selasar-loader

Apakah bisa hidup sejahtera dengan menjadi petani?

LINE it!
Answered Nov 12, 2017

Jodi Apriadi
Soil Science Student | Karya Salemba Empat Awardee UNPAD | IAAS LC UNPAD

Kesejahteraan suatu profesi bergantung pada masing-masing individu, namun jika dilihat dari kacamata ekonomi, sebagai lulusan dari jurusan agroteknologi di fakultas pertanian, saya pun masih sedikit ragu untuk sepenuhnya mengambil profesi full sebagai petani. Kenapa? Karena walaupun sekarang pemerintah di Era Jokowi sudah mengklaim bahwa ada peningkatan dalam hal produktivitas, koperasi pertanian, dan kebijakan-kebijakan lainnya, tetap saja peningkatan itu masih kurang terlalu signifikan perbedaannya (khususnya dari pendapatan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini diihat dari kondisi lapangan, contohnya kondisi di Jatinangor (bantuan bibit, pupuk, dan penyuluh yang datang masih sangat minim dan sangat jarang). Belum lagi tingkat luas kepemilikan tanah yang masih <2 hektar, bahkan umumnya hanya berkisar <500 m2, membuat hasil panen hanya untuk digunakan sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari dan tidak menghasilkan keuntungan, bahkan rugi jika ada serangan hama atau kekeringan. 

Namun, kehidupan yang sejahtera sebagai petani bisa diwujudkan jika saja pemerintah benar-benar mendukung bidang pertanian, khususnya untuk para generasi muda dan terkhusus para lulusan pertanian, dengan bantuan sarana teknologi dan kontrak dari pemerintah, seperti pembangunan Plant Factory seperti di Jepang.

twLXnLFBWVNIhww3C7KUjKGPOC2NUPnN.jpg
reno-agri.jp

Bagaimanapun, masih banyak gedung-gedung tak terpakai atau lahan-lahan tertinggal yang sebenarnya bisa dioptimalkan dengan Plant Factory. Panennya bisa diatur hingga panen per hari.

Profesi Petani akan sangat menjanjikan untuk dilirik oleh para generasi muda. Pembangunan Plant Factory akan berdampak pada pemberdayaan para petani terdahulu, bahkan bisa mengangkat derajat profesi mereka. 

37 Views
Write your answer View all answers to this question