selasar-loader

Bagaimana cara menjadi sarjana pemberi solusi di Indonesia?

LINE it!
Answered Nov 30, 2017

Ada berapa juta lulusan sarjana tahunnya? Ada berapa skripsi yang telah dihasilkan? Ada berapa solusi yang bisa sarjana berikan untuk Indonesia? Bukankah pada dasarnya skripsi adalah solusi?

Nah, bagaimana cara menjadi sarjana pemberi solusi untuk Indonesia? Let', discuss!


Reza Indrawan
Pegiat Sosial, Founder Proyatim, Awardee LPDP S2 Dalam Negeri

Sebenarnya hal ini yang menjadi kegelisahan bagi saya pribadi. Menjadi mahasiswa dan sempat mencicipi dunia aktivis. Ketika lulus kuliah timbul pertanyaan, "apa selanjutnya?". Selain gelisah mungkin "gengsi" jika aktivis ketika lulus kuliah melupakan perjuangan-perjuangannya dahulu. Parahnya kalau sudah merasa cukup berkontribusi, jadi saatnya hidup memikirkan diri sendiri. Ini menjadi sebuah gejolak.

Tapi, akhirnya setelah lulus saya menyimpan gejolak itu dengan aktivitas sarja keumuman (bekerja). Tapi tetap memelihara tekad untuk kembali terjun kepada masyarakat, menjadi problem solver. Sembari melihat-lihat pola pergerakan yang existing. Mempelajari dimulai dari latar belakang sampai dengan tujuan dan output yang diinginkan. Begitu beragam pergerakan yang dilakukan para alumni mahasiswa. Dengan memperhatikan berbagai pergerakan ini cukup ampuh untuk memelihara niat.

Sampai suatu waktu mencoba kembali, mencoba menemukan format gerakan yang pas. Niatnya tetap sama, menjadi problem solver. Awalnya sempat ikut serta merumuskan program untuk masyarakat di pedalaman Kab. Bogor. Tapi karena ada kesan "paksaan" alias tekanan sebagai efek "balas budi" terhadap beasiswa yang diberikan. Akhirnya, nafas program tak panjang. Walau sempat berjalan, tapi seperti tak menemukan ghiroh untuk diteruskan. Salah satu faktor penting selain visi yang realistis adalah partner. Sampai sekarang menjadi semakin tak jelas. Tapi cukup memberikan hikmah untuk terus berbuat dan menjadi problem solver. Karena permasalahan masyarakat begitu kompleks.

Pada akhirnya di tengah perjalanan kuliah saya memutuskan untuk membangun gerakan anak muda yang concern membantu anak-anak yatim dan dhuafa. Program yang dicetuskan lahir dari survey kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini saya dapatkan dari pengalaman saat menyusun program diatas. Maka hasilnya kami memberikan pendampingan pendidikan secara eksklusif melalui guru privat. Program ini cocok untuk memberdayakan anak-anak kurang mampu yang bertempat tinggal di perkotaan, khususnya Ibukota. Selain sudah tidak memerlukan biaya pendidikan, pemberian guru privat kebih bermakna dan berdampak bagi mereka.

Kesimpulan sementara untuk jawaban pertanyaan ini. Jika kita ingin menjadi sarjana pemberi solusi atau problem solver diantaranya:

  • Menimbulkan niat untuk menjadi sarjana bermanfaat
  • Menjaga niat tersebut dengan menganalisa pola-pola gerakan yang sudah ada
  • Kumpulkan sedikit modal untuk turun langsung kepada masyarakat
  • Temukan teman yang menghargai ide dan bisa turut membangun visi Anda
  • Eksekusi, sisanya learning by doing
Sementara ini yang menjadi jawaban saya. Hal-hal diatas diantaranya yang membawa saya saat ini menjadi pegiat sekaligus pendiri gerakan sosial-pendidikan Proyatim.
 
Semoga bermanfaat.

230 Views
Write your answer View all answers to this question