selasar-loader

Bagaimana cara membedakan antara kesalahan yang wajar untuk dimaafkan sekaligus tak perlu dibahas dan kesalahan yang sudah tak wajar untuk dimaafkan sekaligus wajib dibahas?

LINE it!
Answered Oct 25, 2017

Terkadang sebagai manusia kita memang tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Baik yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Namun,tidak banyak juga manusia yang kaya akan jiwa pemaaf dan penuh kesabaran dalam dirinya dalam menghadapi segala sesuatu hal yang ada mampir pada hidupnya. Sering kali juga kita takut untuk memilih dan melangkah karena kita tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Sering kali kita menganggap apa yang menurut kita baik,ternyata tidak baik,dan apa yang menurut kita tidak baik ternyata itu yang terbaik untuk kita. 

Banyak orang yang selalu hidup dalam keraguan untuk melangkah dan mengambil suatu keputusan sehingga timbullah rasa tidak percaya diri (minder) pada beberapa orang. Hal tersebut termaasuk halangan untuk kita menemukan harapan yang bisa mengantarkan kita pada usaha untuk melakukan apa yang kita ingin/yang sudah kita cita-citakan sejak lama untuk memiliki masa depan yang sukses dan bahagia dengan bekal kepercayaan diri kita (sebagai salah satu bekalnya). Pada akhirnya kita oasti menjadi ketergantungan kepada tanggapan dan prinsip orang lain. Padahal sebenarnya yang ingin kita tanyakan kepada "mereka" adalah "tujuan kita sendiri" yang dimana hanya kita yang dapat mencapainya sendiri. Segala bantuan yang datang dari orang lain ibarat hanya sebagai penghias dalam usaha kita untuk mencapai apa yang ingin ketuju. Selebihnya,hanya niat dan kepercayaan diri kita ibarat sebagai fondasi untuk kita memulai usaha mencapai segala tujuan kita.

Jika Anda beruntung,Anda akan menemukan solusi terbaik dari orang lain yang Anda mintakan saran dan kebetulan bisa cocok untuk Anda jalani dalam menempuh tujuan Anda. Tapi jika sarannya tidak sesuai ekspetasi? Itu bukan salah dari orang yang kita mintakan saran kan? Tetapi dari diri kita sendiri yang terlalu berharap dari saran orang tersebut. Karena kembali lagi,kita sudah terbiasa ketergantungan dengan orang lain. Pada akhirnya timbullah masalah diantara beberapa pihak entah bagaimana jenis perselisihannya. Apakah ada kecurangan? Apakah ada kemunafikan? Apakah ada ketulusan? 


asik ngulik
startup dogma life fulfillment who believes in flat earth

vfQ8preVo1Y3mkAuFbhdXfR2lOS9FOk9.jpg

Ada satu jawaban yang bisa menjawab kedua tersebut:

Kesalahan itu pasti terjadi, meskipun kita tidak tahu apakah berulang atau tidak. Tidak ada rumus pasti. Itulah hidup. Namun satu hal yang pasti dan lumayan sulit, yaitu memaafkan (forgiveness).

"Setiap aksi pasti akan berbalas reaksi. Semuanya tergantung bagaimana kita meresponnya." 

Aksi yang kita perbuat, secara total/penuh dikontrol oleh diri kita sendiri (internal), namun reaksi yang dihasilkan berasal dari luar diri (eksternal). 

Karenanya, pilihanmu ada dua; berkutat demi sebuah ego atau demi kebaikan untuk dirimu sendiri.

Dalai Lama XIV bilang, “An eye for an eye, we are all blind.” Mata berbalas mata hanya akan membuat kita semua semakin buta, sebuah metafora dari dendam yang saling berbalas.

Kenapa banyak keraguan? Seperti apa yang kamu bilang di atas, karena mereka sibuk memikirkan faktor eksternal daripada internal itu sendiri. Cara sederhana mengikis keraguan-keminderan saat kita ingin mencoba sesuatu dalam hidup kita adalah dengan menerapkan fokus kacamata kuda (istilahnya).

Dulu, saya juga sering memikirkan kata orang nanti, persepsi orang, jika saya melakukan tindakan A, B atau C. 
Tapi saya pikir-pikir, lho kalaupun saya nanti melakukan A, B atau C; mereka juga akan berpikir semaunya saja tentang kita. 

Kenapa kita malah jadi menguras energi untuk hal itu daripada mencoba fokus dengan modal-kekuatan apa yang kita punya? Meskipun anggaplah kamu akan sukses nantinya, haters-trolls akan tetap berbicara apapun tentangmu! 

Itu terjadi karena sikap publik banyak mengidap kecenderungan bias kognitif dalam kesehariannya (cognitive bias).

Ketika saya nekad mendalami side job-an dalam dunia entertainment sebagai close up magician, puluhan opini bernada negatif dari lingkungan sampai pacar sendiri saat itu selalu saja ada. Saya? Bodo amat!

"My life is my rules and my goals. Not them!"

Dibilang tidak ada masa depannya lah, frustrasi karena susah lulus kuliah lah, sampai pandangan tetangga di rumah bahwa orang tua saya tidak sanggup lagi membayar kuliah. Iyakan saja. Jangan buang energimu. Terlalu sayang jika energi itu digunakan untuk berdebat kusir. Buktikan saja dengan hasil dan proses yang membuat dirimu lebih baik (tidak hanya sekedar materi).

Stop meminta pendapat/nasihat terbaik yang kamu harapkan dari teman-temanmu. Apa yang bagus menurut mereka belum tentu bagus buat dirimu. 

Karena, kamu lahir, besar, dan dididik dengan pola/gaya yang jelas berbeda dengan mereka. 

Karena, permasalahan, kerumitan, dan tujuan hidupmu pasti berbeda jalannya dengan mereka. 

Jangan terlalu banyak berharap dan peduli dengan anggapan teman/lingkunganmu. Ada dua hal yang pasti terjadi dalam hidupmu nanti, cepat atau lambat! 

1. Temanmu akan pergi meninggalkanmu, kapanpun. Mayoritas dari mereka ada di saat senang dan menghilang di saat kita susah. Itu normal, jadi biasakan menerima kenyataan itu. Itulah hidup. Biasakanlah untuk itu. Sedih memang. Betul.

2. Pada akhirnya, kita akan sendiri. Walaupun selalu ada keluarga di samping kita, tetaplah kamu yang menerima segala risiko, keuntungan, kesuksesan, dan kegagalan. Belajarlah untuk menerima bahwa pada akhirnya, kita akan sendiri menghadapinya.

Biasakanlah untuk terbiasa sendiri, berdiam diri di satu momen. Berpikir sederhana. Perbanyak baca buku. Sering-seringlah berdiskusi dengan orang yang jauh lebih tua. "Ambil baiknya, buang buruknya". 

Jangan lupa bahwa menasihati/memberikan solusi kepada teman yang dilanda kesulitan itu jauh lebih mudah daripada memberikan nasihat/solusi terhadap diri sendiri. Maka itu, dengarkan iya, namun jangan banyak berharap semuanya pasti benar dan indah. :)

Keep fighting and never give up! 

 

Ilustrasi via pixabay

364 Views
Write your answer View all answers to this question