selasar-loader

Apa yang dilakukan pemerintah agar Indonesia memiliki cadangan strategis energi?

LINE it!
Answered Nov 02, 2017

Mengetahui bahwa kondisi ketahanan Indonesia sedang rapuh, juga informasi bahwa negara pun belum mempunyai cadangan strategis ataupun cadangan penyangga energi, apa yang saat ini pemerintah kerjakan agar cadangan yang ada bisa bertambah ? 
Lalu, tindakan apa yang akan pemerintah lakukan untuk menangani masalah ini agar selanjutnya bisa well prepared ketika situasi genting kembali terjadi?
 


Muhammad Rizky Nurawan
Undergraduate Student of Physics at Unpad | Rumah Kepemimpinan Bandung #8

Menteri ESDM Ignasius Jonan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sangat fokus untuk mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam tahun 2025, pemerintah menargetkan komposisi bauran energi yang berasal dari minyak bumi menjadi sekitar 20 persen, sedangkan gas berkisar 22 persen. Sementara untuk batubara diharapkan menjadi 30 persen dan energi terbarukan mencapai 23 persen. Dalam tiga tahun mendatang (2017) akan mencapai 17 hingga 18 persen. 

Nah untuk Kapasitas pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sendiri terus mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir. Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dalam kurun waktu 2014-2017, kapasitas terpasang meningkat dari 1.403,5 MW menjadi 1.698,5 MW. Di tahun 2017 sendiri, terdapat penambahan kapasitas terpasang dari PLTP Ulubelu unit 4 sebesar 55 MW.

Demikian juga dengan PLT Surya (PLTS) dan PLT Mikrohidro (PLTM/MH), keduanya menunjukkan tren peningkatan dari 122,7 MW di tahun 2014, meningkat menjadi 259,8 MW di tahun 2017. Sedangkan PLT Bioenergi, sebagian besar merupakan Pembangkit Listrik dengan sistem off-grid. Kapasitasnya pun menunjukkan tren peningkatan dari 989,5 MW di tahun 2014 menjadi 1.812,7 MW di tahun 2017.

 Jenis PLT lainnya, kapasitas PLT Bahan Bakar Nabati (BBN) mengalami fluktuasi perkembangan. Tahun 2014, PLT BBN mencapai 3,32 KL, kemudian mengalami penurunan drastis menjadi 1,62 KL di tahun berikutnya. Mulai naik kembali di tahun 2016 yang mencapai 3,65 KL dan kembali anjlok di tahun 2017 menjadi 1,88 KL. Tantangan pengembangan BBN adalah rendahnya harga minyak dunia sehingga menyebabkan selisih harga yang mencolok antara BBM dan BBN.

251 Views
Write your answer View all answers to this question