selasar-loader

Bagaimana cara merancang sebuah produk digital secara efektif dan efisien?

LINE it!
Answered Oct 31, 2017

Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

ym0aABxup0Yw4TAMJxbdkal0dPoJaPvT.jpg

Saya menggunakan design sprint!

Bagi para penggiat dunia digital startup, persoalan ini pasti ditemukan di masa awal pendiriannya. Biasanya, para startup founder berangkat dengan nilai dan idealisme tertentu bahwa "dengan teknologi ini, saya akan menyelesaikan permasalahan tertentu." Kurang lebih seperti itu, redaksionalnya.

Masalahnya adalah, tidak jarang startup company harus hancur berkeping-keping manakala mereka gagal menciptakan produk yang fit dengan kebutuhan market. Hanya berdasarkan semangat, idealisme dan asumsi berlebihan, para startup founder bergegas menciptakan produk baru di pasaran dan akhirnya layu sebelum berkembang; tidak ada demand dari para target market-nya. Detail lebih lanjut tentang mengapa sebuah startup gagal dapat dilihat di sini.

Pada umumnya, startup hadir dengan modal yang sangat kecil, bahkan tanpa adanya modal. Untuk itulah, kecepatan menjadi hal yang penting untuk diwujudkan bagi sebuah entitas bisnis yang miskin likuiditas. Mengapa? Karena seiring berjalannya waktu, biaya operasional akan terus berjalan. 

Coba bayangkan apabila waktu kita habis berbulan-bulan hanya untuk merancang produk, belum lagi waktu tambahan yang harus dialokasikan untuk membangun teknologinya ataupun meminta feedback dari user untuk tahap penyempurnaan, padahal belum ada revenue yang kita dapatkan. Maka dapat dipastikan apabila si perusahaan tidak memiliki tingkat ketersediaan kas yang cukup (liquidity rate), maka perusahaan itu akan gulung tikar sebelum cita-cita mulianya terwujud.

Itulah mengapa dalam membangun sebuah perusahaan digital, mengerjakan sesuatu dengan cepat menjadi esensial adanya.

Lalu, bagaimana caranya?

Saya menggunakan design sprint sebagai salah satu tool untuk mempercepat proses design produk tersebut.

ieGCEkohzVZAKV5Cdp26AUq04vOBI1HN.jpg

Dikembangkan oleh Google Venture (GV), design sprint merupakan "a five-day process for answering critical business questions through design, prototyping, and testing ideas with customers". Dengan cara ini, para startup founders dapat dengan sangat cepat mendesign sebuah produk digital baru yang berkesesuaian dengan idealisme dan cita-cita mulia tanpa harus terjebak akan kesalahan proses desain pembuatan produk tersebut.

Jika masih bingung, Anda dapat lihat video berikut ini:

Masih bingung? Coba lihat lagi video yang satu ini:

 
Masih juga bingung? Baiklah, saya coba sajikan dalam case study. Simak video berikut.
 

Jika mau dibuat lebih detail secara deskriptif, yang harus Anda lakukan adalah mengalokasikan 5 (lima) hari dari 7 (tujuh) hari dalam seminggu yang Anda miliki untuk berkonsentrasi dalam menganalisa kebutuhan, mendesain produk, sampai mengetesnya langsung ke target market

Kita mulai 5 hari desain sprint.

a. Senin (Mapping the problem)

Inti tahapan ini dilakukan dengan memetakan permasalahan yang ada yang disesuaikan dengan visi yang kita miliki, mem-validasinya bersama expert dan akhirnya come up dengan satu spesific problem yang ingin diatasi dan satu spesifik target market yang ingin dijangkau.

b. Selasa (Creating solution of that problem)

Hal utama yang dilakukan pada hari Selasa adalah membuat sketsa solusi atas permasalahan yang sudah berhasil teridentifikasi di hari Senin.

Mengapa harus sketsa? Karena dengan menggambar sketsa, setiap orang dapat mengevaluasi secara lebih jelas tanpa ada penafsiran yang berbeda antara peserta desain sprint satu dan lainnya. Pembuatan sketsa ini dilakukan secara individual setelah melalui proses lighting demos (review ideas lain dari industri yang berbeda atau dari sumber inspirasi lainnya) dan detail pembuatan sketsa solusi itu sendiri (taking notes, summary the idea, do crazy 8, dan terakhir membuat final stecth) yang akan diproses di hari selanjutnya.

c. Rabu (Picking the best solution)

Awal memulai hari ini, kita telah dapatkan beberapa sketsa solusi dari masing-masing peserta, sketsa hasil buatan hari selasa. Tugas utama tim hari ini adalah mengambil keputusan melalui sejumlah proses unik, efektif, dan super cepat dalam menentukan keputusan mengenai produk yang ingin kita bangun. Sebuah keputusan super penting dalam menjalankan perusahaan.

d. Kamis (Building prototypes)

Permasalahan yang sudah berhasil dijawab dengan sebuah solusi produk ini harus di-tangible-kan dengan membuat sebuah satu sampai tiga prototypes produk yang dapat dirasakan, dievaluasi tampilan antarmuka (user interface/UI) dan juga alur pengalaman pengguna (User Experience/UX). Caranya membuat prototypes ini dapat dilakukan dengan cara apapun, tergantung dari produk apa yang ingin diciptakan. Jika produknya adalah produk digital/internet, maka yang harus saya lakukan biasanya adalah mendesain sketsa UI-nya terlebih dahulu, merancang UX-nya, kemudian dan akhirnya menghidupkan UI dan UX tersebut sehingga menjadi clickable. Dalam hal ini, saya menggunakan Flinto.

Bagaimana cara membuat prototype menggungakan Flinto? Simak video berikut ini.

e. Jumat (Testing the prototypes through one-on-one interview)

Proses ini adalah proses terakhir yang kita lakukan.

Langkah yang harus dilakukan adalah memilih 5 orang yang sesuai dengan profil target market dari produk dan mewawancarai mereka satu persatu tentang prototype yang sudah kita buat di hari Kamis. Perhatikan seluruh detail orang yang kita wawancara, mulai dari komentar, ekspresi, kebingungan, dan hal-hal lainnya yang terjadi pada saat interview berlangsung. Agar tidak mengganggu proses interview, ada satu/beberapa orang lagi yang kita assign untuk mencatat seluruh detail yang terjadi ketika wawancara.

Setelah semua proses wawancara dilakukan, tempelkan semua notes catatan kita pada papan tulis dan temukan polanya. Pola yang menggambarkan kesamaan reaksi/komentar si orang-orang yang kita interview akan fitur apa yang harus diganti, fitur apa yang harus ditambahkan, pola interaksi apa saja yang harus dipertahankan/diubah dan hal-hal lainnya yang menjurus pada kesimpulan tertentu.

Prosesnya selesai. 

Akhirnya, hari Jumat sore, tim akan mendapatkan sebuah prototype final produk digital yang dapat menjawab permasalahan spesifik dari sebuah target market yang spesifik pula yang dipetakan pada hari Senin. Dengan proses yang supercepat ini, para peserta dapat langsung men-develop prototype final yang telah dihasilkan tersebut menjadi sebuah MPV (Minimum Viable Prooduct) yang siap diluncurkan ke market.

Untuk menjamin Anda mengerti yang saya sampaikan, saya berikan lagi video yang menggambarkan seluruh proses dalam proses design sprint yang dilakukan:

Selamat mencoba.

554 Views
El Hakim Law

Berfaedah sekali ini.. mantab  Oct 31, 2017

Ma Isa Lombu

thx bro  Oct 31, 2017

Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia