selasar-loader

Apa motto hidup paling keren?

LINE it!
Answered Nov 04, 2017

egi syahban
Growth marketer, startup dogma fullfilment who believes the earth is flat...

"Don't give up. Great things take time." 
- NN

sgyG_QnZtfGtmD0NKn1evOC3--HnIzkZ.jpg

via pinterest

Bahkan Sangkuriang pun gagal sekalipun ia meminta bantuan para jin! 

Bisakah kita memaksa bibit yang kita tanam untuk berbuah secepat kehendak hati? 

Tolong berikan contoh, berapa banyak orang hebat yang bangkit dari keterpurukan dan bangun lagi dalam waktu singkat? 

Gagal dan kacau itu pasti! Tidak ada rumus pasti bagaimana caranya menghindar! Sejauh saya dan kamu hidup, jangan pernah kapok untuk bangun lagi, coba lagi, jatuh lagi, bangun lagi, belajar lagi, coba lagi! 

Just don't give up! We own our life and our goals, Buddy!

 

"Thinking is difficult, that's why people judge." 
- Carl Jung.

QnzpAkHrCl5c1PGK6lMIKYOXJb3e1JIC.png
via egoegi medium

Sering terlihat salat di masjid, dicap 'terkesan alim'.

Seringnya ringan tangan di lingkungan dan pergaulan, dibilang riya'

Sekalinya kita coba acuh dan hiraukan, dicap sebagai manusia yang sombong dan tidak peka. 

Pertanyaanya, jadi apa maunya orang-orang itu semua? Karena sejak berpikir itu sulit, maka orang-orang (society) cenderung untuk menafsirkan apa yang menurutnya itu 'benar' sesuai versinya. Karena kita memang diciptakan tidak untuk membuat semua orang-orang di luar sana happy.

Opini mereka bukanlah realita, "Your opinion it's not my reality."

 

"Weak people revenge, smart people forgive, intelligent people ignore."
- Albert Einstein.

0fzU1R2ZkGXMGNKs0LzQtMeRYoA2TJ7n.jpg
via pinterest

Pernah kita mengkalkulasi, seberapa banyak energi, waktu, dan pikiran yang digunakan untuk membantah semua hal yang kontradiktif dengan kita, namun bersinggungan dengan keseharian hidup?

Berapa banyak komen yang memancing di kolom komen facebook? 

Berapa banyak reply dan mention yang menyulut emosi sampai ke ubun-ubun? 

Seberapa sering teman dan partner dalam keseharian yang tidak jenuh memaksa kita untuk berdebat, meyakini, ataupun menjawab pernyataan ataupun pertanyaan yang tidak sejalan dengan kita? 

Cobalah hitung. Apa hasilnya?

Percuma, bukan? Persepsi dan cara pandang manusia itu unik. Apa gunanya menjawab itu semua?

Kalaupun kita coba jawab, then what?

Karena kita hidup bukan berperan sebagai 'Customer Care' yang selalu menyediakan waktu, tenaga dan pikiran kita untuk sebuah cibiran, opini, makian dan nyinyiran :)

Tiga hal di atas mungkin adalah yang terkeren menurut perjalanan hidup saya. Bagaimana denganmu? Cukup dengan tiga itu, atau...?

416 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored