selasar-loader

Pentingkah orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya? Mengapa?

LINE it!
Answered Oct 30, 2017

Pepih Nugraha
Co-founder Selasar & Founder PepNews.com

rVlMobX_i6lYgOUKM7GlMUWE25slD425.png

Penting bagi orangtua memberikan nama yang baik kepada anaknya, sebab makna yang terkandung dalam makna itu adalah do'a. Makna nama haruslah positif dalam arti luas. Tentu saja tidak akan ada orangtua yang menamai anaknya dengan kata-kata seperti "Asep Ahli Neraka", "Bambang Terkutuk", "Melani Penzinah" dan seterusnya. Kata-kata itu mengandung makna negatif bahkan dalam keseharian dan tidak mungkin digunakan.

Untuk itulah, mengapa orangtua harus paham makna kata yang akan disematkan seumur hidup kepada anak-anaknya. Dalam beberapa masyarakat, urusan nama terkait juga budaya atau kebiasaan. Kebiasaan orang menamai anaknya dengan nama tempat, nama hewan, adalah umum didapatkan sampai saat ini, sebagai contoh, Ahmad Al-Baghdady, yang menunjukkan asal orang itu dari Baghdad, Irak.

Konon di masyarakat Sumatera Utara, khususnya etnis Batak, pemberian nama pada anak apa yang terlintas dan terpikir saat si Ibu melahirkan. Kalau pada saat dilahirkan melintas burung gagak atau rajawali, maka nama Gagak atau Rajawali itu langsung dipakai. Bisa ditebak kalau ada nama Tahi, Lalat, atau Kuda, maka nama itulah yang disematkan pada anaknya.

Pada zaman "now", pemberian nama mengikuti tren dari yang sudah ada. Penganut Kristiani, khususnya katolik, menggunakan nama baptis. Ada nama keeropa-eropaan, kearab-araban, bahkan kejawa-jawaan (itupun jawa kuno pula), padahal mereka bukan Eropa, Arab, atau Jawa. Etnis tertentu yang khas seperti Bugis atau Makassar juga tetap berkhidmat kepada nama yang turun temurun itu.

Intinya, pada etnis atau bangsa manapun, nama haruslah memberi semangat, harapan, dan positif dalam makna. Jadi, nama-nama Prihatini (dari kata prihatin), Prahara, Petakawati, Miskinsah, Sakaratul Maut, sebaiknya jangan dipakai untuk menamai anak.

138 Views
Zulfian Prasetyo

Saya jadi teringat seorang anak yang dinamai "Aril Piterpen", lalu dibully oleh teman-teman sekelasnya dan akhirnya memutuskan untuk ganti nama. Urusan serius, memang. :)  Nov 1, 2017

Pepih Nugraha

Hahahaha..... ada yang sampai segitunya ya zul  Nov 7, 2017

Write your answer View all answers to this question