selasar-loader

Apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II?

LINE it!
Answered Dec 11, 2017

Adolf Hitler melalui kekuasaan yang dimilikinya membuat Jerman melakukan serangan cepat terhadap Polandia sekaligus mengobarkan Perang Dunia II. Menariknya, sejarah mencatat kekalahan Jerman pada 1945. Nah, apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman mengalami kekalahan pada Perang Dunia II?


Muhammad Akmal
Masih muda, masih harus banyak belajar

JkPHbXOGlY4fIHtc2QqvEnQGkgfAcw6Q.jpg

Kesalahan Sang Fuhrer yang mengakibatkan Jerman kalah dalam Perang Dunia Kedua memang selalu menarik untuk dibahas. Dari sekian banyak kesalahan, setidaknya ada 2 (dua) kesalahan Hitler yang benar-benar fatal hingga Jerman mampu dikalahkan oleh oleh Sekutu dan babak belur di Front Barat dan Timur.

1. Halt Order ketika pengepungan Dunkirk
Penyerangan Jerman ke Prancis mencapai puncaknya pada tanggal 24 Mei - 4 Juni 1940, dan mereka mengepung pasukan Inggris dan Prancis disebuah kota pesisir Dunkirk (Dunkerque) di sebelah utara Prancis. Pasukan gabungan Inggris dan Prancis yang berjumlah 338.000-400.000 pasukan akhirnya dievakuasi ke Inggris dengan operasi yang dinamakan Operation Dynamo.

3UyuZZfiGM2W5P0fEr20t8EHLYQ3ykUS.jpg

Namun, ada kesalahan yang dilakukan Hitler ketika pasukannya yang dipimpin oleh Marsekal Herman Goering menggempur Dunkirk. Sebelum memasuki bulan Juni 1940, tepatnya tanggal 24 Mei 1940, Hitler memerintahkan para panglimanya untuk menahan serangan, dan dikenal sebagai Halt Order. Herman Goering selaku salah satu panglima mempertanyakan alasan Hitler mengeluarkan perintah tersebut. Padahal, jika Jerman mampu 'menghabisi' Pasukan Gabungan tersebut, kekuatan tentara Sekutu yang didominasi Inggris dan Prancis mengalami kekurangan sumber daya yang cukup besar.

Hitler selaku Fuhrer tetap berpegang teguh pada keputusannya dan akhirnya Jerman menahan laju penyerangannya ke Dunkirk. Akibatnya, pasukan Inggris dan Prancis yang berjumlah hampir 400.000 pasukan berhasil dievakuasi ke Inggris dan membangun kembali kekuatan untuk bertempur dengan Jerman di kemudian hari.

*note: Halt Order yang dikeluarkan Hitler masih menjadi perdebatan para sejarawan, terutama apa alasan Hitler mengeluarkan perintah tersebut.

2. Menyerang Uni 'Beruang Merah' Soviet
Hitler dikenal sebagai pemimpin yang memiliki ambisi luar biasa untuk menguasai Eropa dari Barat hingga Timur. Namun, ambisi Hitler tidak diimbangi dengan pengetahuan sejarah peperangan di masa lampau. 

Perang Napoleon pada abad ke-19 merupakan pengalaman pahit Prancis yang dengan gagah berani menyerang Rusia. Jumlah tentara Prancis yang berjumlah 600.000 saat menyerang Rusia, berakhir memalukan dengan sisa pasukan hanya puluhan ribu saja. Prancis mengalami kekalahan diakibatkan minimnya pengetahuan mereka tentang cuaca dan musim di Rusia. Mereka masuk Rusia ketika musim panas, namun tidak mempertimbangkan perbekalan yang mereka bawa ketika invasi Rusia. Dan akhirnya, musim dingin Rusia yang ganas membuat moril pasukan Prancis runtuh dan dengan mudahnya digempur oleh tentara-tentara Rusia yang sebelumnya bersembunyi di hutan dan di pegunungan, serta memaksa pasukan Prancis untuk mundur dan keluar dari tanah Rusia dengan kekalahan yang amat sangat memalukan.

Peristiwa memalukan yang menimpa Prancis seolah tidak dipelajari oleh Hitler selaku pemimpin tertinggi Jerman. Tanggal 22 Juni 1941, Jerman pun menginvasi Uni Soviet dengan kode Operation Barbarossa untuk menguasai Uni Soviet.

oINO75sTLwswOdsAiQ8u-WPC53fBXT2V.jpg

Sama seperti Prancis, Jerman melakukan Invasi hanya sebatas ambisi tanpa mempertimbangkan perbekalan yang mereka bawa ke Uni Soviet. Hingga akhirnya Jerman terpaksa dihajar dan babak belur digempur oleh Tentara Merah di berbagai pertempuran, seperti pertempuran Stalingrad yang terkenal, dan Pertempuran Kursk yang merupakan pertaruhan terakhir Hitler di Front Timur.

 

Dokumen foto: wikimedia.org

97 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored