selasar-loader

Dari kedua merek mie goreng instan berikut, mana favoritmu; Mie Sedaap atau Indomie?

LINE it!
Answered Nov 14, 2017

Zulfian Prasetyo
Makanan adalah karya seni, menyantapnya adalah keinginan untuk tetap hidup

IFrY9wH9jARF8wC5PtUdOfqL0ckxUpqh.jpg

Wah, inilah satu pertanyaan tersulit yang pernah saya jawab, hahaha. :D

Sebelum membuat kedua kubu pendukung masing-masing merek 'panas', izinkan saya memberikan pujian atas keduanya. Indomie adalah merek yang memproduksi banyak sekali varian mie instan. Mereka bahkan sempat membuat mie instan dengan varian rasa yang ekstrem, dikemas dalam warna-warna catchy, ditargetkan untuk anak muda, dan bersaing dengan Mie and Me. Namanya Chatz Mie.

s-cC9V4fXwQP6gl5rXSmFpD_7JvGqzzh.jpgvia pulsk.com

Saya ingat sempat memborong semua rasanya saat pulang kampung. Tak lupa, Mie and Me juga saya beli untuk membandingkan kedua rasanya (keduanya sama-sama enak!). Liburan saya kemudian berakhir di rumah sakit selama seminggu, hehehe.

Terlepas dari banyaknya varian rasa yang dikeluarkan, produk andalan Indomie dari dulu tentu saja mie goreng. Sejak awal berdiri, mie goreng dan kari ayam seakan menjadi tulang punggung dari merek Indomie sendiri. Namun, saya awalnya bukan penggemar mie goreng merek Indomie, terlepas dari popularitas dan hegemoni mereka dalam dunia persilatan mie instan. 

Keluarga saya saat itu lebih sering membeli Mie Sedaap untuk persediaan di rumah. Alasannya sederhana.

  • Mereka memasang iklan countdown yang memancing rasa penasaran. 
  • Mereka berani memberikan mie dengan netto 80 gram (lebih banyak daripada Indomie yang "cuma" 70 gram). 
  • Mereka menghajar pasar dengan harga lebih murah daripada market leader saat itu: Indomie.
  • Kualitasnya (tekstur dan rasa) pun lebih baik daripada merek-merek lain yang terlebih dahulu establish
  • Mereka menawarkan inovasi berupa butiran bawang goreng yang lebih "kriuk" dan banyak; membuat bawang goreng Indomie tampak payah.

Apakah strategi itu berhasil?

Pada awal dekade 2000-an, Mie Sedaap yang baru lahir langsung mencuri perhatian, mengalahkan merek-merek lainnya sekaligus menggoyang takhta Indomie. Menurut riset MARS Indonesia, persentase market share-nya ada di angka 23% pada 2009. Angka itu lebih dari cukup untuk menggerus profit Indomie, bukan?

Itu Mie Sedaap. Sekarang kita beralih ke Indomie.

'Perkenalan' saya secara intens dengan mie goreng merek Indomie dimulai sejak bekerja di suatu perusahaan yang dapurnya menyediakan stok mie goreng untuk para karyawannya. Saat itu, stok mie mereka adalah mie goreng dari Indomie. Saya yang sebenarnya penggemar mie rebus ayam bawang tidak punya pilihan, masak Indomie goreng saat lapar dan malas keluar. Porsinya jelas tidak pernah mampu memuaskan saya (makanya saya selalu masak 2 bungkus sekaligus). Tapi mie goreng ini punya satu keunggulan yang sepertinya tidak dimiliki oleh Mie Sedaap. 

Aroma.

Aroma yang sangat menggoda.

Kurang ajar, memang.

Cukup satu orang yang memasak mie goreng Indomie di kantor saya untuk membuat orang-orang lainnya 'latah', ikut memasak. Setelah saya amati, kuncinya memang ada di aroma, selain rasa yang juga enak. Saya ingat atasan saya saat itu berkata, "Sial, saya gak kuat sama aromanya!" sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur. Apa yang bisa Anda perbuat saat di luar sedang hujan lebat sementara di dalam aroma mie goreng Indomie menyeruak hingga ke sudut-sudut ruangan? Melambaikan tangan ke kamera?

(Lihat juga jawaban saya terkait Indomie pada pertanyaan "Apa yang membuat Anda gemar memakan Indomie meski tahu bahwa Indomie tidak sehat?")

Pada akhirnya, saya harus katakan bahwa kedua merek memiliki kelebihannya masing-masing. Orang yang rasional seharusnya memang cenderung memilih Mie Sedaap karena mereka mampu memberikan volume lebih banyak dengan harga lebih murah (sementara Indomie rasanya terlalu asin dan harganya relatif lebih mahal).

Namun, bukankah 70% transaksi di pasar bersifat irasional?

 

Ilustrasi via grivy.com

49 Views
Erin Nuzulia Istiqomah

Pasti kantornya yang nyediain Indomie itu adalah kantor ******* yah wkwkwk  Nov 14

Zulfian Prasetyo

@Erin: No comment :p  Nov 14

Write your answer View all answers to this question