selasar-loader

Bagaimana potensi energi terbarukan di Indonesia? Apa usaha pemerintah untuk bisa mempercepat pembangunannya?

LINE it!
Answered Nov 10, 2017

Arcandra Tahar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Saya melihat dalam perjalanan waktu, apakah saya pernah berkecimpung dalam mengembangkan energi terbarukan. Alhamdulillah, ternyata dalam karier saya, sedikit banyak, saya bersinggungan dengan energi terbarukan, meskipun fokusnya tetap di oil and gas.

Sewaktu berbicara tentang oil and gas serta energi terbarukan, kadang-kadang orang mempertentangkan keduanya. Orang oil and gas selalu menganggap energi terbarukan adalah enemy untuk karier mereka, padahal tidak karena energi fosil berupa batu bara dan lain-lain suatu saat pasti habis. Pernyataan “pasti habis” ini mungkin berlaku untuk mineral-mineral tertentu. Tetapi untuk oil and gas, bahasanya bukan “akan habis”, melainkan kemampuan manusia untuk menambang oil and gas itu sendiri yang kelak tidak mampu lagi.

Oil and gas sendiri masih ada. Sampai sekarang, manusia baru mampu mengambil oil sampai 40-50%. Separuhnya lagi masih tinggal di sana. Kalau begitu, kapan manusia bisa mengambilnya secara 100%? Nanti, kalau anak-cucu kita mendapatkan ilmu, teknologi, dan skill yang mampu mengambil sisanya.

Namun demikian, karena ketiganya belum “ketemu”, alangkah baiknya kita mengambil source yang lain. Source itu adalah renewal energy. Energi terbarukan.

Apakah kita akan menuju energi terbarukan?

Pertanyaan ini bisa dijawab bukan masalah kita akan/ingin, tetapi masalah keharusan. Bumi kita udah tua. It is getting older every year. Karena semakin tua, diperlukan usaha-usaha untuk menyelamatkannya atau paling tidak tak menjadikannya “lebih tua lagi”. Bagaimana caranya?

Salah satu caranya dengan menggunakan sumber-sumber energi terbarukan.

Di Indonesia, pemerintah melalui Bapak Presiden sudah menandantangani The 2015 United Nations Climate Change Conference atau yang dikenal sebagai Conference of Parties (COP) 21 di Paris bahwa kita akan berpartisipasi dalam menurunkan temperatur dunia. Untuk itu, pemerintah merencanakan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam energy mix menjadi sebesar 23% pada 2025 nanti.

Bagaimana strateginya?

Pada daerah-daerah yang menggunakan energi tak terbarukan, energi listriknya menggunakan bahan bakar diesel yang cukup mahal (18-20 sen/Kw-H). Nah, adakah energi terbarukan yang bisa menekan biaya energi untuk memproduksi listrik di daerah tersebut hingga 15 sen/Kw-H di Indonesia? Ini menyangkut masalah local wisdom. Kearifan lokal kita. Apa jenis energi terbarukan terbanyak yang kita punya?

Coba kita lihat Eropa. Di Eropa, energi terbarukan paling banyak itu wind. Angin. Karena memang banyak angin di sana.

T5vyorA6OCbbigInb0x1NKjMX0N_WwQA.jpg
pixabay

Indonesia? Kita adalah ring of fire. Artinya, banyak panas bumi di sini. Kita punya energi angin juga? Iya, punya, tetapi untuk daerah-daerah tertentu. Bagaimana dengan tenaga matahari? Punya, namun kualitasnya tidak lebih baik bila dibandingkan dengan negara-negara Teluk. Tetapi tidak tertutup kemungkinan juga bahwa kita bisa mengembangkan energi listrik dari matahari/solar PV (photovoltaic).

Jadi kalau bicara potensi, potensi kita banyak. Ada wind, geothermal, solar PV, juga arus laut yang akan kita kembangkan juga di daerah timur Indonesia. Kita juga punya potensi di OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion). Potensi ombak pun ada, namun perlu pendalaman tentang seberapa besar potensinya. Kita juga punya PLTA. Biomass. Kemudian yang terbaru, kita sedang mengembangkan waste energy berupa pembangkit listrik bertenaga sampah di beberapa kota melalui program pemerintah.

Jadi jangan khawatir, kita punya banyak potensi.

Namun, bagaimana dengan harganya? Kita berusaha agar BPP (Biaya Pokok Produksi) untuk renewal energy tidak lebih mahal daripada fossil fuel karena biasanya biaya fossil fuel lebih murah daripada renewal energy. Dua bulan belakangan, PLN melalui IPP (independent power producer) sudah menandatangani sekitar enam puluh power purchase agreement/PPA. Ini adalah sebuah loncatan yang besar karena tahun lalu progress-nya tidak sebesar ini.

 

607 Views
Dydi Dep

Assalamualaikum Pak, 

Mohon petunjuk untuk investasi IPP based on biomass apakah bisa di share PIC yg menangani hal tersebut Pak?
  Nov 11, 2017

Write your answer View all answers to this question