selasar-loader

Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pada anak?

LINE it!
Answered Dec 02, 2017

Resa Paksi Mandariska
Pendididikan Dokter UGM | Rumah Kepemimpinan Reg 3 Yogyakarta

1000 hari pertamamu, mempengaruhi seumur hidup

MZlIVLuH2ad4Zw9UnfxivYwH8OvsDM6A.jpg

Pada tahun 1990, Ahli Epidemiologi dari Inggris, David Barker mengemukakan sebuah hipotesis yang menarik. Beliau melakukan studi kohort untuk membandingkan kasus penyakit darah tinggi dan penyakit jantung coroner dengan kelahiran premature dan berat bayi lahir rendah. kesimpulan dari penelitian tersebut adalan munculnya hipotesis bahwa pertumbuhan bayi selama proses kehamilan akan mempengaruhi kondisi kesehatan dimasa yang akan datang. Adanya penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung coroner dan lain sebagainya ditentukan oleh berbagai faktor salah satunya adalah tumbuh kembang janin selama kehamilan. Pada hari ini, hipotesis tersebut diperkuat dengan anjuran memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan.

1000 hari pertama kehidupan adalah masa percepatan tumbuh kembang dari kehamilan sampai usia kurang lebih 2 tahun. Imunitas tubuh, system pencernaan, organ metabolism tubuh (contoh : ginjal), perkembangan otak, komposisi otot dan tulang pada 1000 hari pertama menjadi faktor penentu bagaimana kelak kondisi kita disaat tua. Pemantauan nutrisi yang baik akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan seumur hidup. Pertumbuhan yang optimal akan menjadikan masa dewasa yang lebih sehat. Sebaliknya, semakin kurang nutrisi pada itu membuat tubuh lebih rentan sakit diusia dewasa.

Tidak bisa dimungkiri dengan keadaan negara kita yang masih berkembang, gizi buruk masih menjadi problematika gizi buruk. Tercata 17,6 persen balita masih dibawah standari gizi yang diterapkan WHO. Permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele mengingat kondisi ini akan berdampak jangka panjang terhadap kondisi umum pemuda Indonesia dimasa yang akan datang.

Pada 1000 hari pertama kehidupan, otak mengalami percepatan plastisitas. Pada masa ini jumlah sel otak akan meningkat, percabangan sinaps nya semakit banyak dan pembentukan jalur yang semakin kompleks. Maka bagaimana kita akan bisa menciptakan generasi yang cerdas jika masa ini tidak kita optimalkan secara bijak ?

1.       Perhatikan kondisi selama hamil

Monitoring asupan nutrisi, pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali bisa mengurangi risiko berat bati lahir rendah maupun bayi prematur.

 

2.       Pantau asupan besi

Secara global, 47 % anak dibawah usia sekolah dan 42% ibu hamil mengalami anemia yang disebabkan oleh defisiensi besi. Besi sangat diperlukan untuk perkembangan otak karena membabntu dalam proses regulasi produksi myelin dan neuro transmitter. Jangan sampai generasi muda sudah terpapar dengan anemia karena hal tersebut akan mempengaruhi kebugaran dimasa tua.

 

3.       Pemberian ASI eksklusif minimal sampai usia 6 bulan

Asupan terbaik untuk bayi baru lahir adalah ASI. ASI mengandung berbagai zat yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi baik nutrisi maupun imunitas. Selain itu, ASI juga sesuai dengan kondisi pencernaan pada bayi baru lahir.

 

4.       Rutin pemeriksaan ke posyandu

Kondisi balita harus selalu dipantau secara rutin agar standar gizi maupun kondisi kesahatan balita terjamin.

303 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Resa Paksi Mandariska
Pendididikan Dokter UGM | Rumah Kepemimpinan Reg 3 Yogyakarta