaya kepada perasaan mereka terhadap sebuah situasi
  • Langsung dalam menyatakan permintaan dan tanggapan
  • Jangan memberikan ruang atau mainan jika mereka tidak mau
  • Bagaimana berbicara dengan sopan kepada orang lain dan orang yang lebih dewasa
  • Resolusi konflik. Ini mungkin juga termasuk belajar bagaimana caranya:
  • Berkompromi
  • Mencari tahu solusi yang adil untuk sebuah masalah
  • Abaikan godaan atau upaya lain untuk mengajak berkelahi
  • Bicara tentang perasaan atau kebutuhan dengan cara yang positif

Pertanyaan sebenarnya adalah apakah anak Anda dapat mengembangkan respons yang baik terhadap pengganggu tersebut Anda tidak ingin anak Anda menyerah karena itu dan hanya memperkuat perilaku si pengganggu.

Dan Anda tidak ingin anak Anda menyerang dengan hebat karena itu bisa menciptakan sebuah siklus. (Banyak pengganggu sudah menjadi korban kekerasan di beberapa bidang kehidupan mereka, katanya.) Kuncinya adalah membantu anak Anda merespons dari posisi kekuatan pribadi mereka.

Entah secara langsung atau online, intimidasi bisa menyakitkan untuk anak Anda. Dan sementara tidak ada cara pasti untuk menghentikan intimidasi, Anda dapat melindungi anak Anda dengan memantau tingkah lakunya dan memberikan dukungan yang positif.

397 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored