selasar-loader

Apakah skill yang paling utama yang harus dimiliki CEO?

LINE it!
Answered Oct 25, 2017

Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

gfRNimPXPaQLAPY4sxynuzQH6bZyDsjQ.jpg

Entrepreneurial Management Skill

Sekilas konsep ini mungkin terdengar aneh. Menjadi aneh karena sepertinya tidak mungkin menggabungkan sisi entrepreneurship yang dinamis, kreatif, dan visioner dengan sisi management yang relatif kaku yang identik dengan penerapan Standard Operating Prosedur, Hierarchy, Span of Control, ataupun kaidah POAC (Planning Organizing Actuating dan Controlling).

Dalam bukunya The Lean Startup, Eric Ries membuka bukunya dengan menceritakan pertentangan tersebut. 

Mudahnya, doktrin yang berkembang di masyarakat adalah bahwa seorang entrepreneur sejati yang dinamis pastilah bukan seorang manajer, begitu pula sebaliknya bahwa seorang manajer yang strict kemungkinan besar tidak memiliki jiwa entrepreneurship

Bahkan Almarhum Bob Sadino juga kerap menggaungkan hal ini. Dengan gayanya yang provokatif, ia bilang bahwa sekolah merupakan penghambat seorang untuk menjadi pengusaha. Sekolah tidak penting, yang penting adalah keberanian untuk memulai sebuah bisnis dan belajar dari sana, kurang lebih seperti itu tone yang digaungkan.

Karena hal tersebutlah maka tidak jarang para calon pengusaha yang terprovokasi kalimat (yang memicu adrenalin) tersebut langsung menerapkan konsep "just do it" dengan serampangan. Dengan berbekal keberanian, asumsi yang berlebihan, dan hipotesa yang belum teruji, banyak calon pengusaha yang resign dari pekerjaannya ataupun meninggalkan bangku kuliahnya untuk langsung mendirikan perusahaan yang ia yakini pasti akan sukses layaknya Jobs, Zukerberg, atau Gates. 

Hasilnya apa? Gagal total!

Sebelum membahas lebih lanjut, Anda dapat simak video berikut ini yang bercerita tentang peran seorang CEO pada sebuah perusahaan.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dari perusahaan start up digital yang ada di dunia (lebih lanjut dapat dilihat di buku How to Build a Billion Dollar App karangan George Berkowski), dikatahui hanya 18,6% perusahaan yang didirikan oleh founders yang drop out (DO) dari bangku kuliahnya. Mayoritas dari mereka adalah lulusan perguruan tinggi paling bergengsi di dunia, sebut saja Stanford, Berkeley, atau MIT.

Siapa saja mereka?

Kita mulai dari Google. Founder Google, Larry Page, dan Sergei Brin saling bertemu di Stanford University kala mereka sedang menempuh program doktoral (Ph.D program). Eric Schmidt, Chirman Alfabet, Inc. (holding company dari Google, Youtube, dan anak-anak perusahaan rintisan Larry Page dan Sergei Brin lainnya) memiliki almamater Princeton dan UC Berkeley. Sundar Pichai (CEO Google) memiliki dua gelar master sekaligus, M.S dari Stanford dan MBA dari Wharton Business School di Universitas Pennsylvania. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di uraian saya di sini.

Kembali pertanyaan tentang skill utama yang harus dimiliki oleh seorang CEO. Dalam jawaban ini, saya ingin bilang bahwa visi yang gemilang, keberanian, kemampuan komunikasi-interpersonal skill tingkat dewa, intuisi (yang bisa jadi belum teruji), idealisme untuk menyelesaikan masalah banyak orang, bahkan technical skill yang gemilang tidaklah cukup menjadikan seseorang menjadi CEO yang sukses membangun perusahaannya. Diperlukan elemen lain yang dapat menyempurnakan kesemua hal yang saya sebutkan di atas menjadi sebuah kesatuan utuh profil seorang CEO.

Entrepreneursip is management, kata Eric Ries dalam The Lean Startup

Diperlukan kemampuan menyeimbangkan antara kemampuan seorang entrepreneur yang dicirikan dengan beberapa sifat di atas (visioner, berani, intuitif, dll), dengan kemampuan seorang manajer yang mampu merencanakan dan mengeksekusi dengan kualitas yang sama baiknya, membangun tim, mentransformasikan visi menjadi strategi dan program-program konkret dan terukur, memiliki paradigma data driven (skeptis secara proporsional), ataupun kemampuan untuk menganalisa data-data makro-mikro yang berkembang di dalam dan di sekitar perusahaan. 

Senada apa yang disebutkan oleh pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky pada jawaban yang lain atas pertanyaan ini.

Memang tidak mudah menjadi seorang CEO dengan profiling tersebut. Untuk itulah, diperlukan kemauan/kemampuan belajar yang tinggi dan cepat, persistensi untuk bangkit dari keterpurukan, serta juga pikiran yang maju dan terbuka untuk mempercepat proses menuju keseimbangan tersebut. Keseimbangan sikap seorang entrepreneur dan manajer dalan diri yang satu: entrepreneurial management skill.

271 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia