selasar-loader

Bagaimana konsep pertolongan pertama dalam keluarga?

LINE it!
Answered Dec 04, 2017

Komunitas Anak Pintar
Akun resmi Anak Pintar, tempat berkumpulnya anak-anak indonesia

Penyakit atau insiden yang biasa ditemui pada anak sehari-hari umumnya mengenai penanganan pertama saat anaknya demam, batuk pilek, jatuh mengenai kepala, atau mengalami kejang. Saya salut dengan orangtua zaman sekarang, yang mulai kritis mengenai pengetahuan tentang kesehatan. Banyak orangtua yang sering bertanya, apakah sudah perlu anak saya diberi obat, atau diobservasi dulu? Mengenai demam prinsipnya merupakan respon alami tubuh saat mengalami infeksi.

Tubuh akan menghasilkan antibodi, yang pada saat produksi, membuat tubuh kadang naik suhunya. Sehingga, pada kondisi demam yg belum mencapai suhu diatas 38.5•C cukup diberikan banyak minum dan kompres dengan air hangat.

Jika suhu bertambah naik, biasanya anak mulai gelisah, tidak nyaman dan rewel. Sehingga demam yang tinggi ini akan membuat anak kesulitan untuk tidur. Demam yang tinggi juga berisiko menyebabkan kejang demam pada anak-anak yg rentan. Sehingga kesepakatannya adalah memberikan obat panas diatas suhu 38.5•C. Walaupun pada anak-anak yang sudah terbukti kejang demam, bisa diberikan pada suhu lebih rendah. Kalau kakaknya yang punya riwayat ini, adiknya perlu waspada juga walau tidak selalu kejang demam juga.

Lanjut ke penyakit kedua yaitu batuk pilek. 
Batuk pilek, jika tidak ada demam, dan tidak mengganggu aktivitas tidur atau makan, sebenarnya masuk kategori infeksi ringan. Jadi belum tentu perlu segera diobati. Cukup banyak minum air hangat saja. Tapi jika mengganggu, saya pribadi suka bantu dengan obat-obatan untuk mengurangi gejala. Secara umum, juga tidak perlu buru-buru diberikan antibiotik meski batuk pilek disertai demam. Karena 80% batuk pilek biasanya disebabkan virus, yang tidak butuh antibiotik. Tapi jika demam dan batuk pilek tidak juga membaik setelah 4 hari, saya biasanya akan lakukan evaluasi. Periksa darah. Untuk melihat apakah infeksi bakteri berperan.

Jika demam sangat tinggi, diatas 41•C atau disertai penurunan kesadaran, harus segera dibawa ke rumah sakit. Intinya usahakan untuk menurunkan panas dengan banyak minum, kompres hangat, dan pemberian obat demam. Untuk batuk pilek yang bisa jadi emergensi, biasanya anak balita sering terkena pneumonia.

Pneumonia adalah infeksi paru yang gejalanya anak terlihat sesak. Biasanya merupakan penjalaran infeksi batuk pilek dari saluran napas atas yang turun ke bawah. Ini juga harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk diberikan oksigen dan antibiotik intravena.

Selanjutnya, penanganan saat terjadi kecelakaan kecil misalnya terjatuh. Mungkin yang paling perlu dapat perhatian jika jatuh mengenai kepala ya. Jika ada muntah-muntah, penurunan kesadaran, mimisan, keluhan pusing yang menghebat, dan jelas di kepala yang besar, perlu segera dibawa ke RS. Atau jika jatuh mengenai kaki/tangan dan sesudahnya tidak bisa digerakkan, perlu juga segera dibawa ke RS, dengan meminimkan gerakan pada daerah yang jatuh.

Yang tak kalah membuat khawatir para orangtua adalah saat anaknya digigit binatang. Hal ini juga sebetulnya tergantung binatang yg mengigit. Kalo digigit ular, ya harus langsung ke RS. Tapi kalau binatang kecil lain, yang biasanya tidak terlalu toksik, saya rasa tergantung respon imun tubuh ya. Ada yang kena gigit semut langsung bengkak besar. Artinya mungkin ada reaksi alergi juga terhadap gigitan itu. Kalau bengkak sangat besar dan nyeri, biasanya perlu dibawa ke RS untuk diberikan anti-alergi berupa suntikan. Kalo digigit ular harus segera saja ke RS, karena prinsip pengobatannya adalah pemberian obat anti bisa ular. Jika cepat diberikan, bisa menyelamatkan nyawa. Karena dapat menjalar lewat peredaran darah. Saya pernah dapat pengalaman pasien yang keburu jelek, karena baru lapor ke ibunya 6 jam setelah dipatok ular kecil. Jadi menganggap remeh karena tidak terasa terlalu sakit. 

213 Views
Write your answer View all answers to this question