selasar-loader

Apa yang membuat Surabaya menarik?

LINE it!
Answered Nov 02, 2017

Anda orang Surabaya? atau pernah singgah di Surabaya? atau ngebet ke Surabaya?

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, apa yang membuat Kota Pahlawan ini begitu terkenal dan terkenang?

Sejarahnya? masakannya? masyarakatnya? kultur "arek"nya? kata-kata khas legendaris (maaf) janc#k-nya kah? atau ada hal lain yang menurut Anda yang "Iki Suroboyo!".

Tek enteni ulasanmu Cak Ning!

Salam satu nyali, Wani!


Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

Bagi saya, Surabaya adalah sebuah kota yang sangat menarik, juga merupakan salah satu tempat yang ingin dikunjungi dalam hidup penulis.Hal utama yang menjadi perhatian saya karena Surabaya merupakan sebuah "nirwana" bagi seorang penggemar kereta api. Di Suarabaya, terdapat beberapa "spot wajib" yang harus dikunjungi dan menjadi tempat berburu potret yang sangat menarik.

1. Sidotopo

Surabaya memiliki sebuah daerah bernama Sidotopo, yang juga menjadi nama untuk sebuah stasiun yang ada di Daerah Operasi 8 Surabaya. Pasalnya, Stasiun Sidotopo merupakan  sebuah stasiun yang juga digunakan untuk menyimpan banyak rangkaian kereta ataupun gerbong yang digunakan untuk melintasi pulau jawa. Stasiun Sidotopo juga menjadi Depo Simpan Pinjam Lokomotif yang terbesar di Indonesia, yang memuat populasi Lokomotif CC206 generasi pertama. ada sekitar lebih dari 35 unit Lokomotif CC206 batch 1 yang menjadi milik Dipo Sidotopo. Walaupun kini, Dipo Sidotopo bersaing dengan Dipo Tnjung Kranag (TNK) di Sumatera yang juga menyimpan mayoritas CC206  batch 2. Stasiun Sidotopo juga menjadi terkenal karena ia berfungsi juga sebagai "kuburan" bagi lokomotif diesel hidrolik yang sudah afkir dan purna-tugas, serta beberapa kereta yang juga dipensiunkan seteah mengalami kecelakaan atau rusak parah. Seperti kereta bagasi biru legendaris milik KA Kertajaya, dan Kereta Eksekutif buatan Arad, Rumania produksi tahun 53.

2. Lokomotif "Si Mbah"

Kehadiran lokomotif diesel-hidrolik memang sudah digantikan oleh generasi Diesel-elektrik yang lebih kat dan handal menjalani medan pulau Jawa. Namun, kehadiran Lokomotif Seri BB304 dan D301 masih dapat ditemui di Surabaya sebagai lokomotif pelangsir kereta dan lokomotif di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Kehadiran lokomotif ini pun menjadi "ikon" kejayaan   PT KAI (Persero) dahulu yang bernama PJKA. Pasalnya, lokomotif ini hadir dengan logo roda sayap nya dan cat kuning-hijau yang khas dari kereta era 70-an. Membuat para penggemar kembali ke zaman dimana lokomotif ini menadi pilihan utama dan lambang kegemilangan PJKA kala itu. Lokomotif ini pernah menarik kereta Bima, dan layanan eksekutif lainnya. 

3. Trio Surabaya

Istilah ini merujuk pada tiga Stasiun besar yang ada di Surabaya. Yaitu, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Surabaya Kota sebagai Stasiun Terminus. Kota lainnya, seperti Semarang, Bandung, bahkan Jakarta bisa jadi memiliki banyak Stasiun besar pula. Namun, karakterisktik di Surabaya tidak akan ditemui di tempat lain. Seperti halnya jalur silang-layang yang ada di sekitar stasiun Surabaya Kota menuju Stasiun Sidotopo. Hal senada memang bisa ditemukan di Stasiun Kampung Bandan, namun di Surabaya terasa lebih sartistik, karena tiada gangguan dari Tiang LAA. Masing-masing stasiun ini juga punya karakterisktik khas serta andalan pelayanan yang beragam. Stasiun Pasarturi, menjadi stasiun utama yang melayani kereta Argo Bromo Anggrek, kereta dengan nomor 1-4 yang menjadi layanan prioritas utama di Indonesia. Lalu Stasiun Surabaya Gubeng juga memiliki layanan KA Turangga dan Argo Wilis. Kereta tesebut merupakan kereta anomali, karena mereka  merupakan satu-satunya kereta full eksekutif yang tidak menuju Jakarta, melainkan menuju Bandung.

4. Balai Yasa Surabaya Gubeng

BY SGU  merupakan balai yasa yang bertugas untuk merawat dan memproduksi kereta dan gerbong yang akan dibawa melaju sepanjang jalur tersedia. Bahkan, inovasi PT KAI beberapa waktu ini pun merupakan hasil karya Balai Yasa Surabaya Gubeng dan Balai Yasa Manggarai. Balai Yasa Gubeng pun melayanai SPA (Semi-Pemeliharaan Akhir) dan PA (Pemeliharaan Akhir) bagi kereta yang telah habis masa laju dan diretrofit atau di buat layak kembali.

Berikut sebuah sudut pandang seorang penggemar kereta api terhadap kota surabaya. Walau panas, tapi tidak menyurutkan semangat dan tekad.

224 Views
Write your answer View all answers to this question