selasar-loader

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

LINE it!
Answered Oct 31, 2017

Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

l_e3NXNfrXvtwHUBXPGDT_I2AybuQYlJ.jpg

Karena ia mampu mengaplikasikan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dengan sempurna.

Jika bicara Apple products, tentu kita tidak mungkin dapat memisahkannya dengan sosok Steve Jobs dan segala macam produk elektronik dengan ciri khas berawalan huruf "i" kecil, sebut saja iPod, iPhone, iMac, dan iPad. Tidak ketinggalan, kesuksesan dan ketenaran Steve Jobs juga tidak dapat dipisahkan dari produk Apple lain yang dibuat tanpa awalan "i" kecil: laptop Macintosh atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Mac.

Sebelum saya lanjutkan pembahasan, mari kita simak video yang melukiskan harmoni hidup bersama Apple

Mungkin kita tidak sadari bahwa produk Apple tersebut bukanlah hasil invention (penemuan) layaknya lampu pijar Edison ataupun pesawat udara Wright bersaudara. Perlu diketahui bahwa hampir semua produk Apple adalah bentuk innovation (inovasi) dari produk-produk yang sebenarnya sudah ada sebelumnya. Bedanya adalah, Apple membuat dan mengemasnya dengan value yang jauh lebih baik. Sebut saja produk iPod yang diproduksi tahun 2001.

Sejatinya, iPod adalah bentuk penyempurnaan dan inovasi dari produk yang sudah ada sebelumnya, seperti Walkman milik Sony ataupun MPman F10 buatan Sae Han Information System, Korea. Perbedaan utama dari para pendahulunya adalah, selain karena desain dan tampilan antarmuka (user interface)-nya yang luar biasa apik dan sederhana, iPod hadir memecahkan kebuntuan atas keinginan user untuk dapat mendengar dan menikmati ribuan lagu dalam satu device. iPod hadir dengan slogannya yang sangat terkenal, “1000 songs in your pocket”.

Sukses dengan iPod, Apple kembali menghebohkan jagad elektronik dunia dengan peluncuran iPhone tahun 2007. Sebuah HP layar sentuh pertama di dunia. Wait, pertama di dunia? 

Bicara produk elektronik pintar, sebenernya dunia kala itu sudah mengenal telepon genggam (yang market share-nya dikuasai oleh Nokia) dan juga PDA (Personal Digital Assistance). Bahkan, Apple saat itu juga sudah memiliki produk semacam PDA yakni The Newton MessagePad.

_9tMatYxFEQCMBBr8m5xZBYrmjl73q2D.jpg

Tapi alih-alih mengembangkan Newton MessagePad-nya, Steve Jobs malah mengembangkan sebuah produk baru yang merupakan gabungan antara telepon genggam, Newton MessagePad dan fasilitas iTunes yang sudah dikembangkan sebelumnya di Apple. 

Jobs yang visioner berkeyakinan bahwa telepon genggam yang dapat memudahkan user-nya mengakses informasi secara mudah (portable information access) memiliki masa depan yang lebih cerah dan akan memiliki demand yang baik di market. Untuk itulah maka pada tahun 2007 Apple meluncurkan salah satu produk-nya yang sangat fenomenal: iPhone.

iPhone hadir dengan format telepon genggam ber-iOS (sistem operasi milik Apple) di mobile computing market dengan layar sentuh (the multi-touch finger-sensitive) yang dilengkapi dengan fasilitas kamera.

Tidak jauh berbeda dengan inovasi pendahunya yang menghebohkan, iPad kemudian menyusul hadir di tahun 2009 sebagai "Apple tablet", sebuah penyempurnaan produk the NewtonMessagePad 100 yang sudah dibuat sebelumnya.

Teknologi tablet computing sebenarnya bukanlah yang hal baru bagi penggiat industri teknologi dunia. Ide untuk menciptakan sebuah perangkat elektronik yang dapat menyajikan data input-output pada layar datar (flat information display) sudah dimulai pada tahun 1888. Konsep tersebut dinamakan telautograph.

Konsep ini terus dicoba dan dibuat prototype-nya, hingga pada tahun 1989, GRID system memperkenalkan GridPad, sebuah tablet computer yang secara komersil pertama kali dikenalkan pada di dunia. Perlu diketahui bahwa produk GridPad ini dibuat di pabrik Samsung dan merupakan penyempunaan produk dari Samsung PenMaster, sebuah prototype yang tidak disebarluaskan secara komersial.

Melanjutkan terdistribusinya produk GridPad, pada tahun 1992, IBM akhirnya juga meluncurkan ThinkPad dan dilanjutkan oleh Apple Newton PDA tahun 1993. 

Saat itu pamor tablet computer belum populer dan masih jadi konsimsi sebagian kecil orang di dunia, hingga akhirnya iPad muncul menghancurkan kesunyian itu. iPad hadir secara fenomenal (seperti pendahulunya iPod dan iPhone) dengan tampilan fisik dan user interface yang sangat futuristic, elegan dan simple.

Jadi, dari ketiga cerita di atas dapat kita simpulkan bahwa (sebenernya) Apple bukanlah pionir dalam produk teknologi futuristic yang kita kenal selama ini. 

Apple, dengan Steve Jobs-nya yang perfectionist, design geek dan keras kepala, terbukti sukses melakukan inovasi produk yang lebih simple, indah, futuristik, dan sangat berkualitas dalam detail di saat yang sama.

Hal inilah yang membuat Steve Jobs berperan besar pada kemajuan Apple.

194 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia