selasar-loader

Apakah mengonsumsi ikan tuna kaleng setiap hari berpengaruh buruk bagi kesehatan?

LINE it!
Answered Dec 02, 2017

Asti Shafira
Mahasiswa Berprestasi RIK UI - Gizi Kesmas | Rumah Kepemimpinan #8 Jakarta

Pada hakikatnya, pengalengan makanan merupakan salah satu bentuk teknologi pangan agar dapat menyimpan makanan dengan kondisi baik di waktu yang lebih lama. metode pengalengan ini memiliki prinsip sterilisasi (proses termal) dengan suhu tinggi agar dapat menekan pertumbuhan bakteri sehingga makanan dapat tahan lebih lama.

Dari sisi gizi, sebenarnya makanan (termasuk ikan tuna) kaleng tidak memiliki pengurangan zat gizi yang signifikan dibandingkan dengan makanan segara tau beku. makanan kaleng tetap meiliki protein, karbohidrat, lemak serta vitamin dan mineral; walaupun terdapat penelitian yang menunjukkan adanya pengurangan zat gizi dalam jumlah sedikit. beberapa zat gizi yang tidak tahan panas seperti vitamin C dan B sangat mungkin mengalami kerusakan atau hilang dalam proses termal tersebut.

Beberapa hal negatif dari makanan kaleng adalah terdapatnya penambahan gula dan garam dalam proses pemasakkan sebelum makanan dikalengkan. hal ini akan berdampak pada jumlah gula/garam yang dikonsumsi dalam sehari. jadi jika anda dalam kondisi hipertensi atau diabetes, sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kalengan karna memiliki kandungan natrium dan glukosa yang cenderung tinggi dan bisa trigger penyakit tersebut. selain itu, makanan kaleng juga memungkinkan mengandung BPA (Bisphenol-A) yang dapat berpindah dari kaleng ke makanan. penting juga untuk mengecek keadaan kaleng, dalam kondisi baik atau tidak sebelum dikonsumsi.

untuk menyimpulkan, makanan kaleng sebenarnya tidak mengalami penyusutan zat gizi yang berarti, namun bukan berarti dikonsumsi setiap hari karena ada gula, garam dan bahan pengawet yang ditambahkan. jika masih ada waktu dan mampu untuk masak makanan segar, hal itu tentunya akan lebih baik. dan jangan lupa untuk menerapkan pola makan dengan gizi seimbang (makan nasi, lauk nabati, lauk hewani, sayur dan buah serta minum air putih cukup). Salam sehat!

197 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored